Rahasia Gadis Bermasker

Rahasia Gadis Bermasker
38. Ikut Juga


__ADS_3

Pernikahan yang digelar sederhana di kediaman Bella di hadiri kolega Bella dan kolega KIA dan itupun hanya terbatas pada orang tertentu.


Usai pesta pernikahan, keduanya sudah siap berangkat bulan madu keluar negeri.


Tuan Darren tidak mau ketinggalan di momen pernikahan asistennya KIA, ia mengajak keluarga kecilnya ikut bulan madu.


Sebenarnya Elma tidak enak dengan Bella dan KIA. Tapi, suaminya tidak peduli dengan pasangan pengantin baru itu.


"Darren... apakah kamu mau kita jadi obat nyamuk buat mereka?" Tanya Elma saat berangkat menuju bandara.


"Siapa bilang kita ini obat nyamuk? Aku dan kamu juga pasangan sah, jadi aku tidak peduli dengan mereka.


Lagi pula kita tidur di kamar masing-masing. Mana mungkin kita mau lihat mereka bercinta." Ucap Darren.


"Tapi, mereka memakai pesawat ini untuk butuh privasi agar mereka merasa dunia ini ini milik mereka berdua.


Kenapa yang punya malah ikut serta dalam ajang bulan madu." protes Elma.


"Terserah aku, suka-suka aku yang jelas aku ingin bulan madu juga dengan kamu." Ucap Darren terlihat egois.


"Cih ..! Kau selalu menganiaya KIA dengan kesenanganmu. Nanti sampai di sana, kamu masih ganggu dia dengan segala macam permintaanmu dan itu akan membuat bulan madu mereka terganggu. Aku yang nggak enak dengan Bella." Imbuh Elma.


"Itu hanya perasaan kamu saja sayang. Mereka tidak keberatan kalau kita juga ikut bulan madu bersama mereka." Ucap Darren menenangkan istrinya.


Setibanya di bandara, dokter Bella dan KIA menunggu kedatangan keluarga Darren terlebih dahulu sebelum naik pesawat itu.


Bella tidak mempermasalahkan pekerjaan suaminya yang menjadi asisten Darren yang harus melayani Keluarga itu walaupun saat ini, dia sendiri sedang melakukan bulan madu.


Tiba di bandara, Elma menyalami Bella dan kedua wanita cantik ini menaiki tangga pesawat bersamaan.


Elma meminta maaf pada Bella jika mereka telah menganggu bulan madu keduanya.


"Maaf ya Bella ! Harusnya kalian saja yang akan melakukan bulan madu, tapi suamiku masih nggak mau kalah pada kalian yang muda. Dia ingin melakukannya juga." Ucap Elma tidak enak hati.


"Tidak apa teh, Bella malah senang ada teman karena di negara orang Bella malah bengong sendirian walaupun ada KIA." Ucap Bella.


"Bella...!" Panggil KIA yang sudah berdiri depan istrinya.


"Iya sayang ..!"


"Mau makan apa?"


"Mau bercinta." Ucap Bella asal membuat Elma terkekeh.


"Itu tidak perlu di tanya sayang. Kita puas-puasin di hotel nanti." Ucap KIA menghibur istrinya.

__ADS_1


Elma dan Bella memesan makanan untuk pasangan mereka masing-masing. Baby Dafi dan Gibran memilih makan roti bakar coklat dengan susu coklat hangat.


Dua keluarga ini menikmati makan malam mereka seadanya di dalam pesawat yang tebang menuju real Madrid.


...----------------...


Keesokan harinya, dua keluarga ini mencari kesenangan mereka masing-masing. Darren memilih destinasi wisata yang berkaitan dengan alam karena membawa anak-anak sementara KIA dan Bella lebih memilih menghabiskan waktu mereka di dalam hotel karena masih belum puas bercinta.


"Cih...! Sekalinya jadi pengantin lengketnya seperti perangko. Kemarin-kemarin marahan berbulan-bulan." Umpat Darren senewen sendiri dengan asistennya.


"Itulah seninya kalau pasangan berantem endingnya lebih nikmat dan itu cepat membuahkan hasil alias hamil." Timpal Elma.


"Aku tidak perlu berantem denganmu kalau bisa bikin kamu cepat hamil." Ucap Darren.


"Nanti saja hamilnya Darren. Lihat saja kedua anak buahmu itu tidak bisa diam. Kompak banget kalau sudah main berdua." Ucap Elma.


"Buatnya saja nggak bisa diam orangtuanya bagaimana hasilnya mau bisa diam sayang."


Ledek Darren membuat wajah Elma terlihat seperti tomat.


