RAHIM SEWAAN TUAN MUDA

RAHIM SEWAAN TUAN MUDA
Part 21 (REVISI)


__ADS_3

...selama mereka memakan bakso tersebut tidak ada percakapan sama sekali.mereka hanya saling diam....


...Dewi selesai lebih dulu dan menunggu Reyhan untuk menyelesaikan makannya. penjual bakso yang tadi mengajak nya ngobrol juga sudah diam ketika bakso pesanan Dewi sudah ia antar....


"Tuan sudah selesai?" tanya Dewi


"hmmm"


"kita langsung pulang ya. aku bayar ke abangnya dulu"


...Reyhan hanya diam,menahan tangan Dewi yang akan beranjak dan memberikan dompet milik Reyhan tanpa mengeluarkan kata-kata....


"maksudnya gimana tuan?"


...Reyhan juga masih terdiam dan hanya melihat ponselnya....


"apa saya harus membayar bakso ini dengan uang yang ada di dalam dompet tuan?" tanya Dewi lagi


"hmmm"


"boleh minta tolong ambilkan uang 50rb saja tuan, saya tidak berani membuka dompet anda" ucap Dewi sambil memberikan dompet Reyhan kembali


...Reyhan hanya diam menatapnya dan mengambilkan uang yang Dewi minta tadi....


...Setelah Dewi membayar makanan tadi,mereka pun masuk ke mobil dan Dewi memberikan uang kembalian bakso tadi....

__ADS_1


"tuan ini kembaliannya 14ribu tadi makan habis 36ribu"


...Reyhan yang melihat itu hanya menatap Dewi dan Reyhan sedikit terpukau Karna kejujuran dan amanah Dewi meski dengan hal yang sangat sederhana....


"bawa saja" cuek Reyhan lalu menghidupkan mobil dan melaju dengan kecepatan sedang


"tuan bolehkah turunkan saya ke supermarket?"


"kenapa?" jawab Reyhan tanpa melihat Dewi


"saya ingin membeli susu hamil"


...Reyhan yang mendengar itu lantas menoleh ke arah Dewi. bagaimana dia bisa melupakan hal penting itu utk pertumbuhan anaknya....


...Reyhan tanpa menjawab lagi. dia parkir di supermarket terdekat dari mobil dia tadi....


...Mereka jalan masuk kedalam supermarket untuk membeli susu hamil dan beberapa kebutuhan yang stoknya sudah menipis....


...Selama perjalanan pulang ke apartemen nya Reyhan sama sekali tidak mengajak Dewi berbicara sepetah kata pun. Dewi yang ingin membuka percakapan juga tidak berani....


...Sampai saat ini sebenarnya Reyhan sudah mulai menyukai Dewi. begitupun Dewi yang merasakan debaran aneh ketika Reyhan bertindak manis....


...tapi mereka segera menepis dan melupakan perasaan itu....


"Tuan mau mandi sekarang?" tanya Dewi yang sedang menata belanjaan nya tadi

__ADS_1


"duduk saya ingin berbicara sebentar"


"baik tuan"


"kenapa kamu tidak mengakui saya didepan penjual baso tadi?"


"mengakui sebagai apa tuan?"


"saya ini siapa kamu?" tanya Reyhan dengan menatap Dewi yang sedikit ketakutan


"emmm. tuan suami saya"


"trus,apa yang kamu katakan tadi ke penjual baso tadi?aku atasan mu? iya seperti itu?"


"maaf tuan jika perilaku saya tadi menyakiti anda saya hanya tidak ingin perjanjian kita terbongkar,hanya itu saja"


"Setidaknya didepan pedagang tadi yang ingin mengenalkan mu dengan keponakannya akui aku sebagai suamimu"


"maaf tuan, saya tidak bisa melakukan itu. tempat pedagang baso itu dekat dengan rumah saya dan adik saya sering beli disitu. jika saya mengakui didepan amang tadi ,pasti adik saya pun juga akan tau tuan"


"Haisshh.. menyebalkan" Reyhan bangkit dari duduknya langsung menuju kamar untuk membersihkan diri


...Reyhan tidak tau kenapa dia begitu marah saat Dewi tidak mengakuinya sebagai suami dan mendengarkan obrolan mereka tadi....


'kenalan dengan ponakannya,heh tidak akan pernah terjadi!' monolog Reyhan didalam kamar mandi

__ADS_1


...Dewi yang ditinggal begitu saja diruang tv bergegas melanjutkan menata belanjaan nya dan memasak air untuk membuat susu dan teh hangat untuk Reyhan....


...****************...


__ADS_2