
Pendekar utarono berdiri diatas bukit sambil melihat sekeliling gunung es ada sesuatu keluar dari dalam danau es.
Makhluk aneh kecil bentuknya sama dengan ular naga terbang namun tidak punya atau belum punya sayap.
Muncul satu persatu hingga ribuan makhluk aneh ular naga berkaki empat berkepala seperti manusia dan mempunyai dua tanduk seperti kerbau.
Ribuan monster ular naga itu terus keluar dari dalam danau es yang separuh danau masih tertutup es tebal.
"Hah..?! Monster aneh kecil ular naga berkaki empat berkepala manusia itu bermunculan dari dalam danau es... mereka mau kemana? Dan mau apa ?" Pendekar utarono melihat mereka monster kecil ular naga berkaki empat berkepala manusia itu dari atas bukit karang.
Begitu cepatnya para monster ular naga berkaki empat berkepala manusia itu berjalan menghancurkan desa dekat gunung es itu hingga berantakan dan berlarian keluar dari tempat mereka tinggal.
"Aku harus menghentikan monster kecil ular naga berkaki empat berkepala manusia itu dengan kekuatan anginku..!" Pendekar utarono melayang terbang menuju arah mereka bergerak.
Semburan angin kencang menyapu seluruh monster kecil ular naga berkaki empat berkepala manusia itu terhempas terkena angin kencang yang di lontarkan oleh pendekar utarono dari jarak cukup jauh di atas awan.
"Mereka kabur jauh aku tiup angin kencang." Pendekar utarono turun dari atas awan dan menambahi gempuran angin kencang berputar putar menyapu seluruh monster kecil ular naga berkaki empat berkepala manusia.
Namun usai lenyapnya para monster ular naga berkaki empat berkepala manusia hilang tertiup angin kencang dari pendekar utarono kini muncul begitu besar ular naga terbang dari dalam danau es menyerang pendekar utarono dengan kibasan ekor ular naga terbang itu pendekar utarono terpental hingga membentur gunung batu karang.
Pendekar utarono pingsan tak sadarkan diri dan disaat pendekar utarono tak sadarkan diri, ular naga terbang muncul mendekati pendekar utarono dengan cakar yang begitu tajam mencengkeram leher pendekar utarono hampir tak dapat bernafas apalagi kedua tangannya di injak dengan kedua kakinya ular naga terbang itu.
Disaat kritis .. membuat pendekar utarono terbangun dari pingsannya dan membuka kedua matanya,dia tak berdaya di cekik oleh ular naga terbang saat itulah sesosok bayangan putih menghantam ular naga terbang itu dengan sekali pukulan begitu cepat hingga ular naga terbang terpental cukup jauh berguling guling ditanah yang sebagian diselimuti es.
Bayangan putih itu menyambar pendekar utarono dan membawa terbang pergi jauh tinggalkan tempat yang begitu dingin.
Ular naga terbang itu belum mati dan masih bisa bergerak dengan kecepatan rendah karena pada tubuhnya terluka oleh pukulan bayangan putih itu.
Sementara itu bayangan putih terus terbang melayang membawa pergi pendekar utarono.
Sudah cukup jauh perjalanan bayangan putih itu membawa pergi pendekar utarono, melewati lembah, melewati gunung berapi, melewati hutan, sungai dan bahkan lautan telah dilewati.
__ADS_1
Entah dibawa kemana pendekar utarono oleh bayangan putih itu.
Sementara itu x4y atau nama lain dengan nama pertapa banyuputih berada di istana kerajaan otaram.
Suatu hari udara cerah ceria dipagi hari muncul cahaya putih di balik gunung putih melesat turun ke tepi sungai.
Cahaya putih bersinar berjalan di atas air sungai,menyebrang air sungai
Kemudian berhenti diatas batu yang berada di tengah sungai air mengalir deras.
Muncul seorang pertapa bernama pertapa siam.
