
Obrolan mereka berujung sedikit memanas. tidak ada acara makan malam seperti yang direncanakan sebelumnya.
"Mba,apa mba Dewi kenal dengan Dimas?"
"Tidak kenal secara pribadi dek" (Dewi tersenyum)
"Dimas, apa kamu bersungguh-sungguh dengan Airin?"
"iya kak,saya bersungguh-sungguh dengan Airin"
"jika bersungguh-sungguh,tolong jawab pertanyaan saya. Ada hubungan apa kamu dengan seorang wanita yang pernah ada di kehidupan suami saya?"
"maaf kak,saya tidak bisa menjawabnya" Dimas masih Keukeh dengan jawaban nya.
"Andri apa kamu bersungguh-sungguh dengan Airin?"
"Saya bersungguh-sungguh dengan Airin"
"baiklah. semua jawaban ada di adik saya"
"Dek, tolong fikirkan sebelum kamu menentukan untuk menjalin hubungan dengan siapa"
"Mohon maaf ,saya tidak bisa menemani obrolan malam ini sampai selesai. kalian bisa melanjutkan obrolan dan silahkan kalian juga bisa makan malam" lanjut Dewi dan melangkahkan kakinya ke kamar anak-anaknya
Entahlah masih ada perasaan sakit yang kini Dewi rasakan. dia hanya butuh anak-anaknya untuk sedikit menghiburnya.
*****
Keesokan harinya, Dewi bangun dari tidurnya dan mendapati dia masih dikamar anak-anaknya.
Dewi lantas bangun dan membersihkan diri di kamarnya ,menjalankan sholat wajib dan melangkahkan kaki ke dapur.
"Bi, maaf Dewi sedikit kesiangan"
"tidak apa-apa non" (bibi tersenyum)
"Ini makanan semalem Bi?"
"iya non,bibi panasin..sayang soalnya kalau dibuang sebanyak ini"
__ADS_1
"oh iya Bi, sepertinya masih enak dimakan"
"he'em,udah bibi cium dan bibi cicip rasanya masih endul kok non"
"endul tak kendul kendul" (Dewi tertawa)
Pagi ini menu baru hanyalah telur balado. Menu semalem masih bisa dimakan ,jadi mereka makan yang ada dulu.
Dan dirumah Dewi tidak ada larangan bagi pekerja untuk memakan makanan yang sama dengan tuannya.
mereka bebas makan apapun. yang pasti tidak dengan makanan sisa, karna dirumah ini tidak ada makanan sisa.
mereka memasak banyak dan yang dihidangkan di meja hanya beberapa aja. selebihnya akan mereka taruh di tempat perlaukkan yang bisa diambil oleh siapapun.
.
.
.
"Pagi mba,maaf Airin nggak bisa bantu masak" ucap Airin setelah keluar dari kamarnya
"iya mba,semalem tidak ada yang makan disini. setelah mba Dewi pamit masuk kedalem ,Dimas pun ikut berpamitan"
"oh iya. yauda mba mau nyusul anak-anak dulu"
"iya mba"
Dewi melangkahkan kaki ke kamar anaknya untuk memandikan mereka.
.
.
Reyhan yang berada di kamar utama bangun agak sedikit kesiangan, dikarenakan Dewi tidak membangunkannya.
"Aish,kesiangan aku" keluh Reyhan dan berlalu ke kamar mandi
Biasanya Dewi akan membangunkan Reyhan untuk sholat shubuh dan menyiapkan beberapa perlengkapan kerjanya..tapi tidak untuk hari ini.
__ADS_1
.
.
Setelah Dewi selesai memandikan anak-anaknya,dia keluar ke meja makan.
"Tante" teriak reyga ketika menuruni tangga
"hati-hati dek" tegur Airin
Semua menu sudah tertata rapi di meja makan.
Airin mulai mengambilkan menu untuk anak-anaknya.
"Mba, kak Reyhan belum bangun?"
"eum,belum sepertinya dek. kamu makan dulu aja, kamu hari ini ke kampus?"
"iya mba, hari ini ke kampus agak siangan"
"oh yauda, makan dulu. habis ini mba juga mau ke gudang, mau opname stok"
"iya. mba Dewi nggak bangunin kak Reyhan dulu?"
"enggak ,nanti mas Reyhan juga bangun sendiri. yauda yuk makan yuk"
Mereka pun sarapan bersama tanpa ada sosok Reyhan.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Cerita berlarut-larut yaa ???
maafkan yaa, 1-2 bab lagi ending kok.. stay tuned !!
jangan lupa follow ,like & vote ya ges ya 😂🥰
Nanti bakal ada judul cerita lainnya dan jangan lupa baca cerita MENJADI IBU SAMBUNG PUTRI CEO .
Terimakasih ❤️
__ADS_1