RAHIM SEWAAN TUAN MUDA

RAHIM SEWAAN TUAN MUDA
Chapter 2 ~ Part 9


__ADS_3

"mba"


"masuk dek"


Airin melihat kakanya yang sedang bergulung didalam selimut.


"mba Dewi sakit?" ucap Airin seraya memegang kening Dewi


"tidak"


"nomi kapan pulang"


"kemarin lusa mba, nomi baru kesini karna bantu mba Airin dulu"ucap nomi yang langsung memeluk Dewi


"kangen mba"


"hmmm,mba Dewi juga kangen..disana hati-hati ya,kalau ada apa-apa telfon"


"iya mba"


"Anggara sama Amelia dimana mba"


"diruang bermainnya"


"yauda nomi kesana ya, nanti sorean nomi mau balik ke kos"


"iya sana gih"


Kini hanya Dewi dan Airin yang berada didalam kamar.


"mba Dewi nggak papa"


"nggak papa dek" ucap Dewi menatap Airin seketika cairan bening turun tanpa Dewi sadari


"ada apa mba, kenapa menangis" Airin menghapus air mata di pipi Dewi


"tidak papa, boleh mba Dewi peluk kamu"


"he'em boleh"


Dewi menumpahkan tangisan dipelukan sang adik, Airin tidak tau apa yang terjadi sama kakaknya hanya bisa diam tanpa bicara sepatah katapun.

__ADS_1


"ada apa mba,Hmm?" tanya Airin


"Tidak papa, mba Dewi hanya ingin menangis saja"


"kamu sama nomi tadi sudah makan belum?"


"sudah mba"


"temenin mba Dewi makan yuk"


Dewi beranjak dari kasur dan diikuti oleh Airin di belakangnya.


Dewi mengambil sedikit nasi dan beberapa lauk kedalam piringnya.


Airin mengupas buah untuknya dan sang kakak.


Saat mereka tengah makan, tiba-tiba terdengar suara mobil masuk kedalam pelataran rumah.


tap.tap.tap


"kak" sapa Airin dengan senyuman khasnya


"iya,silahkan dilanjut Rin"


Dewi pun sama tidak menyapa atau sekedar melihat kearah sang suami.


"mba,kak Reyhan pulang tidak mba Dewi sapa"


"ha? oh ya,nanti saja. kita lanjutkan saja makannya"


"apa tidak apa-apa,kak Reyhan tidak akan marah?"


"tidak,tenang saja dek" (Dewi tersenyum)


'aneh sekali, biasanya kak Reyhan akan selalu marah jika dirasa mba Dewi mengabaikan nya' batin Airin


.


.


.

__ADS_1


.


.


Didalam kamar,Reyhan merebahkan diri di kasurnya sebentar, setelahnya dia beranjak untuk mandi.


Setelah selesai mandi, dia pergi ke dapur untuk makan.


"Bi"


"iya tuan,apa tuan ingin makan"


"iya Bi, tolong panasin lauknya ya"


disana tidak ada Airin atau Dewi. Reyhan disana sendiri dan makan sendiri.


Dewi dan kedua adiknya kini tengah berada di halaman belakang, mereka bertiga bercerita tentang apa yang telah mereka lalui selama ini dan sedikit sharing untuk berbagi pengalaman.


Dewi tidak ada niatan untuk menyapa sang suami. dia terlanjur sakit dan kecewa.


****


Sore harinya nomi dan Airin pamit untuk pulang.


Airin ingin mengantarkan adiknya ke kosan dan membelikan beberapa perlengkapan yang nomi butuhkan.


Dewi tidak bisa ikut mengantarkan nomi, karna kasian anak-anaknya jika ia ajak bepergian malam hari yang jaraknya lumayan jauh.


"mba Dewi nomi pamit dulu ya,doakan supaya nomi pintar" (tawa nomi)


"aamiin, belajar yang rajin ya dek .jaga diri baik-baik" jawab Dewi dengan mengecup dan memeluk nomi


"mba Airin pamit ya"


"iya dek, hati-hati ya kalo pas pulang kesininya. kalo kemalem nginep ditempat nomi dulu"


"iya mba"


Airin dan nomi juga berpamitan dengan Reyhan dan sikap Reyhan ke adik-adik dewi tidak berubah sama sekali.


Dewi yang melihat itu hanya diam.

__ADS_1


Setelah adik-adiknya keluar dari halaman rumah, Dewi kembali ke kamar dan diikuti oleh Reyhan.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


__ADS_2