RAHIM SEWAAN TUAN MUDA

RAHIM SEWAAN TUAN MUDA
Part 25 (REVISI)


__ADS_3

...Dewi segera mengambil makanan yang bisa ia makan. bukan karna Dewi masih mual melainkan Dewi sedang tidak ingin memakan apapun....


"tuan saya hanya bisa memakan nasi rames ini saja" Dewi mengucapkan setelah makanan itu habis


"tidak apa-apa, ini buahnya dimakan dulu. makanan yang belum kamu sentuh itu nantinya biar dimakan adik-adik mu"


"hmmm?!"


"kita tidak memberikan sisa makanan untuk adik-adik mu. tadi memang sengaja beli banyak dan beda-beda biar kamu memilih sendiri makanan yang ingin kamu makan dan sisanya bisa dimakan adik-adik mu atau Andri"


"oh iya tuan,maaf"


"tidak apa-apa. setelah makan buah, istirahat barang sejenak. semua kehidupan manusia sudah ada garisan takdir dari sang maha kuasa. jadi jangan pernah menyalahkan takdir yang saat ini kamu hadapi." ucap bijak Reyhan


"iya tuan"


"mari aku antar ke kamar. biarkan pemakan Andri yang mengurus"


...Waktu masih menunjukkan siang hari dan Dewi memutuskan untuk tidur sebentar sambil menunggu saudara ibunya yang masih dalam perjalanan....


...Keluarga yang dulu meninggalkan saat Dewi kesusahan kini mereka datang silih berganti....


...Entah apa yang kini mereka fikirkan. tapi Dewi yakin jika kita mempunyai harta yang banyak dan kehidupan yang lebih baik, keluarga akan menganggap kita keluarga....


...Dewi kini mencari posisi tidur yang nyaman,tapi daritadi dia hanya membolak-balikkan badan....


"ada apa wi?" tanya Reyhan yang melihat raut gelisah Dewi


"saya sedang mencari posisi nyaman untuk tidur tuan"


"coba sini saya bantu" Reyhan berjalan ke ranjang dan menata bantal atau guling untuk menjadi sandaran punggung Dewi

__ADS_1


"gimana sudah enakkan?" tanya Reyhan


"sudah lebih baik daripada tadi tuan, terimakasih"


"Hmm, tidurlah" Reyhan mengelus punggung Dewi dan menatap lekat wajah Dewi


...30menit kemudian keluarga dari mendiang ibu Dewi datang dan mereka hanya disambut oleh beberapa tetangga dan Airin....


...Naomi saat ini masih dikamarnya dan sahabat Dewi membantu untuk menyiapkan beberapa kebutuhan untuk acara tahlil nanti malam....


...Reyhan yang melihat kasih sayang dan kerjasama antar Sahabat ini menjadi sedikit iri karna sahabat yang Reyhan punya bukan hanya memberikan kasih sayang, melainkan juga memberi pengkhianatan....


...Reyhan berjalan ke kamar kembali setelah mengecek keadaan diluar....


"Dewi bangun,saudara ibu kamu sudah datang. apa kamu tidak ingin menemui ny?" ucap Reyhan sambil mengelus Surai rambut Dewi


"eunghh. jam berapa ini tuan?"


"masih jam 2, masih mau lanjut tidur atau bangun sekarang?"


"tuan" Dewi menatap bola mata Reyhan


"iya?ada apa?"


"boleh minta tolong?"


"apa,katakan?"


"Pundak dan punggung saya terasa berat,boleh minta tolong untuk sedikit memberikan pijatan?" tanya Dewi sambil menunduk


"emm,tidak usah aja deh tuan..hehe maafkan saya,saya akan meminta tolong adik saya saja nanti" Dewi menyingkap selimut yang menutup kakinya.

__ADS_1


"heh! mau kemana. tidurlah dulu,aku ambilkan minyak atau lotion disana"


"tuan tidak keberatan?"


"tidak,siapa yang bilang?"


"terimakasih"


...Reyhan melakukan pijatan di pundak dan punggung Dewi dengan ikhlas....


"terimakasih tuan"


"Dewi,saya boleh meminta sesuatu?" tanya Reyhan dengan sungguh-sungguh


"meminta apa tuan?"


"jangan panggil saya dengan sebutan tuan lagi,bisa?"


"emmm memangnya kenapa tuan?"


"yang perlu kamu ingat kembali,saya suami kamu dan bukan tuan kamu. ya meskipun pernikahan kita akan berakhir sebentar lagi,tapi status kita tidak akan merubah apapun"


"baik tuan"


"tuan lagi? coba kamu katakan ingin memanggil aku dengan sebutan apa?"


"emmm. Kakak? mas? Abang?"


"dikira aku pedagang baso seperti yang ada di dekat kontrakan mu sana, jangan kakak aku ga suka.. mas aja boleh"


"baik mas" (Dewi tersenyum)

__ADS_1


"yasudah ayo kita keluar.keluarga sudah menunggu kamu"


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


__ADS_2