
Airin dan Andri saat ini tengah di mobil berjalan menuju pasar tradisional.
Andri yang awalnya ingin membawa Airin ke supermarket ditolak oleh Airin. lantaran Airin lebih suka jika berbelanja di pasar tradisional, menurutnya di pasar tradisional lebih lengkap dan lebih murah.
Sesampainya mereka di pasar tradisional tersebut ,Airin menuju blok daging ayam potong dan membeli sebanyak 3kg.
Bukan tanpa sebab Airin membeli sebanyak itu, karna nanti masakan tersebut akan ia sajikan untuk seluruh keluarga besar Prayoga dan Andri.
"Total berapa pak?"
"3kg 120rb neng"
"ini ya pak" Airin menyerahkan uang 50ribuan 3lembar.
Setelah membeli ayam, Airin berjalan menuju ke bahan-bahan yang berada tidak jauh dari tempatnya membeli ayam.
Airin juga membeli beberapa kebutuhan pokok untuk dirinya dan kakanya.
sebelum mereka pulang kerumah, mereka berjalan ke arah pedagang es serut.
"Airin kamu juga mau?" tanya Andri karna yang mengajak mampir dulu Andri
"mau mas"
Setelah Andri memesankan pesanan ke penjual Andri duduk didekat Airin.
"Kamu sudah memikirkan soal kuliah kamu Rin?" tanya Andri untuk memecahkan suasana
"belum mas, masih bingung mau kuliah atau tidak"
"kenapa harus bingung?"
"Mengurus Caffe dan uang untuk biaya kuliah belum banyak terkumpul mas"
"kenapa kamu memikirkan soal biaya segala?"
__ADS_1
"ya kenapa tidak mas"
"kan kamu ada mbak Dewi dan pak Reyhan. kenapa tidak meminta saja"
"hehe tidak mas , aku tidak enak jika merepotkan mbak Dewi dan kak Reyhan. aku akan berusaha sendiri untuk kebutuhanku. ya meskipun mas Reyhan tiap bulan selalu mengirimkan uang untuk aku dan nomi. tapi yang tersebut tidak aku pakai mas, akan aku pakai jika keadaan mendesak"
"jadi selama setahun kebelakang ini uang yang pak Reyhan kirimkan belum pernah kamu pakai?" kaget Andri mendengar hal tersebut
"pernah aku pakai , untuk menambah modal buka cabang Caffe dulu mas"
"tapi ini aku juga masih mengumpulkan uang modal dari uang mas Reyhan itu" lanjut Airin
"astaga Airin, bahkan jika kamu menghabiskan dalam waktu sekejap,mas Reyhan tidak akan marah"
"dan kalau kamu bilang mau kuliah pun mas Reyhan juga akan membiayai kuliah kamu" lanjut Andri
"iya mas betul,bahkan mba Dewi juga sering tanya . tapi memang aku orangnya ga enakan mas. mau digimanain juga rasanya kurang jika aku merepresentasikan mereka"
"huftt.trus biaya sekolah nomi?"
"Baik sekali kamu Rin, pintar juga mengatur keuangan"
"masih tahap belajar mas"
"tidak banyak anak muda punya fikiran yang sudah matang sepertimu"
"terimakasih" (tersenyum)
Setelah mereka menyelesaikan pesanannya,mereka segera pulang kerumah sang kaka.
****
Dirumah Reyhan
"Sayang,apa kamu tidak ingin berjalan-jalan keluar?"
__ADS_1
"Aku tidak kuat untuk naik turun tangga mas" ucap Dewi dengan merapatkan pelukan di lengan Reyhan
"mau aku gendong?"
"tidak,aku sangat berat"
"Ayo tidak apa-apa aku gendong,, kamu mau duduk ditaman? apa diteras?"
"ditaman saja mas, pakai karpet saja .jangan di kursi.aku mau tiduran"
"oke sebentar,aku siapkan dulu ya"
Reyhan turun kebawah dan menyiapkan semua yang diminta Dewi.
Baby reyga sedang tidak ada dirumah, baby reyga saat ini sedang berada di rumah orangtua Reyhan dan akan melakukan perjalanan ke luar kota untuk menemani kakek neneknya.
***
Selama perjalanan pulang Airin dan Andri selalu bercerita tentang hal apapun .
sekarang tidak ada kesunyian yang hinggap.
Sesampainya dirumah reyhan, Airin menuju dapur dan Andri mengikuti dari belakang.
"mau aku bantuin Rin?"
"hemm? emang mas Andri bisa masak?" tanya Airin dengan tangannya sibuk membuka ikatan-ikatan plastik belanjaannya.
"Tidak sih, aku bantu ngupas atau nyicip makanan saja"
"wah wah. baiklah ,nanti tolong bantu Airin untuk mengahabiskan makanan ini yaa" jawab Airin dengan bercandaan.
Tingkah mereka tak luput dari pandangan Reyhan yang sedang berjalan menuju dapur untuk mengambilkan cemilan dan beberapa minuman untuk Dewi.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
__ADS_1