Rahasia Gadis Bermasker

Rahasia Gadis Bermasker
26. Tidak Berani Jujur


__ADS_3

Meeting berjalan dengan lancar pagi itu. Para relasi langsung menuju restoran hotel untuk makan siang bersama dengan tuan Darren dan asistennya KIA.


Kia menyampaikan kepada para relasi tuannya bahwa saat ini keadaan tuan Darren dalam masa pemulihan hingga sebagain memorinya hilang dan butuh waktu untuk mendapatkan memorinya kembali.


"Jika diantara kalian yang masih ingin menyampaikan sesuatu yang berhubungan dengan kerjasama kita di proyek yang akan kita jalankan bersama, silahkan sampaikan kepada saya selagi masih ada waktu."


"Untuk saat ini kami rasa cukup tuan KIA. jika masih ada yang belum jelas kami bisa menghubungi anda, tuan KIA." ucap tuan Rian.


"Baiklah aku tunggu informasi lanjutan dari kalian."


ucap KIA sekalian pamit dari hadapan relasi untuk kembali ke kamar milik DARREN.


Ketika masuk pintu lift, lagi-lagi bayangan ia menggendong seorang gadis yang sedang pingsan. Tapi rambut gadis menutupi sebagian wajahnya.


Saat pintu lift itu berhenti di lantai 17, ia melihat dirinya keluar membawa wanita itu dan Darren juga mengikuti langkah dirinya sendiri yang tergambar dalam bayangannya.


"Tuan! Lantai kamar anda 20 bukan di sini."


Ucap KIA mengingatkan Darren namun Darren hanya mengangkat satu tangannya untuk menghentikan ocehan KIA yang selalu mengingatkan dirinya.


"Aku ingin sendiri dan ingin ke kamar 177. Minta kunci di resepsionis!" Titah Darren.


Kia kembali ke resepsionis sementara Darren terus melangkah menuju kamar 177.


Di depan pintu kamar itu ia melihat manajer Damian sedang membantunya membuka kamar itu.


"Tuan! Ini kuncinya." Ucap KIA lalu membantu membuka kamar tersebut.


"Tinggalkan aku sendiri!" Usir Darren lalu duduk di sofa.


Ia memperhatikan dirinya sendiri sedang menutup matanya Elma dan menanggalkan bajunya Elma hingga polos.


Kedua tangan Elma di ikat dan kakinya di rentangkan dari kedua sisi yang berbeda. Ia sendiri menanggalkan bajunya dan mulai melakukan perkosaan itu hingga Elma menangis dan memohon.


"Astaga...! Rupanya putra pertamaku lahir dari hasil perkosa yang aku lakukan kepada Elma." Ucap Darren sambil mengusap wajahnya.


Tiba-tiba ia merasa sangat pusing seakan kepalanya mau pecah. Beruntunglah KIA tidak benar-benar tinggalkan Darren di kamar tersebut. Ia langsung membuka pintu saat mendengar suara teriakannya Darren.


"Tuan Darren..! Ada apa dengan anda?"


Tanya KIA melihat wajah Darren begitu pucat dengan peluh dingin membasahi wajah dan lehernya.

__ADS_1


"Tolong KIA! Kepalaku sangat pusing."


ucap Darren lalu pingsan.


Kia menghubungi pihak hotel untuk memanggil petugas ambulans. Dalam beberapa menit kemudian Darren di larikan ke rumah sakit..


Kia tidak ingin mengabarkan Elma karena gadis itu memiliki bayi dan tidak ingin membuat istri Tuannya itu syok.


KIA begitu kuatir dengan kondisi Darren. Ia juga bertanya-tanya ada apa dengan kamar 177.


"Sepertinya Tuan Darren memiliki kenangan yang menyakitkan di kamar itu hingga mengalami sakit kepala lalu pingsan. Tapi peristiwa apa yang menyebabkan Tuan Darren bisa terkesan dengan kamar itu? ini sangat membuatku bingung."


Kia mengacak rambutnya sendiri.


Darren merasakan sesuatu yang tidak lagi gelap di masalalunya. Ia mengingat kembali apa yang ia lakukan pada Elma. Darren mengerjapkan matanya melihat dokter yang sedang berdiri di depannya sambil memeriksa nadinya.


"Apakah anda sudah baikan Tuan Darren?"


"Saya sudah merasa lebih baik dokter. Apakah saya boleh pulang?"


