
Sektino berhasil selamat dari maut yang merenggut nyawanya...
Sektino disambar oleh seseorang berpakaian hitam membawanya pergi menjauh dari pertempuran antara pasukan monster dengan pasukan kerajaan otaram.
Akhirnya para monster itu berhasil mengalahkan pasukan kerajaan otaram.
Dan para monster memasuki istana kerajaan otaram mengobrak-abrik pertahanan kerajaan otaram.
Raja Bogato dilano keluar dari ruang raja langsung menerjang salah satu monster itu yang berbentuk seperti laba-laba raksasa yang terdapat sayap seperti serangga.
Raja Bogato dilano melempari pisau terbang kearah monster laba-laba raksasa hingga dua kaki kanan dan kiri terkena senjata pisau kecil terbang memotong dua kaki..
"Ini yang terakhir serangan pamungkas dariku...!!" Raja Bogato dilano melayang keatas lalu menukik tajam ke arah monster laba-laba raksasa menikam pada bagian jantung monster laba-laba raksasa hingga muncrat darah segar keluar dari jantung monster laba-laba raksasa.
Usai monster laba-laba raksasa mati ribuan monster manusia serangga bermunculan datang dari pintu gerbang istana kerajaan otaram. Monster manusia serangga kepalanya berbentuk serangga,sedangkan tubuhnya berbentuk manusia yang mempunyai sayap-sayap serangga...
Menyerang bersamaan kearah raja Bogato dilano...
Raja Bogato dilano kewalahan menghadapi berbagai monster tidak hanya manusia serangga monster
Para prajurit kerajaan otaram banyak yang mati tak berdaya melawan para monster itu.
Ribuan manusia serangga menotok syarat tubuh raja Bogato dilano hingga sempoyongan kaku tak bergerak jatuh kaku ketanah.
Setelah raja Bogato dilano jatuh ketanah kaku tak berdaya.. kemudian muncul pemimpin pasukan monster dari atas turun ke hadapan raja Bogato dilano.
"Sekarang kamu tak berdaya dan tak ada yang akan menolongmu !" Pemimpin pasukan monster dari kerajaan genibiru yang bernama nogoireng.
"Masih aaa..da.." raja Bogato dilano berbicara dengan tidak lancar karena ada bagian tubuhnya yang kaku serta banyak keluar darah dari berbagai bagian tubuhnya, lengan,kaki dan leher mengeluarkan darah mengalir pelan namun terus mengalir..
"Bawa raja Bogato dilano keluar istana kerajaan otaram ! " Nogoireng berjalan keruangan istana suasana sepi tidak ada satupun orang yang ada di dalam ruang, semua pergi keluar istana kerajaan otaram sebelum pasukan monster datang.
Sementara itu di istana kerajaan genibiru,raja nogogeni kedatangan pendekar sakti dari barat bernama banchoto.
"Aku dengar kerajaan otaram sudah runtuh dan kini dikuasai para monster..." Banchoto melanjutkan ucapannya.
"Monster itu berasal dari sini, kerajaan genibiru!" Binchoto terlihat curiga dengan raja nogogeni.
__ADS_1
"Aku tidak memerintahkan penyerangan terhadap kerajaan otaram !!!" Raja nogogeni heran dan berhenti bicara menatap pendekar dari barat.
"Para monster keluar dari kerajaan genibiru saat raja nogogeni keluar dulu itu."
"Sekarang disana ada pemimpin monster bernama nogoireng." Setogeni menambahi pembicaraan itu.
"Lebih baik nogoireng keluar dari kerajaan otaram ! Merusak tatanan kehidupan manusia disana !" Setogeni menanggapi hal itu.
"Tapi sudah cukup lama tak satupun mampu mengalahkan nogoireng kecuali sangura !" Setogeni menghampiri raja nogogeni sambil berbisik pelan.
"Hemmm.... Ya.
Aku tahu !" Raja nogogeni segera berdiri dan menemui nogolegi untuk mengirim pesan kepada sangura dengan menggunakan burung elang dikakinya diikat selembar kain kecil ada tulisannya.
Elang itupun terbang menuju ke pegunungan dimana sangura sedang berada di sana.
" Itu ada pesan lewat burung elang." Kakek cenkethox mengambil pesan itu dan di baca oleh sangura.
"Apa ?? Aku mampu mengalahkan nogoireng yang ada di dalam kerajaan otaram???" Sangura masih belum percaya.
