
RAJA TERAKHIR
SURAT RAHASIA
" Aku dengar irano dan koromuko sedang mencari kita?" Utarono sambil menutup tanah dengan kuat.
"Mari kita pergi dari sini ." Timora mengajak utarono.
Timora melesat pergi bersama utarono ke bukit dimana sangura sedang pergi ke sana.
Sedangkan pemimpin pasukan khusus dari kerajaan Genibiru berlari masuk gerbang kerajaan Genibiru dalam keadaan terluka.
'Apa yang terjadi".,tanya Setogeni melihat tangannya luka bakar dan kaki kirinya juga terkena sambaran api dari sangura saat bertarung dengannya.
"Prajurit bawa pemimpin pasukan khusus itu diruang pengobatan." Setogeni berjalan keluar pintu gerbang istana kerajaan genibiru melihat sekeliling luar, tidak ada yang mencurigakan.
Ditempat sangura berada ..
"Masih cukup jauh kebukit itu..' sangura terus berjalan mendaki Bukit dimana cenkethox berada.
"Aku merasa ada yang mengintai gerak gerikku lagi."sangura menghentikan langkah kakinya.
"Hem..para pengintai akan mengajak bermain - main dengan diriku?!" Sangura bersiap melakukan serangan tanpa diketahui mereka para pengintai dibalik pohon, semak-semak rumput ilalang dan bersembunyi didalam tanah yang ditutupi oleh rumput - rumput.
Dengan kekuatan dalam tubuh sangura mengeluarkan asap hingga seluruh tubuhnya tak terlihat oleh mata, saat itu para pengintai tidak bisa melihat dengan jelas karena tertutup asap tebal, asap tebal itu bergerak perlahan hingga mengeluarkan sinar api mengenai setiap pengintai.
Para pengintai yang ada diatas pohon berjatuhan terkena sinar api sedangkan yang bersembunyi dibalik rumput ilalang terbakar sedangkan para pengintai yang ada di dalam tanah kepanas keluar lari pergi menghindari hawa panas yang dilewati sangura.
"Xixix....., permainan gak asyik mereka kabur begitu saja tanpa ada perlawanan yang berarti." Sangura segera pergi melanjutkan perjalanan ke tempat rumah cenkethox berada.
"Nah itu rumahnya tepat diatas bukit, melewati bebatuan terjal." Sangura berhenti lalu memejamkan kedua matanya sesaat kemudian melesat terbang tinggi menuju ke arah rumah cenkethox.
Sangura sudah ada di depan rumah cenkethox.
"Selamat datang tuan sangura!" Terdengar suara bergema bagai di dalam ruangan,suara dari cenkethox.
"Uh.. jangan panggil aku tuan, kakek cenkethox,panggil saja aku sangura..." Sangura membalas suara itu dengan kekuatannya.
"Tidak usah lama-lama diluar ! Masuk saja, sangura !" Cenkethox membuka pintu rumah.
"Baik, kakek cenkethox!" Sangura bergegas masuk ke dalam rumah cenkethox.
__ADS_1
Mereka duduk santai berbincang bincang.
"Kakakmu dimana? Sanguri..? Tanya cenkethox membuka pembicaraan kepada sangura.
"Kakakku mati dibunuh komplotan koromuko !" Sangura menunduk sedih sembari menahan gejolak dalam dadanya bercampur aduk tak menentu.
"Apa !!! Mati ! Dibunuh koromuko?! Ini berbahaya !" Cenkethox belum selesai bicara berdiri dari duduknya dan berpaling kebelakang menuju tempat rahasia dan mengambil sesuatu.
Usai mengambil sesuatu itu lalu menuju ke arah sangura duduk.
"Ini surat rahasia! Jangan sampai hilang ataupun di ambil oleh orang jahat !" Cenkethox menyodorkan selembar berbahan kulit singa yang digulung dengan rapi.
"Apa ini kakek cenkethox???" Tanya sangura kepada kakek cenkethox sembari memegang lembaran kulit singa.
"Boleh aku buka sekarang ? " Sangura bertanya lagi kepada kakek cenkethox sambil mengamati apa isi gulungan kulit singa putih.
"Jangan, belum waktunya ! Rahasia.." kakek cenkethox mengulangi ucapannya.
"Rahasia.." cenkethox berdiri menyentuh pundaknya sangura sambil berjalan keluar rumah.
"Rahasia...??? Bikin kepanasan..eh penasaran ingin tahu ? Apa isi surat rahasia ini.." sangura berdiri sambil berjalan keluar menyimpan surat rahasia di dalam tubuhnya,disaku bajunya yang cukup lebar untuk dimasukkan ukuran gulungan surat rahasia itu.
