RAJA TERAKHIR

RAJA TERAKHIR
PERTEMPURAN TIGA PENDEKAR SAKTI


__ADS_3

Sementara itu di daerah pegunungan diselatan kerajaan Genibiru ada sebuah pondok berdiri kokoh.


Mendadak Langit gelap petir menyambar kesana-kemari,angin ribut melewati tempat itu


Cuaca tak menentu namun belum ada tanda adanya turun hujan, sesaat kemudian cuaca cerah ceria langit biru dan putih menghiasi langit.


Sebuah sinar putih melesat dari arah Utara ke Selatan menuju ke pegunungan yang ada pondok wangi, Sinar putih turun di depan pondok wangi.sesaat kemudian ada sinar putih muncul dari arah timur ke selatan diikuti sinar putih melesat ke selatan turun di pondok wangi.


Tiga sinar putih itu masuk kedalam pondok wangi.


Tiga pendekar sakti dari selatan,utara dan timur bertemu di pondok wangi di pegunungan selatan.


pendekar sakti berbagai penjuru mata angin hadir di pegunungan di pondok wangi tempat pendekar selatan berada.


Tiga pendekar Bergabung,pendekar dari Utara bernama utarono, pendekar dari selatan bernama selatano dan pendekar dari timur bernama timora


mereka bertemu di pegunungan dipondok wangi.


Di pondok wangi dirumah pendekar selatan, mereka mengadakan pertemuan dengan santai.


Tiga pendekar sakti atau tiga pendekar koplak,tiga pendekar sakti telah mendengar berita tentang pendekar sakti yang lain namun tidak pernah diketahui oleh mereka keberadaannya.


"Aku dengar ada pendekar sakti, namun tidak pernah tahu dimana pendekar sakti itu berada? " Timora pendekar sakti dari timur mengawali pembicaraan mereka.


"Yaak ! Tapi tidak tahu namanya pendekar sakti itu?" Utarono pendekar sakti dari utara menambahi pembicaraan itu.


"Pendekar? Pendek kekar ya...hehe.." selatano nimbrung pembicaan mereka dengan sedikit bercanda.


Tiba-tiba terdengar suara pintu diketuk.


"Tok..tok..tok ..!" Suara pintu diketuk.


"Siapa ya..?" Bentar aku pintunya." Selatano berdiri dari duduknya bergegas berjalan kearah pintu.


Pintu dibuka ternyata yang datang adalah kepakano.


"He..kamu kepakano,mari masuk."selatano mempersilahkan kepakano masuk.


Kedua pendekar sakti itu kaget melihat kepakano datang.. dua pendekar sakti itu segera berdiri dari duduknya dan bergerak perlahan keluar rumah.


"Aku pergi dulu.."timora berjalan mendekati selatano mengulurkan tangannya bersalaman lalu keluar rumah diikuti oleh pendekar sakti dari utara yaitu utarono juga bersalaman dengan selatano lalu keluar rumah.


"Kenapa kalian buru-buru pergi? Tanya selatano sambil melihat mereka pergi keluar rumah.


"Ada apa datang kesini? Kepakano?" Tanya selatano kepada kepakano.


"Kami minta bantuan untuk menangkap sangura, karena dia akan menghabisi kakakku koromuko." Kepakano menyodorkan lima koin emas kepada selatano digeser di meja depannya selatano.


"Maksudmu?!! Ini ?? Aku gak......!" Selatano dengan cepat menyambar Lima koin emas.


"Gak...gak nolak !! Siap apa imbalan jika berhasil menangkap atau membunuhnya?" Selatano kembali menawarkan tambahan jika berhasil.

__ADS_1


"Jika berhasil menangkap dapat 100 koin emas." Kepakano melanjutkan ucapannya.


"Aku langsung pergi ke tempat koromuko." Kepakano bergegas berdiri dari duduknya namun dicegah oleh selatano.


"Duduk dulu.. santai dulu..minum minum atau lainnya?" Selatano menghalangi kepakano pergi.


"bebas saja ." Kepakano duduk kembali.


Salatano memanggil seseorang yang ada di belakang rumah untuk membuatkan minuman.


"Apa kamu yakin akan kemampuan yang kumiliki?" Selatano memberikan secangkir kopi hangat yang telah dibuatkan seseorang.


"Yakin kamu mampu mengalahkan sangura." Kepakano meminum kopi hangat.


"Tunggu disini,aku keluar rumah sebentar." Selatano keluar rumah dan melihat sudah banyak pasukan prajurit kerajaan Genibiru.


"Ada apa ini??" Selatano bingung melihat begitu banyak pasukan datang ke tempatnya.


