
Tiba-tiba didalam tanah bergerak , terjadi suatu ledakan dahsyat hingga terdengar sejauh 10 kilometer.
Usai terdengar suara ledakan, bentuk tanah berubah melingkar dan berlubang lalu muncul gas bercampur api, keluar gas api bersama keluarnya sangura dari dalam tanah,api merah itu bagai air mancur yang tinggi sepuluh meter,gas api mancur setinggi sepuluh meter itu meliuk-liuk terkena angin.
Sangura melayang diatas kobaran api merah menyala, kedua matanya sangura putih semua didalam mata putih itu terlihat ada api kecil berkobar, seluruh tubuhnya berkobar api menyala, mulutnya keluar asap putih kedua lubang hidung juga keluar asap putih.
"Kalian akan aku habisi semua..!!!" Sangura menatap tajam ketiganya, khususnya utarono dan timora..
"Sangura masih hidup dan semakin kuat juga ganas apinya !! Utarono menunjuk ke arah sangura.
"Hati-hati dia sudah berubah lebih tak terkendali oleh amarahnya menjadi api yang bisa melukai siapapun !" Kakek cenkethox bergegas berlari menghindari apa yang akan terjadi..
"Lari ..!!! " Timora mengajak utarono pergi berlari tinggalkan tempat itu.
"Kalian tidak akan lolos dari pengamatan !! " Sangura langsung menyerang mereka bertiga.
Tangan kanannya menunjuk kearah timora,jari telunjuk itu berubah merah dan mengeluarkan sinar api menyerang timora yang coba melarikan diri dari tempat itu.
Kecepatan larinya timora kalah cepat dengan sinar api dilepaskan sangura
Sinar api itu menembus punggungnya hingga ke dadanya, berlubang, timora kesakitan hingga terjadi ledakan keras pada tubuh timora hancur berantakan..
" Timora..!! " Utarono berpaling kearah sangura melesat kerahkan tenaga angin kencang berputar putar dilemparkan kearah sangura,sangura terpental terkena angin kencang yang dikeluarkan oleh utarono.
Sangura terpental berguling guling ditanah jatuh membentur batu karang besar, kepalanya sangura membentur batu hingga membuat sangura tak sadarkan diri selama beberapa menit kemudian.
"Uuu..!! Pusing sedikit,kamu sudah waktunya untuk pulang....!!!" Sangura segera bangkit berdiri dan menatap utarono dengan kekuatan jari telunjuk tangan kanannya, utarono ditembaki dengan sinar api merah kearah utarono.
Utarono melompat ke kanan saat sinar api kearah sisi kiri tubuhnya dan sinar api kearah sisi kanan utarono melompat ke sisi kiri begitu cepat lompatan tenaga utarono berkurang sedangkan sangura masih karena hanya tinggal menunjuk dengan kedua jari telunjuk tangan keluar sinar api menyerang utarono.
Sangura mendarat ketanah langsung menyerang utarono dan kakek cenkethox.
Kakek cenkethox memberanikan diri untuk menahan sangura berdiri di depan sangura berhenti.
"Hentikan !! Sangura !!' kakek cenkethox menangkap tangan kanannya sangura meskipun tangan kanannya mengeluarkan api panas tetap ditahan rasa panas itu.
__ADS_1
Sesaat kemudian sangura perlahan mulai mengendalikan emosi amarah sehingga tubuh sangura perlahan pula menghilangkan api yang keluar dalam tubuhnya, khususnya pada kedua tangannya.
"Tak akan padam api ini..!!" Sangura menepis genggaman kakek cenkethox hingga terpental jatuh ketanah kakek cenkethox terbaring lemas.
Utarono mengangkat batu cukup besar dan dilemparkan ke arah sangura hingga sangura terjatuh terkena benturan batu yang dilemparkan ke arahnya.
Sangura tertimpa batu besar, sesaat tak bergerak seperti mati namun sesungguhnya belum,detak nafasnya semakin cepat dan kuat membuat emosi amarahnya bertambah lagi membuat tubuhnya mengeluarkan asap api, kedua lubang hidung mengeluarkan api, mulutnya membuka juga mengeluarkan asap api bahkan ke-dua matanya memerah terbakar api menyala..
Batu besar diangkat dilemparkan kembali ke arah utarono, bersamaan waktu sangura melompat ke arah utarono mencengkeram leher utarono namun ditangkis dengan pukulan angin kencang membanting sangura.
Sangura terbang melayang langsung melakukan penyerangan kearah utarono, kekuatan jari telunjuk yang mengeluarkan sinar api,menembaki utarono dengan telunjuk sinar api oleh sangura.
