
Sangura terbangun dari pingsannya setelah terkena tenaga energi putih oleh kakek guru di punggungnya.
"Oooohh...! Aku harus mencari koromuko dimana pun berada!" Sangura melihat sekitarnya.
"Tenang, sangura..kamu belum tentu mampu melawan mereka?" Kakek guru menahan amarahnya.
"Mereka?? Maksudmu apa kakek guru?cuma koromuko yang telah membunuh kakakku sanguri.." sangura melanjutkan ucapannya.
"Tidak !.. Tidak Hanya koromuko yang telah membunuh kakakmu sanguri,melainkan ada yang ikut membantu." Kakek guru mengajak keluar rumah,dan menunjuk ke arah bukit angker didekat pantai laut.
"Disana kamu akan dibantu untuk menghadapi koromuko dan kawannya." Kakek guru memberikan tongkat kayu berbentuk kepala naga pada ujungnya.
"Namanya siapa kakek guru?" Sangura bersiap pergi tinggalkan tempat itu.
"Pendekar kembang merah, namanya Cen..nema lengkapnya cenkethox." Kakek guru menyentuh bahunya sangura sambil tersenyum.
"Dipanggil Cen ..nama panjangnya cenkethox !?" Sangura menambahi perkataan kakek guru.
"Sekarang aku kesana kakek guru." Sangura langsung melesat pergi ke bukit angker didekat pantai.
"Aku tidak bisa menahan dirimu lebih lama." Kakek guru membiarkan sangura pergi.
Para gerombolan mantan begal yang ada di situ ada yang ikut bersama sangura pergi ke bukit angker dekat pantai.
Dua orang mantan begal pergi bersama sangura ke bukit angker didekat pantai.
Sementara itu koromuko, irano dan kepakano bertemu dengan para penyerang gelap.
"Kenapa pangeran ketona dan dentaro bisa lolos dar tempat yang kalian sembunyikan ditempat rumah rahasia ?" Koromuko bertanya kepada pemimpin penyerang gelap.
"Saat kami pergi, mereka datang ke tempat rahasia itu, entah darimana mereka tahu ?" Pemimpin pasukan penyerang gelap.
"Ada informasi bahwa adiknya sanguri yang bernama SANGURA mencari kamu , mau balas dendam atas kematian sanguri kakaknya." Pemimpin pasukan penyerang gelap memberikan informasi yang didapat dari anak buahnya.
"Sekarang sangura dan dua orang mantan begal pergi ke bukit angker untuk menemui pendekar sakti yang bernama Cenkethox." Pemimpin pasukan penyerang gelap menambahi informasi kepada koromuko.
"Kalau begitu habisi mereka sebelum sampai ke bukit angker didekat pantai !" Koromuko memberikan 3 koin emas kepada pemimpin pasukan penyerang gelap.
"Jangan sampai gagal !"koromuko memerintahkan kepada pemimpin penyerang gelap segera pergi menghabisi sangura.
Hanya sekejap saja para pasukan penyerang gelap melesat hilang pergi ke bukit angker.
"Apa kamu yakin koromuko ?" Tanya irano kepada koromuko.
"Tentu tidak gagal ! Mereka pasukan khusus penyerang gelap dari utara." Koromuko meyakinkan irano dan kepakano.
__ADS_1
"Lebih baik kita berpencar agar tidak diketahui atau dikenali siapapun ." Koromuko segera naik ke punggung kuda.
"Aku akan ke utara ." Irano berjalan mendekati kudanya dan menaikinya.
"Aku akan ke selatan menemui pendekar sakti di sana !" Kepakano langsung melompat ke punggung kudanya siap pergi kearah selatan.
"Aku pergi ke barat laut ada pendekar sakti juga disana ." Koromuko segera pergi tinggalkan tempat itu menuju ke barat laut.
Mereka bertiga berpencar kearah yang mereka inginkan.
Sementara itu sangura sedang pergi kebukit angker,bersama kedua orang yang bernama tondano dan jondano.
"Berhenti.!! " Aku merasa ada yang mengintai kita ." Sangura mendeteksi sinyal batinnya menangkap energi negatif mendekati tempat mereka berjalan.
"Aku juga sedikit mendengar suara dedaunan pohon bambu bergoyang tanpa ada angin.." tondano menambahi ucapan sangura,sembari mendekati sangura berbisik pelan...
"Ssst..!" Ada gerakan mencurigakan diatas sana !" Sangura segera berhati-hati dalam melangkah dan..
Begitu cepat ribuan senjata rahasia meluncur deras bagai hujan disiang hari tanpa ada tanda-tanda.
"Menghindar...!!" Sangura melompat cepat menghindari ribuan senjata rahasia menyerang dari berbagai arah.
Sangura balik menyerang dengan tatapan matanya yang mengeluarkan pancaran api merah ke arah para pasukan penyerang gelap yang berada di atas pohon bambu.
Tunggal beberapa yang selamat pergi melarikan diri dari tempat itu.
Sedangkan tondano dan jondano terkena senjata rahasia pada bagian tangannya dan kakinya berdarah..
