Rebirth of cowardly women

Rebirth of cowardly women
Ro


__ADS_3

Xianfei menuju ke tempat tidur dan berusaha memejamkan matanya untuk berkompromi agar tidur namun matanya masih saja terbuka. Pandangannya menyapu ke seluruh isi ruangan, dia baru sadar jika kamar yang dia tempati tidaka ada perabotan hanya ada meja rias dan ranjang yang sudah tua ini, sangat menyedihkan.



Keesokan harinya, masih sangat pagi bahkan sang fajarpun masih malu-malu menampakkan cahayanya Xianfei sudah membuka matanya.


Bianfei pelayan xianfei yang melihat nonanya sudah bangun segera bergegas menghampirinya


"Nona sudah bangun? mau nubi siapkan air untuk mandi sekarang atau nanti nona?



"nanti saya bianfei,ambilkan air untuk mencuci mukaku dulu" perintah xianfei



"baik nona" pelayan bianfei segera pergi untuk mengambil air cuci muka untuk xianfei.


Xianfei berjalan melihat lihat pakaiannya "ahh pakaian yang sangat kuno dan sedikit bahkan sudah lusuh.." gumam xianfei yang terkejut karena pakaian yang ada sangat tidak layak, bahkan pakaian seorang pelayan pun lebih bagus dari pakaiannya



"sungguh hidupmu sangat menyedihkan xianfei" hidup xianfei yang dulu tidak pernah diperhatikan,tapi tenang feifei ini akan mengambil apa yang seharysnya menjadi hakmu



Pintu kamar terbuka menampakkan pelayan yang membawa air untuk nonanaya "nona ini air nya sudah siap,mari nubi bantu"


segera pelayan berjalan dan membantu membasuhkan muka nonanya dan mengelap muka nonanya dengan kain bersih


"terimakasih bianfei" xianfei berkata dengan senyum menawan


"itu sudah menjadi kewajiban nubi untuk melayani nona" jawab bianfei tulus




*KEDIAMAN TERATAI**



Terdengar suara benda benda berjatuhan dari kamar Rouyan "Dasar wanita jalang! seharusnya kau sudah mati. kenapa bisa masih hidup? bahkan kulitnya lebih bagus dari sebelumnya" amuk rouyan sambil melemparkan apa yang ada di hadapannya.. guci porselen yang menjadi kesayangannya pun tak lolos dari bantingan ruoyan



Pelayan yang ada disana hanya tertunduk takut melihat amukan nona keduanya itu, tidak ada yang berani mendekati ataupun menenangkannya.. Mereka masih sayang nyawa mereka




*KEDIAMAN BULAN*



"Nona air untuk mandi nona sudah nubi siapkan,mari nubi bantu untuk membersihkan tubuh nona" pelayan bianfei segera melepaskan pakaian nonanya satu persatu



"kau tunggu saja diluar bianfei, Xiaoji akan mandi sendiri" bagaimana mungkin dia mau dibantu mandi dengan pelayannya,malu lah seorang feifei lady devil kok dimandiin



"baik nona" segera bianfei meninggalkan nonanya untuk mandi


Bianmei yang berada di kamar sedang membereskan ranjang nonanya dan tentu saja menyiapkan pakaian yang akan dipakai nonanya nanti



Setelah selesai mandi xianfei dibantu bianfei dan bianmei untuk berganti pakaian, Hanfu merah muda sangat cocok untuk xianfei. Xianfei terlihat sangat cantik,meskipun tanpa riasan di wajah cantiknya. bibirnya semerah cerry meski tanpa pemerah bibir. bianmei yang seorang perempuan bahkan sangat memuja kecantikan nonanya


__ADS_1


"nona sudah waktunya makan,nubi ambilkan makanan atau nona makan bersama Perdana mentri Li lagi?" tanya bianfei



"tidak usah bianfei,mari pergi keruang makan. aku akan makan bersama dengan ayah dan yang lainnya" senyum dingin xianfei



"baik nona" jawab bianfei ragu. Xianfei berjalan menuju tempat ruang makan diikuti dengan para pelayan dibelakangnya


Sepanjang perjalanan tidak ada yang berani menatap nona tertua Perdana mentri Li karena tertekan dengan aura dingin yang terpancar dari tubuh xianfei.