"Apa urusannya dengan kerajaan otaram ?? Kenapa harus aku ?" Sangura tak mengerti pesan yang disampaikan oleh raja nogogeni kepada dirinya.
"Aku tidak mau karena kakakku mati karena berurusan dengan hal semacam itu !" Sangura segera pergi tinggalkan tempat itu.
"Lakukan saja !! " Kakek cenkethox berlari mencoba menghentikan langkah kaki sangura pergi.
"Aku taaakk....mau !!!" Sangura tetap pada pendiriannya.
"Aku tidak ingin berurusan dengan kerajaan otaram !!" Sangura melompat melesat terbang tinggi menembus awan.
"Dia memang sulit untuk dipahami." Kakek cenkethox masuk ke dalam rumah dan mengajak dua pendekar sakti mengejar sangura.
"Ayo ikuti dia.." kakek cenkethox mengajak kedua pendekar sakti itu.
"Tidak usah ! Biar aku yang akan singkirkan nogoireng dari kerajaan otaram.
"Heei..lihat sangura sudah kembali..tapi..dia nampak beda..??" Utarono melihat dengan seksama penampilan sangura.
__ADS_1
"Darimana kamu pergi ?" Kakek cenkethox bertanya kepada sangura sambi mendekati sangura dengan rasa curiga terhadap perilaku yang berbeda.
"Cari udara segar...ada yang harus dilakukan.." sangura menjawab pertanyaan kakek guru dengan raut wajah yang aneh.
"Apa kamu sehat ?? Nampak wajahmu pucat ?" Kakek guru menyentuh tangan kanannya yang tidak ada respon yang berarti,kaku bagai robot.
"Bawa sangura kedalam rumah.. " kakek cenkethox menemani berjalan bersama dengan utarono dan timora.
Saat kakek cenkethox menutup pintu rumah, sangura mendadak menyerang kakek guru dengan pukulan api kearah punggung kakek guru hingga terpental keluar rumah dan terbakar punggungnya.
Sedangkan kedua pendekar sakti itu terkena pukulan balik ke arah wajah mereka, pukulan itu keluar asap gelap hingga keduanya belum sempat menghindar sudah kena serangan sinar api bertubi-tubi kearah mereka.
Serangan itu mengakibatkan seluruh ruangan dalam rumah terbakar terkena percikan api menyala dari sinar api tangan sangura, ditambah kedua matanya sangura mengeluarkan sinar api membakar apa yang dilihatnya.
Dua pendekar sakti itu langsung keluar dari dalam rumah menghancurkan genteng atap rumah, melayang di udara.
" Dia mau bermain -main dengan diriku !!" Utarono memejamkan kedua matanya, kedua tangannya mengepal kearah bawah, kearah rumah yang ada sangura..
Sesaat kemudian kedua matanya utarono terbuka saat itu pula mengalir angin berputar dari ujung kedua telapak tangannya yang mengepal dan menembus kedalam rumah.
Rumah jadi hancur berantakan terkena hembusan angin yang kencang berputar putar keluar dari kedua tangannya utarono.
Sangura terpental keluar bersamaan dengan rumah hancur berantakan, sangura terpental berguling -guling di tanah,saat itulah timora melancarkan serangannya dari atas bagai seperti berupa pisau raksasa menikam ketubuh sangura hingga menembus kedalam tanah sedalam dalamnya.
"Tutup tanah dengan besi baja !" Utarono menunjuk tanah dengan jari telunjuk hingga berbentuk lingkaran, dalam lingkaran muncul api berbentuk lingkaran.hinggs api padam sangura belum mampu keluar dari dalam tanah.
"Sampai besok kita lihat." Timora turun dari atas bersama dengan utarono.
Sedangkan kakek guru pingsan tak sadarkan diri setelah dipukul dengan pukulan api oleh sangura.
Utarono dan timora membawa kakek guru ketepian bawah pohon yang rindang.
Rumah yang hancur berantakan tidak bisa ditempati saat ini.
"Sudah mulai malam,kita obati dulu Kakek guru sebelum pagi hari."utarono melihat kondisi tubuhnya pada punggungnya luka bakar.
Hanya sekejap utarono mengusap punggung kakek cenkethox seketika sembuh,luka bakar hilang tanpa bekas sedikitpun.
__ADS_1
"Kakek guru gimana..?" utarono memberikan segelas air untuk diminum kakek guru.
Timora melihat keadaan tanah tiba-tiba bergerak...