Dia duduk bersila diatas batu besar ditengah sungai dengan air sungai yang deras mengalir.
Pertapa siam duduk diatas batu besar dengan kedua matanya terpejam.
Pertapa siam memakai kaos putih lengan panjang bercelana pendek warna biru.
Pertapa siam mampu melayang terbang bagai burung meskipun tanpa sayap.
Pertapa siam mampu melihat gerakan tanpa wujud dan mampu melawan serangan atau gempuran berbagai macam makhluk aneh yang akan melukai dirinya.
"Hem hari sudah mulai gelap aku harus segera pergi tinggalkan tempat ini." Pertapa siam sakti segera berdiri di atas batu besar yang ada di tengah air sungai,dan air sungai mengalir deras.
Hanya sekejap mata pertapa siam menghilang melesat terbang tinggi menembus awan gelap.
Malam hari telah tiba bulan muncul menampakkan diri dengan cahaya bulan purnama begitu terang benderang mewarnai suasana malam hari.
Tiba-tiba terdengar suara lolongan serigala hutan diatas bukit hutan tropis.
Terlihat bayangan hitam berbentuk serigala melolong panjang hingga terdengar cukup jauh sampai di bawah bukit hutan tropis.
__ADS_1
Sesaat kemudian bulan tertutup awan gelap bergerak menutupi bulan purnama sehingga bumi malam hari terasa gelap gulita apalagi di dalam hutan tropis yang lebat dengan aneka pohon dan tumbuhan yang tumbuh begitu subur juga liar.
Seperti asap hitam keluar dari hutan tropis menuju tepi sungai yang tadi ditempati oleh pertapa siam.
Hingga asap hitam itu berhenti dan berkumpul berputar putar tertiup angin malam yang dingin.
Asap hitam gelap juga tebal perlahan membentuk wujudnya seperti monster serigala melolong panjang.
Namun bentuk hewan serigala itu itu seperti serigala pada umumnya.
Serigala itu tubuhnya berbentuk serigala berbadan besar namun kepalanya mirip manusia mempunyai kedua tangannya juga terdapat ekor panjang.
"Aku tadi siang sekilas melihat seseorang duduk bersila disini di atas batu besar ditengah sungai tapi sekarang tidak ada.. kemana orang itu??" Manusia serigala melihat sekeliling tempat air sungai mengalir.
Kemudian melompat dan pergi berlalu begitu cepat hilang masuk kedalam hutan tropis dibawah bukit itu.
"Aku akan datang ke sana..tapi apa itu? Ada orang tidur atau apa di tepi hutan dekat sungai itu." Pertapa siam mendekati sesosok manusia yang nampak berpakaian begitu bagus seperti dari sebuah kerajaan yang belum diketahui.
"Hem .. sepertinya aku kenal dengan orang ini.." pertapa siam segera mengangkat orang itu dan dibawa ke tempat tinggalnya diatas bukit hutan cemara.
Setelah dibawa ke tempat tinggalnya dan dibaringkan ditempat tidur yang terbuat dari papan kayu jati pilihan.
Beberapa waktu kemudian... orang itu mulai siuman.
"Kenapa dia ada ditepi hutan apa yang sebenarnya telah terjadi pada dirinya?" Pertapa siam memberikan segelas air putih yang telah diberi doa oleh pertapa siam.
Sesaat setelah minum dia tertidur kembali.
"Besuk pagi dia akan pulih lebih cepat..dan akan kembali ketempat nya." Pertapa siam duduk disampingnya yang berjarak dua langkah dari dipan tempat tidur orang itu.
"Hem..aku mendengar makhluk aneh mendekati tempat tinggal ku ini.. suara langkahnya aku rasakan getaran tanah yang dipijaknya.." pertapa siam segera berjalan keluar rumahnya.
__ADS_1
Memejamkan kedua matanya pertapa siam menangkap gelombang suara dari jarak cukup jauh.