Rahasia Gadis Bermasker

Rahasia Gadis Bermasker
32. Frustrasi


__ADS_3

Darren yang menerima telepon dari polisi setempat langsung berkemas saat mendengar asisten pribadinya kecelakaan.


"Elma ...! Aku harus ke rumah sakit sayang. Kamu di sini saja dengan anak-anak." Ucap Darren buru-buru.


"Memangnya ada apa sayang?"


"Kia mengalami kecelakaan."


Duaaarrr....


"Innalilahi. Apakah dia baik-baik saja?"


"Aku belum tahu. Kata polisi dia mengalami luka parah."


"Tolong kabari aku apapun yang terjadi pada KIA. Lakukan yang terbaik untuk KIA jika keadaannya parah sayang." Ucap Elma terlihat sedih.


"Doakan saja semoga Kia tidak apa-apa. Aku berangkat dulu. Jangan segan untuk menghubungiku karena kamu juga belum sehat. Minta bibi Ani membantumu menjaga anak-anak."


Ucap Darren mencium bibir istrinya" Aku mencintaimu sayang." Ucap Elma.


Darren membawa mobilnya sendiri menuju rumah sakit. Di dalam kamar operasi, dokter Bella yang sedang memimpin operasi itu benar-benar butuh konsentrasi untuk menyelamatkan kekasihnya sendiri.


Walaupun saat ini rasanya ia ingin menangis. Tapi, niatnya untuk mengobati luka KIA di bagian pinggangnya agar Kia tidak mengalami kelumpuhan.


Operasi cukup menguras energi. Beberapa kali KIA mengalami pendarahan dan tekanan darahnya juga tinggi.


Dokter Bella terus saja berusaha semampunya untuk memberikan obat sesuai dosis yang di butuhkan oleh KIA.


"Sayang..! Aku mencintaimu! Jika kamu tidak selamat aku akan ikut mati bersamamu."


Ucap dokter Bella lirih membuat tim bedah yang lain tercengang karena mereka belum tahu pasien ini adalah kekasihnya dokter Bella atau bos mereka sendiri.


"Dokter Bella! Apakah pria tampan ini kekasih Anda?"


"Iya. Kami baru merencanakan pernikahan kami. Tapi sekarang dia ...suara dokter Bella tercekat dengan tangis yang tertahan.


"Dokter Bella tapi resiko dari operasi ini akan membuatnya ....-"


"Iya aku tahu. Tapi tolong sembunyikan fakta ini secara medis karena aku tidak mau kehilangannya. Dia akan menjauhiku kalau dia tahu kondisi sebenarnya." Pinta dokter Bella.


Tim dokter lainnya saling menatap karena semua keputusan hasil laporan medis pasien hanya dokter Bella yang bisa memutuskannya.

__ADS_1


Mereka pun hanya menerima saja. Apa lagi saat ini, pasiennya adalah kekasih dokter Bella sendiri. Untuk menjaga kode etik mereka sebagai dokter, mereka harus merahasiakan tentang keadaan KIA.


Usai menjalani operasi selama delapan jam, akhirnya KIA di pindahkan ke ruang Inap VVIP atas perintah Darren.


"Bagaimana keadaannya Bella?"


"Untuk beberapa Minggu dua harus menggunakan kursi roda karena tulang selangkangannya ada sedikit mengalami keretakan dan tulang belakangnya baru selesai dioperasi karena patah."


"Apakah dia bisa berjalan lagi?"


"Bisa. Kalau KIA mau menjalani terapi." Ucap dokter Bella.


"Apakah hanya itu? Apakah tidak ada hal serius yang terjadi padanya?" Tanya Darren untuk memastikan keadaan Asistennya saat ini.


"Tidak ada Tuan Darren. Hanya itu yang saya tahu dari laporan hasil medisnya." Ucap dokter Bella sambil menekan perasaan sedihnya.


"Maafkan aku Darren! Aku telah membohongi kamu. Hanya dengan cara ini, hubungan kami tetap baik-baik saja." Batin dokter Bella.


"Baiklah. Kalau begitu aku titip dia padamu. Jika kamu lelah, tolong rekomendasikan perawat cowok untuk menjaganya." Pinta Darren.


"Baik Tuan Darren. Terimakasih atas segalanya!"


"Tolong hubungi aku kalau terjadi sesuatu pada KIA dan sampaikan salam kami untuknya kalau dia sudah sadar nanti. Jangan segan untuk minta bantuan padaku. Nanti sore aku kembali lagi ke rumah sakit, sekarang ini aku sangat mengantuk." Ucap Darren saat masuk waktu subuh.