"Aiiss...kau ini selalu saja membuat aku malu." Ucap Elma yang tidak tahan digoda suaminya.


Darren sengaja mengunjungi negara itu bertepatan dengan liga Eropa saat ini. Dengan begitu ia dan KIA bisa menikmati permainan sepak bola itu secara langsung di real Madrid.


Keesokan paginya pengantin baru ini mandi bersama dan mengulangi percintaan panas mereka di kamar mandi.


Ucap Bella yang sedang mengeringkan rambutnya dengan hair dryer.


"Pasti kamu akan ketagihan sayang, jika sudah merasakan kenikmatannya."


Ucap Tuan KIA sambil terkekeh.


"Tidak berarti aku akan membiarkan kamu seharian menghajar tubuhku." Gerutu Bella ketus.


"Kamu makin cantik kalau sedang ngambek sayang." Ledek KIA.


"Apakah ini rahasia suami untuk mendapatkan lagi jatah bercintanya dengan terus merayu sang istri?"


Bella merapikan pakaiannya dan siap untuk sarapan pagi.


Kia memeluk lagi punggung istrinya dan berharap Bella menunda sarapan di pagi mereka.


"Sayang, kita bisa sarapan di kamar, kenapa harus turun ke restoran." Ujar KIA terdengar manja.


"Masih banyak waktu sayang, lagi pula aku sudah terlalu lapar setelah menguras tenagaku untuk bercinta denganmu semalam suntuk." Ucap Bella menolak ajakan suaminya untuk bercinta lagi.

__ADS_1


"Tapi setelah sarapan kita akan melakukannya lagi bukan?" Tanya KIA yang sudah menyusupkan tangannya di balik baju Bella.


"Ok, sayang!" Sekarang kita bisa sarapan bukan?"


Bella sedikit kesal dengan ulah suaminya yang merusak penampilannya.


KIA mengangguk setuju dan berjalan menuju pintu lift. Di restoran hotel, pelayan sibuk mengatur menu sarapan pagi yang sudah dipesan Bella sebelumnya.


Wajah datar KIA yang berubah drastis saat keduanya duduk berhadapan di meja restoran. Dua orang pelayan tidak berhenti menatap wajah tampan sang Arjuna.


Bella sengaja berdehem agar dua pelayan itu menyingkir dari mereka. KIA mengerti istrinya sedang cemburu padanya. Ia pun mengusir dua pelayan itu dengan menjentikkan jarinya.


"Apakah kamu sudah merasa nyaman sayang?" Tanya KIA yang sedang menikmati salad buahnya.


"Apakah kamu selalu tebar pesona di hadapan para wanita?"


"Apakah kamu cemburu?"


"Apakah tidak boleh aku merasa cemburu pada mereka?"


"Tidak usah takut sayang, cincin ini mengingatkan aku bahwa aku adalah milikmu seutuhnya." Ucap KIA.


Ponsel Kia berdering, suami dari Bella ini bangkit dari duduknya dan menerima panggilan telepon dari Darren.


Kelihatannya pembicaraan mereka serius. Bella yang sudah menghabiskan makanannya juga ikut bangkit dan menerima panggilan dari koleganya.


Tidak jauh dari tempat Bella berdiri, seorang lelaki sedang menatap wajah cantik Bella dan mengambil gambar Bella dari berbagai pose.


KIA memperhatikan lelaki tampan itu dari balik kaca mata hitamnya.


"Sial!" Rupanya ada pengagum rahasia istriku." Gumam KIA lirih lalu berpamitan dengan koleganya.


Ia menghampiri meja lelaki tampan itu dan meraih ponsel lelaki itu secepat kilat.


"Hei, apa yang kamu lakukan?" Tanya lelaki tampan itu kesal.


Kia melihat foto istrinya yang sudah tersimpan rapi di galeri foto di ponsel lelaki itu.


"Apakah kamu ingin aku tuntut atas perbuatan tidak menyenangkan karena mengambil foto istriku tanpa ijin dariku atau darinya?"


Tanya KIA sambil menghapus semua foto istrinya di galeri ponsel tersebut.


"Maaf tuan!"


Aku tidak tahu kalau dia adalah istrimu, aku kira kalian hanya sedang berkencan saja." Ucap lelaki tampan itu berbohong kepada KIA.

__ADS_1


"Hari ini, aku bisa memaafkan perbuatanmu, jika Anda masih berada di hotel ini dengan melakukan hal yang sama, aku tidak akan segan mematahkan hidung dan rahangmu." Ancam KIA lalu meninggalkan meja lelaki tampan itu.


__ADS_2