
Raja sangura mengeluarkan tenaga angin dari telapak tangannya hingga monster kecoak itu terpental terbawa angin yang telah dilepaskan oleh raja sangura.
"Monster kecoak aneh itu sudah hilang terbawa angin !" Raja sangura berjalan menyusuri gurun pasir.
Terik panas matahari terasa menyengat tubuh,sinar matahari seperti membakar tubuh raja sangura, sinar matahari yang panas itu bagai jutaan jarum menusuk kulit tubuh.
Raja sangura berjalan di padang pasir sendirian,begitu luas hamparan padang pasing,menyusuri bukit pasir.
"kemana ini ? begitu jauh berjalan menyusuri hamparan gurun pasir,tapi.." Raja sangura sesaat berhenti melihat jauh kedepan hamparan gurun pasir di bukit pasir terlihat ada gumpalan awan gelap mulai mendekati dimana raja sangura berada di gurun pasir itu
"Oh !! ternya akan ada badai pasir menuju kesini ! ketempat aku berdiri !" Raja sangura bersiap menghadapi badai pasir dengan cara menutup wajahnya dengan kain khususnya pada kedua matanya agar tidak terkena butiran pasir yang akan terbawa angin badai pasir yang segera akan mendekati dirinya.
Raja sangura merunduk sembari menutup tubuhnya untuk menghindari angin badai pasir yang akan melewati dirinya.
"Aku sudah siap menghadapi angin badai pasir."Raja sangura merunduk menutupi tubuhnya dengan lembaran kain.
Sesat kemudian angin badai pasir yang begitu besar dan kuat melintasi raja sangura yang merunduk menutupi tubuhnya dengan kain.
Gelap terjadi di bukit pasir saat angin badai pasir lewat di tempat raja sangura berada,gelap bagai malam hari tanpa sinar sang bulan.
Begitu gelap meskipun pada saat itu siang hari karena angin badai pasir itu menggulung bukit pasir,tidak hanya itu saja suhu pada saat angin badai lewat melewati raja sangura.begitu dingin.
Pasir disekitar sebagian terangkat keatas mengikuti gulungan angin badai pasir yang berjalan menerjang gurun pasir,raja sangura tetap diam dan merunduk menutupi tubuhnya khususnya wajahnya.
Sesaat kemudian angin badai lewat melintasi raja sangura dan perlahan hilang di balik bukit pasir,perlahan pula sinar matahari terlihat terang benderang dan kembali normal.
"Sepertinya angin badai gurun pasir sudah hilang pergi menjauh di balik bukit pasir itu." Raja sangura perlahan berdiri dan juga membuka penutup wajah nya dengan lembaran kain.
"Aku harus segera ke sana istana kerajaan otaram sebelum koromuko menyerang kembali kerajaan otaram ." Raja sangura melesat melayang terbang menyusuri gurun pasir.
__ADS_1
Dari jarak lima belas langkah ada yang muncul di belakang raja sangura di dalam bukit pasir itu
Ada bayangan hitam keluar dari gurun pasir,bentuk bayangan hitam itu seperti tubuh setan koromuko.
Bayangan semakin lama semakin tinggi dan besar perlahan keluar dari bukit pasir langsung berdiri mengejar raja sangura.
Kekuatan bayangan hitam gelap itu menangkap kaki kanannya raja sangura hingga raja sangura tidak mampu melesat lari.
"Oh..!! apa ini ? ada yang memegang kaki kananku ?" Raja terakhir melihat kaki kanannya di pegang oleh bayangan hitam yang muncul dari pasir.
Raja sangura menendang bayangan hitam itu namun bayangan.hitam itu sekejap hilang lenyap tak terlihat ketika di tendang raja sangura.
"Kemana hilangnya bayangan hitam itu ? bayangan hitam itu seperti.hidup menyusup dan masuk kedalam pasir." Raja sangura berjalan perlahan di atas gurun pasir.