"Sopir yang datang jemput aku. Mengenai mobilnya KIA, biar aku akan membelikan mobil baru untuknya." Kata Darren.


Dokter Bella menjaga sendiri KIA karena saat ini ia sedang off. Tubuhnya juga butuh rehat.


Darren sebenarnya tidak langsung pulang ke rumah istrinya yang ada di Bandung. Ia mendatangi kantor polisi setempat untuk mengetahui kronologi kecelakaan.


"Apa yang terjadi dengan asisten saya, pak?"


"Sepertinya kecelakaan ini murni sabotase."


"Maksud anda...?"


"Tuan KIA sudah diincar oleh seseorang yang inginkan kematiannya. Saat ini orang yang menabrak mobil tuan KIA sedang di tahan oleh kami." Ucap polisi Gunawan.


Darren merasa heran karena selama ini setahunya mereka tidak memiliki musuh. Apa lagi KIA tidak pernah punya masalah dengan siapapun.


"Siapa yang tega melakukan ini pada pria malang itu? Apakah ini ada hubungannya dengan Bella?" Curiga Darren.

__ADS_1


"Tuan Darren! Apakah anda mencurigai seseorang?" Tanya polisi Gunawan saat melihat tuan Darren sedang memikirkan sesuatu.


"Aku tidak menaruh curiga pada staff ku maupun relasi perusahaan ku karena perusahaan aku ada di Jakarta dan di sini hanya ada hotel milikku.


Tapi di sini juga hanya ada perusahaan milik istriku. Aku rasa asisten pribadiku tidak punya musuh." Ucap Tuan Darren.


"Baiklah. Kalau begitu biar kami akan menyelidiki sendiri kasus ini walaupun harus melibatkan banyak pihak nantinya." Ucap polisi Gunawan.


"Perkecil kan saja penyelidikannya pak! Tolong selidiki kekasihnya dokter Bella. Sekarang ada di rumah sakit Mitra Bandung.


"Baik Tuan Darren. Terimakasih tuan Darren!" Ucap polisi Gunawan.


Di kamar VVIP KIA. Dokter Bella yang sedang tidur di sofa sambil menantikan KIA siuman dari operasinya. Kia mulai perlahan mengerjapkan matanya dan melihat ada wanita cantik yang sedang terlelap tidur di sofa.


"Bella...!" Panggil KIA.


Bella membuka matanya dan melihat Kia sudah sadar.


"Hei...! Apakah kamu sudah baikan? Apakah ada yang sakit?"


"Sepertinya kakiku tidak bisa bergerak."


"Tenanglah sayang!" Aku sengaja membius bagian kamu agar kamu tidak banyak gerak karena kami baru operasi bagian tulang belakangmu karena ada yang patah."


"Bagaimana dengan metabolisme tubuhku?"


"Semuanya melalui urine. Untuk sementara kamu harus makan bubur dulu atau makanan lembut lainnya.


Aku yang akan mengurus mu. Aku tidak akan pulang sebelum kamu dinyatakan bisa pulang dari rumah sakit ini." Ucap dokter Bella.


"Aku tidak mau menyusahkan mu. Rekomendasikan aku perawat pria untuk mengurusku di sini." Ucap KIA.


"Aku tidak merasa direpotkan. Kita ini sepasang kekasih." Ucap dokter Bella.


"Tidak...! Kita hanya kekasih bukan suami istri. Aku tidak mau menyusahkan mu. Bukankah kamu tidak suka memiliki pasangan yang penyakitan dan aku tidak ingin kamu merawat ku."


"Lantas apa yang harus aku lakukan? sementara kamu terluka karena kecelakaan bukan karena penyakitan. Tolong bedakan perkataan aku KIA!" Bantah dokter Bella.


"Aku tidak peduli. Semuanya sama saja di mataku. Aku tidak mau menyusahkan mu. Mana ponselku? Aku ingin menghubungi Tuan Darren." Pinta KIA.


"Ponselmu rusak karena kecelakaan itu. Mobilmu ringsek dan tidak akan bisa diperbaiki. Sekarang tolong dengarkan aku. Jika kamu menurut kamu akan segera sembuh." Ucap dokter Bella.

__ADS_1


"Pergilah dari hadapanku! Tolong hubungi Tuan Darren agar aku aku dipindahkan ke rumah sakit Jakarta dan mulai hari ini kita putus."


Duaaarrr....


__ADS_2