RAHIM SEWAAN TUAN MUDA

RAHIM SEWAAN TUAN MUDA
Chapter 2 ~ Part 11


__ADS_3

Dewi kini dalam perjalanan ke Caffe adiknya. dia ingin sedikit menghilangkan penat dan memikirkan langkah apa yang harus ia ambil untuk permasalahannya ini.


"Siang mba" sapa Dewi ke karyawan Airin yang berjaga di kasir


"siang Bu Dewi, ada yang bisa saya bantu Bu"


"Airin ada?"


"Bu Airin sudah pulang Bu"


"oh kalau begitu tolong buatkan saya Coffe latte & beberapa cake ya"


"baik Bu Dewi, nanti saya antar ke ruangan ibu"


"terimakasih mba"


"sama-sama Bu"


Dewi berjalan keruangannya , bukan ruangan untuk bekerja melainkan ruangan yang Airin khususkan untuk keluarganya jika ingin berkunjung.


Sesampai di ruangan tersebut Dewi membuka laptop dan memasukkan data-data yang ia dapatkan ke dalam flashdisk.


Dia mencoba menghubungi nomer yang tidak ia kenal kemarin dengan nomer lain. tetap tidak ada respon.


Dewi memutuskan untuk menemui orang tersebut di alamat rumah yang sudah ia dapatkan.


'kenapa sesakit ini' batin Dewi


*****


Setelah menemui wanita yang ada di foto tersebut dewi pulang.


Dewi nyampai rumah pukul 17.30


Dewi tidak kerumah mama Rossa untuk menjemput anak-anaknya dulu,dia ingin menyelesaikan masalah ini dengan sang suami tanpa anak-anaknya mendengar suara-suara keras yang mungkin akan terjadi


"Bi, mas Reyhan sudah pulang?"


"belum Bu"


"oh baiklah,saya ke kamar dulu ya Bi"


Dewi berjalan kekamar untuk membersihkan diri terlebih dahulu.

__ADS_1


Dewi sudah berhasil mendapatkan banyak informasi mengenai wanita yang ada di foto kemarin.


.


.


selang beberapa menit Reyhan sampai dirumah dan menuju ke kamar.


Dilihatnya Dewi sedang duduk di soffa dengan memangku laptop.


Mereka berdua didalam kamar tidak ada tegur sapa atau sekedar senyum. didalam kamar ada penghuni nya tapi serasa tidak berpenghuni.


Reyhan pergi utk membersihkan diri setelah selesai ia duduk di tepi ranjang.


"Mas mau makan?" tawar dewi


"tidak, aku sudah makan"


"oh oke"


"ada yang ingin aku tanyakan" lanjut Dewi


"Hmm? soal?"


Dewi menarik kursi rias kearah reyhan dan Reyhan duduk ditepi ranjang.


"Aku mau tanya soal ini" Dewi mengambil bukti pembayaran tiket pesawat keluar kota tempo hari


"maksudnya?"


"tolong jawab pertanyaanku dengan sebuah jawaban mas"


"iya ini tiket yang aku pakai kemarin ke luar kota, ada apa?"


"Kamu keluar kota sama siapa mas? Andri?"


"Tidak, Andri menghandle perusahaan yang ada disini"


"Lantas kamu sama siapa?"


"Sendiri" jawab Reyhan dengan ekspresi sedikit bingung


"oh sendiri, kamu selama disana nginap Dimana mas?" tanya Dewi seraya beranjak dari tempat duduknya untuk mengambil air minum yang ada dimeja dekat soffa tadi

__ADS_1


"Di hotel, ada apa sih?"


"Bukannya di villa ya?"


"Maksudnya?" - Reyhan


"ini, ada transaksi penyewaan villa selama 5hari disana dan atas nama kamu" Dewi mengeluarkan bukti transaksi kedua


"kamu apa-apaan sih wi,lancang sekali kamu" ucap Reyhan dengan nada sedikit meninggi


"duduk dulu mas, aku bicara baik-baik loh"


"maksud kamu apa terlalu mengurusi urusanku?" jawab Reyhan dengan posisi masih berdiri


"Aku juga tidak ingin repot-repot mengurusi mu mas !! aku juga tidak Sudi ngurusin suami yang dengan pedenya mengumbar kemesraan dengan wanita lain dan yang paling gi*lanya dia tidak mau mengakui salah" Dewi berdiri dari tempat duduknya dan menatap Reyhan dengan tatapan tajam


Muka Dewi sedikit memerah,karna menahan amarah dan tangis.


Setelah Dewi mengucapkan kata tersebut dia membereskan bukti dan laptop yang ia keluarkan tadi dan berjalan keluar.


Sebelum Dewi keluar, Reyhan menahan tangan Dewi.


"maksud kamu apa? kamu yang memulai pembicaraan,kamu juga harus mengakhiri pembicaraan ini" ucap Reyhan


"pembicaraan ini tidak perlu diteruskan, jawab aja pertanyaan ku satu ini. apa benar kamu menyewa villa di kota tersebut selama 5hari?"


"hmmm"


"oke, jika itu benar. pembicaraan ini sudah cukup sampai disini, Aku tau semua tentang hubunganmu dengan perempuan bernama Cintya Isabella" Dewi meneteskan air mata


"Siapa yang ngasih tau kamu?"


"Aku tidak menerima informasi dari siapapun. asal kamu tau,aku memang bukan wanita yang pintar atau memiliki gelar bagus ,bukan mas. aku hanya wanita yang pernah kamu pungut untuk mengandung anakmu dan wanita yang dulu pernah kamu minta untuk bertahan disampingmu..tapi aku bukan wanita yang bodoh,bukan wanita yang bisa menerima perselingkuhan"


"lepaskan" lanjut Dewi dan segera beranjak keluar


Dewi pergi dengan mengendarai motor sendiri menuju kerumah mama Rossa.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Selamat pagi..


Selamat beraktifitas dan semoga cerita part ini menemani hari-hari kalian🥰

__ADS_1


Mohon selalu berikan dukungan untuk author yaaa.. Terimakasih ❤️


__ADS_2