Rahasia Gadis Bermasker

Rahasia Gadis Bermasker
23. KETULUSAN


__ADS_3

Operasi Darren berjalan dengan baik. Darren di kembalikan lagi ke ruang perawatan menunggu perkembangan otaknya, apakah laki-laki ini akan kembali normal atau sesuatu akan menimpa dirinya efek dari pasca operasi.


Darren masih belum siuman dari obat penenang nya. Walaupun begitu Elma dan dokter melendez yang memimpin operasi pada Darren cukup tegang menanti hasilnya.


"Apakah suami saya masih lama sadarnya, dokter Melendez?"


Tanya Elma sudah tidak sabar menunggu Darren siuman.


"Seharusnya sudah sadar, tapi biar kita tunggu sedikit lagi waktunya, kalau masih belum sadar biar kami akan mempercepat kesadarannya." Ucap dokter Melendez.


"Baik dokter!"


Elma menatap wajah tampan suaminya dengan kepala yang di beri jaringan pengaman agar terjaga dari benturan.


"Darren! Mengapa kamu tega menyembunyikan fakta sebenarnya dariku bahwa kamu adalah pria pemerkosa itu.


Entah apa yang harus aku lakukan padamu saat ini. Aku sangat marah tapi aku juga sangat mencintaimu." Ucap Elma lirih.


Tidak lama kemudian Darren sadar sambil membuka matanya secara perlahan dan ia melihat orang pertama di hadapannya kini adalah wajah cantik istrinya terpampang jelas di depannya.


Wajahnya masih kelihatan datar menatap nanar sang istri yang berusaha tersenyum padanya.


"Alhamdulillah akhirnya kamu sadar sayang."


Ucap Elma penuh syukur.


"Siapa kamu...?" Tanya Darren dalam keadaan bingung. Ia merasa melihat orang asing di hadapannya.


Duarrr....


Elma tercengang mendengar ucapan suaminya. Namun ia sudah mempersiapkan dirinya untuk menerima segala risiko Darren pasca operasi.


Dokter Melendez mendatangi lagi pasiennya begitu mengetahui Darren sadar.


"Tuan DARREN! Selamat, operasi anda berhasil. Saya akan memeriksa kembali semua organ vital anda."


"Dia tidak mengenali aku dokter?" Ucap Elma kecewa.


"Kita sudah membicarakan resiko yang akan dihadapi pasien pasca operasi nona Elma. Jadi anda harus menerima konsekuensinya."


Ucap dokter Melendez.


"Saya tahu itu dokter. Apakah amnesianya itu akan berlangsung secara permanen?" Tanya Elma cemas.


"Suatu keajaiban jika Tuan Darren bisa ingat kembali bagian memorinya yang hilang saat ini. Bersabarlah untuk tetap membantunya mengingatkan kembali semuanya. Dan itu tugas anda nona Elma."


Ucap dokter Melendez.


"Apakah dia akan menolak aku dokter?"


"Sebelum operasi ini berlangsung, dia mengatakan kepadaku bahwa dia akan mengingat anda dengan hatinya walaupun otaknya tidak mampu lagi untuk mengingat semuanya. Karena dia sangat mencintaimu lebih dari hidupnya."

__ADS_1


Ucap dokter melendez membuat Elma sangat terharu.


Elma menatap lagi wajah Darren. Banyak hal yang ingin ia sampaikan kepada Darren tentang perkara diantara mereka yang belum tuntas namun mendengar ucapan dokter Melendez barusan membuat hati Elma meleleh.


"Sayang! Perkenalkan aku istrimu Elma dan kita sedang menantikan kelahiran bayi kedua kita."


Ucap Elma sambil meletakkan tangan Darren ke perutnya.


Darren menatap wajah cantik istrinya, walaupun ia tidak mengingat apapun tentang Elma namun hatinya bergetar hebat saat mata mereka terkunci.


"Apakah benar aku suamimu?"


"Jika kamu menolak mempercayai aku, tidak apa Darren. Aku memaklumi kondisimu pasca operasi tumor otakmu.


"Kita sedang berada di mana dan di mana anakku yang lain?"


"Itu putramu!" Ucap Elma saat melihat Kia membawa putra mereka.


"Dan dia....?"


"Asisten pribadimu KIA."


"Daddy!"


Sapa Darren mencium pipi ayahnya.


Darren tersenyum pelit pada putra pertamanya. Semuanya terasa kacau baginya karena tidak bisa mengingat apapun.


Tanya KIA menatap wajah Darren yang terlihat dingin padanya.