"Sudah waktunya..!!" Sangura berteriak keras langsung menyerang cepat telapak tangan keluar api mengenai utarono terbakar tubuh utarono..
Sangura menyerang utarono untuk kedua kalinya namun dihalangi kakek cenkethox.
Kakek cenkethox terkena serangan sinar api sangura terjatuh ketanah tak berdaya lemas terbakar...
Utarono melihat kakek cenkethox terkena sinar api dari sangura segera bergegas membawa pergi, digendong melayang pergi tinggalkan tempat itu.
Sementara gunung es kilatan warna warni melintasi gunung es.
"Kita sudah mencapai kekuatan yang diharapkan.." koromuko melayang di udara bersama pendekar sakti dari barat.
"Ilmu ini akan menghabisi nyawa sangura..! Jangan kawatir ." Pendekar estano memberikan ilmunya kepada koromuko untuk menghadapi sangura.
"Iya, api akan padam dengan air ..!" Koromuko menarik nafas dalam-dalam dan menghembuskan udara keluar dari kedua lubang hidungnya..
Keluar udara bercampur asap dingin yang keluar dari kedua lubang hidungnya koromuko.
Begitu dingin suhu udaranya di pegunungan es, koromuko berlatih bersama pendekar estano.
Sudah cukup lama mereka berlatih hingga beberapa tahun kemudian.
Koromuko segera pergi tinggalkan tempat itu.
__ADS_1
"Wes wayah e... sudah waktunya,aku pergi ke kerajaan otaram." Koromuko bersalaman dengan pendekar sakti dari barat yang bernama estano.
Kedua matanya dipejamkan sesat kemudian melesat terbang bagai kilat menyambar kesana-kemari, terbang dengan kecepatan melebihi kecepatan suara.
"Hem..dia memang punya semangat yang kuat namun.. ada yang mengikuti dia ?" Pendekar estano mengambil senjata belati berwarna kuning keemasan.
Pada bagian atas atau handle ( pegangan )belati berbentuk kepala naga.
Langsung dilemparkan ke arah mata-mata hingga terkena senjata itu,dia mata-mata itu terjatuh berguling guling ditanah kesakitan namun masih sempat melarikan diri dan lepas dari pengamatan pendekar barat estano.
"Huh !! Masih bisa meloloskan diri ! Benar -benar kuat dia." Pendekar estano pergi mengambil belati kecil itu yang dibuang oleh mata-mata misterius itu.
"Oh..aku harus mengikuti koromuko dari belakang dengan jarak tidak terlalu dekat dengan koromuko." Pendekar estano berpikir seperti itu dalam hatinya.
Sekejap pendekar estano sudah hilang pergi begitu cepat mengikuti koromuko.
Sementara itu koromuko mendarat di tepi sungai, nampaknya dalam perut koromuko sedang ada musik keroncong..alias keroncongan..lapar perlu ada bahan bakar.
"Perutku keroncongan lapar,aku perlu bahan bakar agar dapat bergerak dengan kecepatan tinggi dan tentu tidak lemas...!' koromuko memandangi tepi sungai yang begitu jernih dan bersih, koromuko mengeluarkan sinar dari jari telunjuk tangan kanannya langsung menembaki air sungai, tembakan sinar dari jari telunjuk tangan kanannya koromuko tepat mengenai sasaran berupa ikan cukup besar melayang terapung di atas air sungai.
Tembakan jari telunjuk tangan kanannya berupa sinar es yang membuat ikan itu jadi beku terkena sinar es dari jari telunjuk tangan kanannya koromuko
"Menguji ilmu yang diberikan oleh pendekar sakti estano, ternyata cukup berhasil kulakukan." koromuko segera mengambil ikan beku diatas air sungai.
Membuat api unggun kecil untuk membakar ikan hasil tangkapan koromuko.
Saat sedang menikmati hidangan ikan bakar ala kadarnya, hanya cukup untuk mengisi bahan bakar tubuh koromuko.
Sinar api melintasi tempat koromuko berada hingga kaget dan siap berjaga-jaga jika ada serangan gelap, atau senjata gelap menyerang nya.
"Ada apa ini ?? Sedang menikmati hidangan makan ikan bakar ! " Koromuko nengok ke arah munculnya sinar api melewati dirinya.
Koromuko mengeluarkan asap dingin dari mulutnya banyak membetuk bulatan es kecil kecil.untuk melempar mata mata yang akan menyerangnya.
koromuko melesat terbang tinggi tinggalkan tempat itu.
__ADS_1