
...Reyhan dan Dewi berjalan bergandengan menghampiri satu persatu keluarganya....
...Airin yang melihat kakaknya selalu dekat dengan laki-laki tersebut curiga jika mereka memiliki hubungan yang serius....
"mbak bisa kita bicara sebentar?" tanya Airin dengan nada yang sangat kecil
...Reyhan mendengar ucapan Airin meskipun Airin berbicara sangat kecil....
"hmm.ada apa dek?"
"kita bicara berdua mba..ada yang mau Airin tanyakan?" tatapan Airin turun melihat perut Dewi yang sedikit membesar
...Airin yang melihat itu kaget dan hanya bisa melihat kakaknya dengan tatapan penuh tanya....
"mbak tau apa yang kamu fikirkan,nanti mba jawab semuanya setelah pemakamannya ibu ya" ucap Dewi
...Jam 4 sore pemakaman mendiang ibunya Dewi di makamkan. Dewi kini masih duduk dengan mata berkaca-kaca,dia hanya mengusap nisan sang ibu dan tanpa mengeluarkan suara....
'ibu,doakan Dewi disini dan tolong berikan ridho ibu. ampuni kesalahan Dewi ya ibu' batin Dewi
"Dewi ayo kita pulang. sudah malam,tidak baik untuk kesehatan mu" ucap Reyhan seraya mengusap punggung Dewi
"iya mas"
"dek ayo kita pulang" ajak Dewi ke kedua adiknya
...Selama dalam perjalanan mereka hanya diam. Airin duduk didepan dengan Andri yang mengemudikan mobil. Reyhan duduk disamping Dewi dan Naumi yang didekat jendela....
Ketiga sahabat Dewi berada di mobil lainnya.
"Dewi,Airin & Naumi langsung membersihkan diri ya. setelah itu turun ,Kita makan dulu" ucap Reyhan setelah turun dari mobil
"Iya mas" hanya Dewi yang menjawab & kedua adik Dewi hanya diam tanpa mengeluarkan suara
__ADS_1
"intan,angel,Pras makasih yaa" ucap Dewi dan mereka kini saling memeluk. tetiba yang memeluk Pras ,Reyhan naik pitam dan langsung menarik tangan Dewi untuk mendekat kearahnya.
"Dewi langsung masuk" ucap Reyhan dengan tatapan yang menusuk
"iya mas,ayo dek. aku tinggal dulu ya" pamit Dewi ke sahabat nya
"Kamu sahabat Dewi?" tanya Reyhan ke Pras
"hmmm"
"meksipun kamu sahabat Dewi jangan pernah sentuh Dewi sedikitpun. paham?"
"apa hak anda? Anda bukan siapa-siapa Dewi. Anda tidak berhak marah sampai segitunya" cemooh Pras
"saya..."
"tuan" Andri memberhentikan ucapan Reyhan
"mari kita masuk"
"baik pak"
...Reyhan kini menuju kamar yang tadi Dewi tempati untuk tidur dan Andri mengecek masakan untuk tuannya makan sebentar lagi....
"mbak jawab jujur sama kita. laki-laki itu siapa dan perut mbak Dewi seperti lebih membesar?" tanya Airin & nomi hanya diam
"maafkan mbak ,jika langkah yang mbak ambil ini membuat kalian dan ibu kecewa. tapi mbak melakukan ini semua semata-mata hanya untuk pengobatan ibu" Dewi menatap satu persatu adik-adiknya.
"status laki-laki itu saat ini adalah suami mbak dan perut mbak ini ada calon keponakan kalian" ucap Dewi sambil tersenyum
"kenapa mbak nggak bilang ke Kita kalo menikah dan ibu sepertinya tidak tau" jawab nomi
"iya,ibu tidak tau. pernikahan mbak dan laki-laki itu hanya sebatas kontrak saja dek. laki-laki itu hanya membutuhkan keturunan dan mbak membutuhkan uang untuk pengobatan ibu" Dewi menunduk
__ADS_1
"astaga mbak Dewi" nomi kaget dan Airin hanya diam menatap Dewi
"maafkan mbak ya dek. mba gabisa ngasih contoh yang baik untuk kalian. tolong kalian jangan melakukan seperti yang mba lakukan ini ya" pinta Dewi
"trus sekarang setelah ibu meninggal.langkah apa yang akan mba ambil?" tanya Airin serius.
"Mba akan tetap memberikan anak ini untuk laki-laki itu dek dan harta yang dia berikan akan mbak kembalikan. mau bagaimanapun perjanjian tetap perjanjian. mbak tidak ingin menambah dosa jika mba melanggar janji"
"tapi apa mbak tega membiarkan anak mbak yang 9 bulan mba kandung dan memberikan begitu saja ke laki-laki itu?"
"itu juga ayahnya dek. mba yakin jika ayahnya akan menjaganya sebaik mungkin" Dewi tersenyum
"baik mba. keputusan mba akan Airin terima. dan untuk Cafe yang diberikan suami mbak itu akan Airin kembalikan juga. Airin sudah mempunyai modal untuk buka Cafe sendiri dari laba selama ini yang Airin simpan"
"hemm.maafkan mba ya"
"mba Dewi tidak salah. tidak apa-apa,kita berdua akan selalu bersama mba Dewi. jangan takut melangkah dan jangan lupa cerita ke kita langkah apa yang mba Dewi ambil ya" pinta Airin
"iya sayang. dah sekarang nomi mandi,bau acemm sekali adek mba yg bontot ini" canda Dewi
"haisshh.mbak mah,aku masih pengin nangis malah dibikin sebel"
"hahahah" mereka tertawa bersama
...Terkadang kehidupan memang harus diterima dan dijalan dengan ikhlas. kepergian seorang ibu yang kita sayangi pun tidak mudah untuk kita, tapi kita juga tidak boleh terpuruk dalam keadaan ini....
...Kita yakin ibu kita akan bahagia disana....
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Temen-temen mohon bantu vote yaa 🤗
Biarkan author tersenyum bahagia jika kalian dukung novel author ini..hihi
__ADS_1
Terimakasih ❤️