RAHIM SEWAAN TUAN MUDA

RAHIM SEWAAN TUAN MUDA
Chapter 2 ~ Part 21


__ADS_3

Hari ini Airin tidak datang ke kampus,karna memang tidak ada kelas dan seharian ini ia menghabiskan waktu di Caffe nya karna semalam tidak bisa mengerjakan pekerjaan Caffe saat dirumah Dewi.


Airin juga sudah menghubungi Dimas untuk datang kerumah kakaknya & Dimas menyetujui itu.


****


Andri hari ini bekerja seperti biasanya dan untuk pertama kalinya dia bekerja dengan memasang muka paling buruk. Tidak ada senyuman,sapaan atau candaan ke rekannya.


Andri berharap jika apa yang ia inginkan semoga terwujud.


"Pak Andri ini ada beberapa berkas yang perlu tanda tangan pak Reyhan" ucap intan


"tunjukkan yang mana saja" jawab Andri dengan cuek


Intan menunjukkan dengan tubuhnya yang tanpa sengaja mengarah untuk mendekat ke Andri.


Andri hanya diam, karna intan adalah sahabat Dewi jadi ia fikir tidak akan terjadi apa-apa dan intan orang baik.


Tapi,intan tidak hanya menunjukkan berkas-berkas itu saja. ia mengarahkan pa*yu*daranya kearah lengan Andri dengan kepala mereka yang sejajar.


"stop intan, nanti akan saya cari sendiri.kamu bisa kembali ke ruangan kamu" ucap Andri ketika melihat kelakuan intan yang sedikit lebih agresif.


"Kenapa pak? apa ada Yang salah dengan pekerjaan saya?" jawab intan dengan posisi yang sama


"Keluarlah"


Bukannya keluar tetapi intan malah sedikit menggoda Andri dengan mengarahkan tangannya untuk menyentuh bagian depan tubuh Andri.


"apa-apaan kamu intan,tidak sopan sekali" Andri berdiri dari tempat duduknya dan suaranya sedikit meninggi


"saya tidak sopan hanya sama anda. saya begini hanya sama anda. saya melakukan hal melakukan seperti ini hanya sama anda. saya berani melukai muka saya dengan tingkah bo*doh saya ini hanya sama anda" jawab intan dengan menatap mata Andri


"Saya menyukai anda,saya mencintai anda,saya menaruh rasa terharap anda. tapi,apakah anda melihat saya sebagai wanita ? apakah anda melihat saya sebagai intan?"


"Saya terluka saat anda dengan beraninya menunjukkan ketertarikan terhadap Airin dan mengabaikan saya. tetapi anda dengan sengaja memberi perhatian ke saya" lanjut Airin dengan air mata yang kian menetas semakin deras.


Andri yang mendengar itu semua sedikit kaget, pasalnya intan tidak pernah mengatakan banyak kata dan tidak pernah berani menatap mata Andri.


Bahkan untuk perasaan intan yang baru saja ia dengarpun tidak pernah ia fikirkan. ia baik dan memberikan perhatian tidak hanya dengan intan, bahkan semua teman kerjanya menerima perhatian Andri dengan Porsi yang sama.


"Intan tenangkan dirimu, sepertinya kamu perlu istirahat"

__ADS_1


Intan hanya berlalu keluar meninggalkan ruangan Andri.


Sesampainya di ruangannya ia menangis sejadi-jadinya.


'aku tidak ingin melakukan ini,tapi ini terlalu menyakitkan' batin intan


'aku mencintainya dan aku membencinya dengan waktu yang bersamaan'


'aku sudah melukai harga diriku sendiri'


Intan menyesal dengan apa yang telah ia lakukan tadi.


****


Pukul 17.00


Airin kerumah Dewi untuk membantu menyiapkan hidangan yang akan ia sajikan untuk makan malam nanti.


"Mba masih ada yang perlu dibikin tidak?"


"itu dek, bantu mba bikin kue lapis. adonannya sudah jadi semua" jawab Dewi dengan menenangkan anaknya yang sedikit rewel


"oke mba"


tapi,tidak sekalipun Dewi terlalu mengandalkan ART atau pengasuh anaknya.


Reyhan memberikan fasilitas penuh ke Dewi, Reyhan memberikan ART dan pengasuh untuk membantu Dewi dan supaya Dewi tidak merasa kecapean.


tapi bukan Dewi namanya kalau tidak mengerjakan pekerjaan rumah seperti biasanya.


Bibi ia tugaskan untuk fokus membersihkan rumah & membantu memasak sedikit-sedikit.


Pengasuh pun ia tugaskan hanya untuk menemani saat Dewi sibuk.


urusan menyuci baju suami & anak-anaknya Dewi kerjakan sendiri.


Menemani anaknya tidur pun lebih sering Dewi yang menemani.


.


.

__ADS_1


.


Setelah habis Maghrib Reyhan pulang dengan Andri disampingnya.


Semua sajian makanan sudah siap dan kini Airin sedang bermain dengan keponakannya.


Setelah apa yang terjadi kemarin, Airin dan Andri tidak ada komunikasi seperti biasa yang pernah lakukan.


"sayang aku capek banget" keluh Reyhan dengan menggendong Dewi keranjang dan memeluk Dewi dengan sedikit agresif


"capek ya, udah makan belum mas?" Dewi membelai rambut dan punggung suaminya


"udah"


"sholat udah?"


"udah"


"yauda tidur dulu ,nanti kalau sudah pada Dateng aku bangunin"


"sayanggg"


"Hmm,ada apa mas?"


"aku pengin" ucap Reyhan dengan menc*ium leher Dewi


"bukan waktunya. dah kalau gitu kamu mandi gih sana"


"bentaran aja yang" rengek Reyhan dengan beralih ke bukit kembar Dewi


"mas aku gamau kalau sekarang, dah bangun. aku mau keluar aja"


Bukan Reyhan namanya kalau nggak ngeyel, dia masih diposisi yang sama dan memainkan squishi dari luar pembungkus nya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Sore 👋👋👋


Sudah up yeawww.. semoga suka


Part selanjutnya mau adegan Dewi Reyhan atau langsung ke inti jawaban Airin ??? komen yaaaa..

__ADS_1


Terimakasih ❤️


__ADS_2