
...Reyhan dan Dewi berjalan sedikit menjauh dari jenazah sang ibu....
...Reyhan memegang tangan Dewi dan Dewi sesekali menangis dan menunduk di pundak Reyhan....
...Airin dan nomi melihat kakaknya memeluk tangan seorang pria seketika mendekat....
"mbak" ucap Airin
"sini dek" Dewi melepas genggaman tangan Reyhan dan membuka tangan untuk memeluk adik-adiknya
...Mereka bertiga berpelukan dan Reyhan memundurkan tubuhnya. Reyhan menjaga Dewi dari kejauhan....
"kita saling menguatkan ya, jangan menangis nanti mbak ikut nangis" ucap Dewi sambil memeluk kedua adiknya
"heem" jawab Airin
...Nomi karna dia anak yang paling kecil dan paling dekat dengan ibunya merasa benar-benar kehilangan. nomi belum bisa sedikit membendung air matanya....
...Airin dan dewi yang melihat nomi masih menangis hanya bisa tersenyum....
...Saat ini nomi ketiduran di pangkuan Dewi dan ibu akan di makamkan sore harinya, karena masih harus menunggu beberapa saudara ibu....
"Sayang kamu pengin tiduran dulu? kita ke kamar ya" tawar Reyhan sambil berbisik
Degg .. jantung Dewi berdetak lebih cepat karna hanya sebuah panggilan dari Reyhan.
"tidak ,saya masih ingin disini" ucap Dewi seraya tersenyum
"adik kamu? bawa ke kamar ya. nanti kaki kamu kram"
"tidak papa,biarkan dia disini. terimakasih"
...Airin yang melihat interaksi kakaknya seketika langsung bertanya....
__ADS_1
"mbak dia siapa?" tanya Airin
"nanti mbak ceritakan" jawab Dewi tersenyum dan mengelus kepala Airin yang terbalut dengan jilbab nya
...Fikiran Dewi saat ini benar-benar kalut. dia melakukan ini semua karna ingin ibunya sembuh, berkumpul dan bahagia bersama. tetapi takdir berkata lain....
'ibu Dewi harus bagaimana' batin Dewi sambil melihat jenazah sang ibu
***
" tuan saya rasa nona Dewi perlu istirahat, mukanya agak pucat" ucap Andri
"dia nggak mau ndri" keluh Reyhan sambil menatap Dewi dari kejauhan
...Intan sahabat Dewi saat ini sedang dalam perjalanan kerumah Dewi dari menjemput teman-teman nya .karna rumah baru Dewi ini hanya intan yang tau. teman-teman lainnya tidak ada yang tau....
"assalamualaikum" ucap intan ketika masuk rumah dan jalan menuju dewi
...intan disana bersama dengan Pras dan angel, sahabat nya....
"intann" tangis Dewi seketika pecah melihat intan dan sahabat mereka
"sssttt,sudah sudah" jawab intan sambil mengelus punggung Dewi
...beberapa menit kemudian tangis Dewi mulai mereda dan kini gantian Pras dan angel yang mendekati Dewi....
...Dewi memeluk sahabatnya satu persatu. dan interaksi Dewi tersebut tidak luput dari pandangan Reyhan....
"Wi,nomi aku pindahkan ke kamar ya?" tanya Pras
"merepotkan tidak?"
"tidak,biarkan dia istirahat" jawab Pras sambil mengendong nomi ke dalam kamarnya yang di arahkan oleh Airin.
__ADS_1
...kini intan dan angel menguatkan Dewi. meyakinkan Dewi kalau semua ini sudah jalan terbaik....
"Andri tolong belikan susu ibu hamil dan beberapa makanan, agar Dewi sedikit mendapatkan asupan"
"baik tuan"
...Kini ke empat sahabat itu sedang berbincang dan Airin saat ini sedang berada dikamar nya untuk mengistirahatkan diri disamping nomi,sang adik....
...Selang beberapa menit Andri datang membawa susu ibu hamil yang Reyhan kirimkan fotonya, buah-buahan dan beberapa makanan....
"Ekhmm" dehem Reyhan ketika didekat Dewi
"Dewi kita ke belakang sebentar" ajak Reyhan
"baik"
"sebentar ya,aku ke belakang dulu" (tersenyum)
****
" ada apa tuan?" tanya Dewi
"ini minum dulu dan makanlah beberapa suap saja.kasian anak kita jika ibunya menangis dan tidak ada asupan makanan yang bisa ia makan" menyerahkan minuman yang sudah Reyhan buat dan beberapa makanan tersaji
"saya tidak ada nafsu makan sama sekali tuan" keluh Dewi
"tapi saya akan berusaha meminumnya saja" lanjut Dewi seraya mengambil gelas di meja
"jangan membantah bisa?" tanya Reyhan dengan suara penuh penekanan
"saya tidak ada nafsu makan tuan" ucap Dewi lagi
"kalau kamu tidak sedang mengandung aku biarkan kamu tidak memakan makanan apapun. sekarang ada nyawa di dalam rahim mu dan dia belum bisa cari makanan sendiri. jadi jangan egois" kata Reyhan sambil mendudukkan diri
__ADS_1
"duduklah dan makan" lanjut Reyhan
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...