Raja sangura terus berjalan di bukit pasir yang luas terbentang,terik sinar matahari menyengat disiang hari.
Di Kejauhan terlihat ada ribuan ular belang-belang bergerak keluar dari suatu tempat menuju ke tempat raja sangura berada.
Hingga sampai di tempat raja sangura hilang tak terlihat ribuan ular belang itu tak terlihat begitu aneh.
"Aneh,dimana ular - ular belang itu ? hilang setelah mendekati ku disini." Raja sangura berdiri memandangi bukit pasir didepan dia berdiri.
Tiba-tiba dengan cepat muncul dari belakang raja sangura hewan aneh besar seperti naga melilit tubuh raja sangura hingga tubuh raja sangura tak dapat bergerak dengan leluasa.
Tak bisa bernafas,raja sangura tak bisa bernafas dengan leluasa.
Raja sangura memejamkan kedua matanya dan menarik nafas dengan pelan juga dengan tersendat karena lilitan ular naga raksasa itu.
Tarikan nafas oleh raja sangura membawa udara sekitarnya terasa dingin seperti ada angin dingin menuju tempat raja sangura yang sedang dililit naga besar itu.
__ADS_1
Putaran angin itu membentuk putaran yang begitu kuat dan tiba - tiba muncul percikan api kecil pada debu pasir mengelilingi ular naga raksasa yang melilit raja sangura.
Putaran api menyentuh naga yang melilit raja sangura.
"Kamu mencoba mengerahkan putaran api dan angin menyerangku ?! tak begitu mudah raja sangura !!" Suara naga besar raksasa itu bisa bicara seperti manusia.
Naga raksasa itu mampu bicara seperti manusia,secara perlahan kepala naga raksasa itu berubah wujud menjadi kepala manusia dengan wajah setan koromuko dengan lidah menjulur bercabang seperti ular,kedua matanya merah menyala seperti sinar senter di malam hari.
"Ternyata kamu !! setan koromuko yang berubah menjadi naga berkepala manusia..!!" Raja sangura mengerahkan angin dan apinya memutari di sekitar lilitan naga setan koromuko.
Dengan begitu cepat sambaran api angin itu mencoba memotong bagian tubuh naga raksasa berkepala manusia,naga setan koromuko.
Naga raksasa setan koromuko terbelah kena putaran angin dan api bagai pisau tajam api itu membelah menjadi dua bagian naga raksasa berkepala manusia itu.
Usai terbelah ular raksasa setan koromuko itu jatuh ke pasir dan menghilang lenyap tak terlihat menghilang menyentuh pasir.
"Kemana ular naga setan koromuko ? setelah terbelah jadi dua bagian dan jatuh ke pasir ?" Raja sangura melompat dari lingkaran angin api itu.
Angin api itu juga perlahan hilang usai memotong ular naga setan koromuko itu.
Tanpa diketahui muncul lagi tangan raksasa keluar dari bukit pasir dimana raja sangura berdiri dan langsung mencekik raja sangura yang terkejut melihat sekelilingnya.
Tangan raksasa itu terus mencekik tubuh raja sangura,hingga hampir kehabisan nafas raja sangura mengeluarkan api pada kedua telapak tangannya menyentuh tangan aneh raksasa yang keluar dari gurun pasir itu.
Kena api telapak tangannya raja sangura perlahan tangan aneh itu melepaskan cekikan leher raksasa itu.
Setelah kena api telapak tangan raja sangura tangan raksasa itu hilang perlahan melepaskan cekikan leher raja sangura.
"Ada banyak hal aneh yang hadir di bukit pasir ini..." Raja sangura berjalan melanjutkan perjalannya di bukit pasir luas terbentang jauh sekali untuk tinggalkan hamparan gunung pasir yang dilalui raja sangura.
__ADS_1
"Begitu jauh perjalanan di bukit pasir yang begitu luas terbentang." Raja sangura mulai terasa haus di bawah terik sinar matahari disiang hari di hamparan gunung pasir itu.