"Jadi ini ya, kakek guru menyuruh aku datang kesini untuk menemui kakek cenkethox." Sangura mulai tahu apa maksud yang diperintahkan kakek guru untuk menemui kakek cenkethox.
Sedangkan kakek cenkethox berdiri menatap kearah atas langit belum memberikan tanda apapun tentang sesuatu.
Sesaat kemudian muncul angin begitu dingin menerpa sekitarnya..
Muncul dua orang pendekar sakti dihadapan kakek cenkethox, sedangkan sangura duduk di depan teras rumahnya cenkethox.
"Siapa kalian ? " Tanya kakek cenkethox mengawali pembicaraan kepada ke dua pendekar sakti itu.
"Aku utarono pendekar dari Utara, dan ini timora pendekar sakti dari timur.." ucap utarono kepada kakek cenkethox.
"Apa tujuan kalian datang ke sini? Kakek cenkethox melanjutkan pertanyaan kepada mereka.
"Kami mencari tuan sangura ! " Utarono melihat sekeliling tempat itu dan ...
"Itu dia tuan sangura! Ada disana !" Timora melihat agak jauh sangura duduk di depan teras rumah kakek cenkethox.
"Ada apa ?!" Jawab kakek cenkethox kepada kedua pendekar sakti itu, sambil menghalangi langkah kaki kedua pendekar sakti itu.
__ADS_1
Kakek cenkethox langsung mengerahkan pukulan bayangan kearah kedua pendekar sakti itu.
Kedua pendekar sakti itu bersama sama melompat lalu menendang kearah kakek cenkethox hingga terpental cukup jauh.
Secepat kilat utarono menuju sangura dan membawa pergi.
Sedangkan timora menghalangi kakek cenkethox bangkit untuk mengejar utarono yang telah membawa sangura pergi jauh.
"Apa yang kau lakukan terhadap cucuku sangura !" Sambil menghela nafas panjang dan mengeluarkan semburan api yang keluar dari mulutnya hingga timora melompat menghindari semburan api merah.
"Tenang kakek ! Cucumu aman dalam pengawasan kawanku pendekar sakti itu.." timora mencoba untuk menenangkan kakek cenkethox.
"Lalu siapa kamu sebenarnya dan kawanmu pendekar sakti itu? " Kakek cenkethox berjalan mendekati timora
"Apa Kamu tahu siapa sangura sebenarnya ? " Kakek cenkethox terus menghujani pertanyaan kepada pendekar sakti dari timur.
"Jangan kawatir,aku berada di pihak yang benar,aku tahu identitas sangura sebenarnya.." timora melompat terbang .
"Aku tidak percaya !!!" Kakek cenkethox langsung melesat pergi mengejar utarono yang telah membawa sangura pergi.
Kecepatan kakek cenkethox bagai kecepatan suara, melesat tak terlihat oleh mata,mengejar pendekar sakti dari utara yaitu utarono.
Hanya hitungan detik sudah ada di belakang utarono langsung melancarkan serangannya ke arah punggung utarono hingga utarono muntah dan terjatuh berguling guling ditanah,sangura yang dibawa dalam genggaman utarono ikut terlepas.
Segera utarono berputar berbalik badan melancarkan pukulan angin kencang berputar putar menerpa tubuh kakek cenkethox hingga terpental mundur beberapa langkah.
Namun tidak jatuh, masih kuat berdiri di atas kakinya.
"Apa yang kamu lakukan terhadap cucuku sangura ?" Kakek cenkethox bersiap siap melakukan penyerangan kembali terhadap pendekar sakti utarono.
"Cucumu aman, tidak akan kulukai apalagi aku bunuh ! Bahkan sebaliknya akan aku amankan dari kejahatan." Utarono menjelaskan kepada kakek cenkethox.
" Kalau tidak percaya bisa ikut kami." Timora berjalan kearah sangura yang pingsan saat dibawa pergi terkena pukulan totok syaraf oleh timora saat membawa pergi.
Mereka bertiga pergi bersama, sesaat kemudian muncul utarono.
"Ayo pergi ketempat yang aman dan nyaman.." utarono datang mendekati mereka bertiga.
"kemana kita pergi?" ucap timora kepada utarono.
"lebih baik ketempatku.." kakek cenkethox menyahut pembicaraan mereka.
__ADS_1
kemudian merekapun sepakat kembali ketempat kakek cenkethox.