Darren tidak menyukai kehadiran KIA. Apa lagi bicara akrab dengan Elma. Hatinya tiba-tiba merasa sangat cemburu saat Elma menjelaskan keadaannya kepada KIA.


"Aku lapar! Maukah anda menolongku untuk menyuap aku makan?"


Pinta Darren membuat Kia tersenyum.


"Lihatlah dia nona Elma! Walaupun otaknya lupa ingatan, tapi perilaku manjanya pada anda tidak bisa ia tinggalkan. Ia ingin selalu di manja oleh anda."


Goda KIA membuat wajah Darren memerah menatapnya geram.


"Cih! Kau selalu saja menyusahkan istrimu." Ucap KIA lalu mengajak lagi Baby DARREN main di luar.


Elma menyuapi makanan untuk Darren. Maniknya terus menatap Elma yang akhirnya ikut bergetar juga ditatap suaminya sendiri.


"Kenapa kami berdua seperti orang yang baru saling mengenal?"


Gumam Elma membatin.


"Kenapa aku bisa mendapatkan istriku secantik ini. Dan putra pertama kami juga sangat tampan." Batin Darren.


"Apakah aku boleh mencium kamu?"

__ADS_1


Tanya Darren yang begitu ingin mengecup bibir Elma yang membuatnya tergoda.


"Habiskan makananmu! Baru kita akan berciuman."


Ucap Elma membuat jantung Darren makin berdenyut kencang.


"Ada apa dengan hatiku? Kalau dia memang istriku berarti kami sudah sering bercinta. Tapi, kenapa hanya minta ciuman saja seolah aku akan mendapatkan hadiah terbesar darinya?" Batin Darren bahagia.


Elma meletakkan piring kotor di nakas lalu menutup gorden agar mereka bisa berciuman dengan bebas.


Darren begitu gugup saat wajah Elma mendekati wajahnya hingga tidak ada jarak yang terkikis antara mereka.


Seperti orang yang baru jatuh cinta dan merasakan lagi pengalaman pertama mereka berciuman.


Ciuman penuh kerinduan itu berlangsung syahdu. Darren seakan tidak ingin berhenti untuk terus memperdalam ciumannya sambil tangannya menjelajahi bagian dada sang istri.


Elma menahan tangan suaminya karena ini adalah rumah sakit. Walaupun berada di luar negeri namun Elma masih berpikir waras secara orang yang beragama dengan banyak nilai moral yang perlu di junjung tinggi.


"Sayang! Kamu baru selesai operasi. Jangan terlalu memaksakan diri. Kita bisa melakukan lebih dari ini setelah kamu pulang dari rumah sakit."


Pinta Elma menahan gejolak rangsangan hebat yang diberikan suaminya.


"Baiklah! Tanyakan dokter itu kapan kita bisa pulang. Aku sudah tidak betah di sini. Aku ingin bersamamu. Aku saat ini sedang jatuh cinta padamu."


Ucap Darren dengan nafas memburu.


"Iya sayang! Jangan terburu-buru. Aku tidak ingin membuatmu sakit."


Ucap Elma memberi pengertian pada suaminya.


"Aku tidak sabar lagi bercinta denganmu Elma."


"Kita masih punya banyak waktu Darren. Mengapa kamu seperti pengantin baru yang tidak sabaran menggauli istrinya."


Canda Elma membuat Darren tersenyum pelit.


"Entahlah! Aku seperti baru pertama mengenalmu dan langsung jatuh cinta. Dan aku senang mengetahui kalau kita adalah suami isteri dengan begitu aku tidak perlu segan untuk menyentuhmu."


Tukas Darren semangat.


"Kamu baru bangkit dari kematian namun semangatmu tentang gairah cinta menjadi tujuan utama mu."


"Apakah aku tidak seperti itu di kehidupan sebelumnya? Apakah ada perbedaan antara diriku yang sekarang dengan yang kemarin? mana yang kamu lebih suka antara keduanya?"


"Aku lebih menyukaimu yang dulu tapi tidak apa karena kamu tidak merasa canggung padaku dan aku tidak perlu merasa kelelahan memberi tahu semua hal yang berkaitan dengan masa lalumu, Darren."


"Berapa usia kandungan mu saat ini? dan di mana kita tinggal?"


"Dua bulan lagi aku akan melahirkan. Aku berharap saat aku melahirkan kamu sudah mendapatkan kembali ingatanmu. Dan saat ini kita berada di rumah sakit California Amerika dan kita tinggal di Jakarta.


"Apakah kelahiran putraku yang pertama, aku juga menemanimu saat kamu melahirkan bayi pertama kita sayang?"

__ADS_1


Deggggg...


__ADS_2