"Apakah anda dari luar kota?"


"Saya dari Jakarta dokter. Hanya saat ini sedang ada urusan di Bandung."


"Iya dokter. Apakah boleh saya balik ke Jakarta hari ini?"


"Sebaiknya besok pagi saja karena saya kuatir dalam perjalanan anda mengalami lagi kejadian yang sama dan itu mengakibatkan hal yang sangat fatal pada tubuh anda." Ucap dokter Rama.


"Baik dokter! Kalau begitu saya permisi."


Darren tersenyum puas karena ingatannya kembali pulih tapi senyum itu kembali berubah kecut kala mengingat kalau Elma akan pergi darinya karena akan mengungkit lagi masalalu yang menyakitkan bagi istrinya.


"Lebih baik aku diam atau pernikahan kami akan bubar."


Batin Darren sambil memeriksa pesan di ponselnya.


Kia mengambil mobil dan keduanya memutuskan untuk pulang ke Jakarta walaupun dokter tidak mengijinkannya.


"Apakah Anda yakin Tuan Darren, kalau kita langsung pulang ke Jakarta?"


"Aku merindukan keluargaku. Apakah kamu sudah mengabari tentang keadaanku pada Elma ?"

__ADS_1


"Aku tidak ingin membuatnya cemas tuan kecuali hal yang sangat serius akan terjadi kepada anda."


Ucap KIA lalu menempelkan kartu e-money ke mesin tol.


"Good job KIA!!" puji Darren tanpa menjelaskan apapun pada asistennya.


Kia mengendarai mobil itu dalam kecepatan tinggi saat mendapati tol dalam keadaan lengang. Darren tidak keberatan dengan aksi KIA karena pria dua puluh lima tahun itu selalu mengikuti balap mobil di sirkuit Sentul jika ada turnamen.


Mobil tiba tepat pukul sembilan malam di kediaman Tuan Darren. Wajah lelah yang masih tampak pucat namun tergores kebahagiaan di sana dengan senyum merekah melihat sang istri sedang tidur dalam keadaan menyusui bayi mereka.


Darren mengecup kening istrinya lembut hingga membuat mata Elma sedikit terbuka saat aroma parfum suaminya tercium olehnya.


"Kamu sudah pulang sayang? Aku tertidur karena menyusui baby Davi. Apakah kamu mau makan atau mandi?"


"Aku inginkan dirimu sayang?"


Ucap Darren dengan tubuh yang sudah polos.


"Baru berpisah tiga hari kamu sudah merindukanku?"


"Karena aku tidak bisa konsentrasi saat bekerja karena terus mengingat wajahmu."


"Apakah kamu sedang gombal padaku?"


"Aku tidak perlu gombal lagi padamu karena sudah mendapatkan dua anak darimu." Ucap Darren.


Keduanya cekikikan bersama lalu saling memagut bibir melepaskan kerinduan mereka. Darren mengangkat tubuh istrinya dan memindahkan ke sofa panjang yang tersambung dengan tempat tidurnya.


Keduanya saling memberikan kehangatan dan servis terbaik mereka.


Setiap jengkal tubuh Elma dinikmati dengan jilatan dan kecupan hingga hisapan namun, satu tempat yang tidak boleh diganggu gugat yaitu sumber makanan baby Dafiya yang dijaga betul oleh Darren karena masih panjang masa kontraknya.


"Elma..! Maafkan aku sayang! Aku terpaksa membohongi lagi dirimu. Aku tidak tahu aku terus saja menjadi seorang pecundang.


Aku harap kamu mau memaafkan perbuatanku ini karena begitu takut kehilanganmu."


Batin Darren yang menikmati sesuatu di dalam sana yang menghimpit pusaka miliknya.


Saat pasca melahirkan, Elma sengaja meminta bagian in**mnya dioperasi kembali seperti gadis.


Ia ingin membahagiakan suami. Malam ini hasil operasi itu sangat sempurna terbukti Darren menjadi sangat candu dan tidak ingin mengakhirinya.

__ADS_1


"Elma ! Kamu sudah melahirkan dua bayi kita, tapi bagian ini terasa sangat kesat dan seakan belum pernah terjamah. Kamu sangat pintar merawatnya sayang."


Ucap Darren dengan tubuh bergetar hebat menahan nikmat yang tiada tara nya.


__ADS_2