Apalagi dengan kejadian kemarin saat xianfei menghukun salah satu pelayan yang menghinanya


Ada banyak pelayan yang mencemooh xianfei tapi terlalu takut untuk menyuarakannya.



*RUANG MAKAN*



Perdana Mentri Li memasuki ruang makan diikuti dengan Permaisuri dan anak kesayangannya Rouyan yang masih memasang wajah cemberut karena marah dengan xianfei


merekan segera duduk dan para pelayan segera menyajikan hidangan untuk tuannya



Xianfei berjalan memasuki ruangan dengan anggun dan memasang muka datar. "Xianfei memberi hormat kepada ayah dan ibu" suara dingin xianfei membuat hati ayahnya tercubi


"ya xianfei mari duduk di samping mei-mei mu" perintah Perdana mentri Li



"iya ayah"xianfei segera duduk disamping rouyang dan segera makan


Rouyang menatap jijik pada xianfei dalam hati dia mengutuk "Dasarr jalang beraninya kau duduk disebelahku,dasar tak punya malu makhluk sampah sepertimu lebih rendah daripada pelayan"





--°°°--


Setelah selesai makan Xianfei kembali kekediaman bersama pelayan.


"Bianmei tugas yang aku perintahkan untuk menyiapkan kado ulang tahun putra mahkota apakah sudah siap?" tanya xianfei datar



"menjawab nona, giok putih untuk putra mahkota sudah nubi siapkan" jawab bianmei tenang



"baguss..dan kau bianfei baju untuk Xiaoji apa sudah siap?" suara Xiaoji santai ke pelayannya.



"Tentu sudah nona,sudah siap semua. Tapi nona tidak punya perhiasan bahkan baju yang nubi siapkan sangat jauh dari kata mewah" bianfei menjawab dengan wajah sedih



"tak apa bianfei, bukankah nona mu ini terlihat cantik memakai pakaian apa saja?" xianfei tersenyum menenangkan pelayan yang sangat memikirkannya itu



"benar nona memang sangat cantik seperti dewi" senyum merkah terbit dibibir bianfei



__ADS_1


*KEDIAMAN PERDANA MENTRI*



"Semoga besok xianfei tidak mempermalukan wajahku didepan yang mulia Kasiar dan pejabat lainnya" gumam kaisar di sela kesibukannya dengan setumpuk buku di depannya



"Sayang apa besok kita juga membiarkan xianfei ikut?" tanya permaisuri yang tiba tiba datang sambil bergelayut manja di lengan perdana mentri



"tentu istriku..tapi kuharap xianfei tidak akan menjatuhkan mukaku didepan banyak orang" nada khawatir khaisar membuat permaisuri tersenyum licik dia yakin kalau xianfei akan membuat malu.


dia masih berpikir bahwa xianfei yang sekarang masih pengecut tidak seperti putri kebanggaannya Li Rouyan


putri kesayangannya



"kuharap juga begitu suamiku" seringai permaisuri yang bermuka dua itu, didepan suaminya dia bak dewi yang sangat lembut dan bijaksana tapi perdana mentri tidak tahu sisi lain permaisurinya yang jauh lebih berbahaya dari pada seekor ular berbisa




*KEDIAMAN TERATAI*



Rouyan yang sibuk memerintah para pelayannya untuk mempersiapkan segala perlengkapan untuk menghadiri acara ulang tahun putra mahkota


Baju yang mewah yang terbuat dari kain sutra dengan bersulam benang emas, sepatu dari benang emas dan perhiasan yang sangat mewah untuk melengkapi dandanannya esok pagi



Rouyan tidak mau terlihat sederhana, dia ingin terlihat sangat cantik dan menawan didepan keluarga kekaisaran


"aku harus terlihat sempurna bahkan phoenix pun malu bersandingan denganku,jadi jangan sampai kalian melakukan kesalahan sedikitpun mengerti!!" bentak rouyan sarkastik



"kami mengerti nona" jawab para pelayan serempak
















__ADS_1



__ADS_2