"Kalian terkena senjata rahasia milik mereka." Sangura segera merobek bagian lengan panjangnya untuk mengikat tangan kanannya tondano, sedangkan jondano terkena pada bagian kaki kirinya diikat dengan robekan lengan panjangnya sangura.
Diikat dengan kuat agar racun tidak menjalar ke pada bagian yang tidak terkena racun.
"Lebih baik kita istirahat disini dulu."sangura memotong ranting pohon untuk bahan bakar api unggun malam hari.
Malam pun tiba, tondano akan menghidupkan api unggun namun dicegah oleh sangura.
"Tunggu dulu.. jangan hidupkan api unggun !" Sangura menghentikan apa yang akan dilakukan tondona dan jondano.
Tiba-tiba kedua orang itu jatuh terkapar tak berdaya tak bernyawa.
"Ini ulah para penyerang gelap !!" Sangura melompat dan melihat keatas pohon besar dan menatap dengan mata merah.
Kedua matanya memancarkan sinar api merah menyala menyerang para penyerang gelap itu.
"Kali ini kalian tidak akan bisa lolos dari penglihatanku !" Sangura terbang melayang ke arah para penyerang gelap yang tersisa.
__ADS_1
Hanya dengan sekali pukulan api mereka berjatuhan ke tanah,tersisa dua orang penyerang gelap mencoba melarikan diri namun SANGURA lebih cepat menangkap lengan bajunya dan memukul dengan totokan urat syaraf pada bahunya.
"Menyerahlah! Dan katakanlah siapa yang merintahkan kalian menyerangku?" Sangura mengikat kedua orang penyerang gelap yang tersisa.
"Katakanlah??" Sangura mengulangi pertanyaannya kepada kedua orang penyerang gelap itu.
Namun sebelum sempat menjawab pertanyaan sangura kedua orang itu bersama sama menelan sesuatu dan.. keduanya ambruk kaku tak berdaya mati,menelan racun mematikan.
Mendadak muncul pasukan berkuda dari kerajaan Genibiru.
"Hei..! Apa yang kamu lakukan disini?!" Tanya pemimpin pasukan berkuda sambil turun dari kudanya,dan berjalan mendekati sangura yang sedang menghadapi dua orang yang telah mati menelan racun.
"Siapa kamu dan ..ada dua orang mati ? Apa yang terjadi?" Pemimpin pasukan berkuda, berjalan mendekati sangura lebih dekat melihat kedua wajah yang telah mati itu.
"Hah...!! Ini pemimpin pasukan khusus dari kerajaan Genibiru." Pemimpin pasukan berkuda itu langsung menatap sangura dengan tajam.
"Tenang tuan,aku tidak membunuhnya.." sangura berdiri berhadapan dengan pemimpin pasukan berkuda dari kerajaan Genibiru.
"Tangkap orang ini !" Perintah pemimpin pasukan berkuda dari kerajaan Genibiru kepada anak buahnya yang berada di belakangnya.
Sangura sudah dikepung sepuluh prajurit kerajaan Genibiru dan siap menangkapnya.
Dengan sekejap sepuluh prajurit menyerang sangura dari berbagai arah,sangura melompat keatas dan langsung kaki kanannya memutar cepat bagai kitiran mengenai prajurit kerajaan Genibiru yang mengepung dengan posisi melingkar, jatuh persatu prajurit kerajaan Genibiru.
Pemimpin pasukan khusus kerajaan Genibiru melompati anak buahnya langsung melancarkan tendangan bayangan hitam kearah sangura, tepat di depan wajahnya sangura,dan mengenai pipinya hingga terjatuh kebelakang karena kuatnya tenaga tendangan pemimpin pasukan khusus kerajaan Genibiru.
Sangura beberapa menit terjatuh terpelungkup di tanah ,tak bergerak seperti orang mati.
"Bawa orang itu !" Perintah pemimpin pasukan berkuda dari kerajaan Genibiru.
Namun tanpa diduga sangura bangun dan berdiri lagi siap melawan pemimpin pasukan berkuda.
"Hem,hanya segini.." sangura menghela nafas panjang dan kedua matanya memerah menyala, dengan tatapan kedua matanya keluarkan sinar api menyerang pemimpin pasukan berkuda itu.
Pemimpin pasukan berkuda melompat menghindar dari serangan sinar api yang keluar dari kedua matanya sangura.
Kedua tangannya pemimpin pasukan khusus itu mengeluarkan senjata rahasia mengarahkan ke posisi sangura.
Melompat ke kanan dan ke kiri sangura kewalahan dan hampir senjata rahasia kecil itu mengenai mata kirinya.
Sangura semakin mengerahkan kekuatan sinar mata api hingga sekitarnya terbakar habis oleh sinar api sangura.
Pemimpin pasukan khusus itupun terpental jauh kebelakang untuk menghindari percikan sinar api.
Akhirnya pemimpin pasukan khusus itu mundur dari pertempuran itu, naik kuda pergi jauh bersama anak buahnya.
__ADS_1