"Kami mencari sangura ! apa ada disini ?" Tanya seseorang berjalan mendekati selatano


"Tidak ada !" Salatano menjawab sambil berjalan menuju pintu rumah.


"Siapa itu yang didalam rumah ?" Tanya prajurit kerajaan Genibiru kepada selatano sambil berjalan menuju pintu masuk ke dalam rumah.


Dan ..


"Apa..?? Apa yang terjadi ?? " Tanya prajurit melihat ada seorang yang tergeletak di bawah meja.


"Ini pasti minum kopi.." salatano berjalan ke meja dan melihat kopinya yang telah diminum oleh kepakano.


"Hei.. siapa kau !! " Salatano melihat orang yang tadi membuat kopi pergi berlari lewat pintu belakang.


Hanya sekejap salatano berhasil menangkap orang misterius itu.


"Siapa kamu ?? Kamu bukan pekerjaan disini! " Salatano menarik lengan bajunya dan melempar kedepan..


"Wajahmu bukan asli!!" Salatano melompat lalu menarik wajahnya yang ditutupi kain hitam.


Salatano tidak mengetahui dibalik bajunya menyimpan senjata rahasia hingga menggores lengan kanannya.


Orang itu melesat terbang pergi dengan cepat.


"Ouh ..! Ada penyusup !" Selatano menyobek lengan bajunya lalu mengikat pada lengan tangan kanannya yang berdarah.


"Kepakano telah dicarun seseorang ! Entah siapa? " Selatano masuk rumah.


"Dia itu siapa?? " Prajurit kerajaan berdiri,


"Dia kepakano dari kerajaan otaram adiknya koromuko." Selatano mencoba mendudukkan kepakano dan memukul dari belakang.


Sesaat kemudian kepakano muntah keluar beberapa racun dari dalam tubuhnya.

__ADS_1


Kemudian direbahkan lagi, kepakano istirahat.beberapa hari berlalu.


Para prajurit kerajaan Genibiru sudah pergi


tinggalkan tempat itu.


"Aku tinggal dulu.." selatano pergi melesat bagai kilat tinggalkan pondok wangi.


Ditengah perjalanan dihentikan oleh dua pendekar sakti.


Dua pendekar sakti itu adalah utarono dan timora.


"Berhenti ! Kamu mengingkari perjanjian kita bersama.." utarono menghentikan ditengah jalan.


"Apa urusanmu ikut campur !" Selatano menyingkirkan kedua pendekar.


"Kamu memihak pada kejahatan !" Utarono menahan selatano pergi.


"Kamu dibayar berapa? Melawan sangura?" Timora mengetahui kepakano menyodorkan koin emas kepada selatano saat keluar rumahnya.


"Ini bayarannya...!!" Selatano mengacungkan kepalan keduanya.


Tanpa diaba -aba keduanya langsung melancarkan pukulan berantai kearah selatano..


Selatano mengangkat tubuhnya keatas dan memutar kaki kanannya bergerak berputar putar bagai kipas angin menyerang utarono dan timora.


Selatano diserang oleh kedua pendekar sakti.


Pukulan tanpa bayangan menghantam selatano hingga mundur beberapa langkah.


Selatano menarik nafas dalam-dalam dan mengeluarkan angin kencang berputar dari kedua telapak tangannya melaju kearah keduanya.


Angin kencang menerpa timora dan terpental membentur pohon besar, sedangkan utarono menahan angin kencang hingga mundur beberapa langkah.


Timora melompat lompat bagai tupai raksasa menerjang selatano hingga terpental berguling - guling ditanah.


Utarono mengangkat tangan kanannya muncul pedang berkilau tajam, pedang sakti itu mengeluarkan kilatan listrik keberbagai arah hingga dikumpulkan dalam satu titik putih berkilau pada ujung pedang dan diarahkan ke selatano, ditikam ..


Selatano menangkisnya dengan kedua tangannya yang muncul angin berputar putar membentuk tameng raksasa..


..


Benturan keras terdengar hingga puluhan kilometer.


"Duuoorr !" Benturan kuat terdengar hingga keduanya terpental jauh, goresan kedua kakinya selatano bagai garis kereta yang panjang .


Utarono melambung jauh,timora melompat dan lari cepat melambung tinggi ke langit lalu menukik tajam ke bawah mengarah pada selatano yang terbaring lemas karena benturan tadi kini harus menahan serangan dari timora, menukik tajam kedua tangannya mengepal kuat menembus dadanya selatano.


"Brakh ...!!" Benturan terjadi antara timora dengan selatano.


Selatano menembus dalam tanah dalam -dalam.

__ADS_1


"Apakah selatano sudah masuk dalam tanah terkubur didalamnya?" Timora melihat tanah mulai tertutup rapat hingga tak terlihat oleh mata.


__ADS_2