
nona..itu perhiasan dan berbagai asesoris,aku sangat senang bisa melihat nona seperti ini" jawab bianfei antusias
ya karena selama ini xianfei hanya mempunyai baju usang tapi sekarang dia diberikan baju dari perdana mentri Li khusus untuk menghadiri pesta di kerajaan.
Mana mungkin perdana mentri membiarkan xianfei memakai baju usang untuk ke istana..mau dibawa kemana muka Perdana Mentri Li
AULA TENGAH
Perdana Mentri Li dan Istrinya berajalan menuju kereta sambil menunggu Putri kesayangannya datang.
Rouyan tiba dengan para pelayannya,dia membawa 2 pelayan pribadi untuk pergi ke istana
"Putriku sudah siap? Kau sangat mempesona..persis seperti ibumu sangat cantik" puji Perdana mentri Li
"Tentu aku harus cantik ayah, aku tak mau mempermalukan ayahku.. Putri seorang perdana mentri haruslah cantik" jawab royan bangga
Dari kejauhan Xianfei berjalan mendekat bersama 2 pelayan pribadinya.
Xianfei berjalan penuh wibawa,aura kepemimpinan nya terpancar. Dia sangan anggun dan cantik meski baju dan perhiasannya tidak semewah Rouyan
"Dasar jalang! Lama sekali datang kesini.." Bentak rouyan
"Kau kan juga sama baru datang, dasar tak tahu malu" sinis xianfei
"Kau..tak tahu malu" marah rouyan pada xianfei
"Sudah sudah..kalian jangan bertengkar, cepat masuk ke kereta masing-masing" lerai Perdana mentri Li
Perdana mentri Li beserta istrinya memasuki kereta yang sangat mewah, diikuti oleh rouyan di sampingnya
KERETA PERTAMA
"Hahaha rasakan kau jalang...pasti sekarang dia susah bernafas karena keretanya penuh dengan barang-barang" tawa mengejek rouyan
"Kenapa kau sangat bahagia sekali melihat jie-jie ku seperti itu rouyan"tanya perdana mentri Li
"Ahh..maaf ayah" jawab lirih rouyan
"Sudahlah suamiku..anakmu jadi takut" permaisuri dafu angkat suara
KERETA KEDUA
"Sempit sekali dasar manusia tak berperasaan..bagaimana mungkin kita satu kereta dengan barang-barang ini" gerutu bianfei
"Iyaa sempit sekali..tuan sangat keterlaluan.." Bianmei menimpali
"Nona..apakah nona tidak nyaman? Tuan sangat keterlaluan pada nona, kenapa nona disuruh satu kereta dengan barang-barang ini" marah bianfei
"Sudahlah tak apa..aku baik-baik saja" jawab xianfei datar
"Tapi ini sempit sekali nona" bianmei menimpali
"Tak apa..tunggu saja, permainan akan segera dimulai" seringai xianfei
Perjalanan dari kediaman perdana mentri li menuju Istana memakan waktu setengah hari. Sepanjang perjalanan xianfei terus melihat keluar jendela kereta, Saat melewati pasar banyak orang berlau lalang.. Tidak banyak berbeda dari pasar tradisional di zaman modern.
FLASHBACK
Xianfei yang sudah dua hari datang ke dunia ini masih bingung dengan hidupnya dia masih tidak tahu kenapa dia bisa terlempar ke masalalu..masa dimana Dinasti ming berada
Xianfei yang termenung sedang duduk didepan cermin dengan tatapan kosong
"Gue harus gimana nih..terlempar ke dinasti ming tanpa barang-barang kesayangan dari masa modern..cihh" gumam feifei kesal
"Ah kalung ini seperti kalungku dimasa modern,kalung giok peninggalan eyang" feifei mengusap-usap batu giok hijau yang terjuntai di leher jenjangnya
__ADS_1
Ssraaaaaashhhhh.... Cahaya putih menyilaukan mata xianfei
"Lohh kenapa aku berada disini, bukannya tadi aku di depan cermin..kenapa kok serba putih putih gini sihh.." Gumam feifei
Sebuah suara terdengar di seluruh ruangan serba putih itu
"Lou feifei..kau sekarang berada di ruang dimensi yang aku buatkan untukmu" suara itu menyeruak di ruangan
"Kau..siapa kau?" Tanya feifei bingung
"Aku adalah kau xianfei..pemilik tubuh yang saat ini kau tempati" jawab xianfei datar
"Ahh kau xianfei yang asli? Lalu kenapa kau membawa ku ke tempat ini?" Tanya feifei lagi
"Aku minta tolong padamu fei,untuk membalaskan dendamku..membalaskan orang-orang yang membuatku menderita hingga aku meregang nyawa" jelas xianfei dengan suara parau
"Ya..tenang saja,aku akan membalaskan dendammu itu" seringai feifei
"Terimakasih feifei" suara xianfei yang mulai menghilang
Srahhhh Feifei kembali lagi duduk di depan cermin
"Jadi saat aku mengusap liontin ini aku akan keruang dimensi ku.." gumam feifei
FLASHBACK OFF
Setelah melalui perjalanan yang panjang rombongan perdana mentri li sampai di gerbang istana
"Akhirnya sampai juga" ucap rouyan antusias
Perdana mentri Li turun dari kereta diikuti istri beserta rouyan
Xianfei pun turun dari kereta dibantu dengan kedua pelayannya.
AULA ISTANA
Kaisar beserta pemaisuri memasuki ruangan dan menuju singgasana mereka.
Putra mahkota dan para pangeran juga para selir menuju kursinya masing-masing
"Pesta yang sangat meriah..semoga ada tontonan yang menarik" ucap pangeran Mahkota dingin
"Kakak.. Mantan tunanganmu apa mungkin datang kesini? Aku sangat penasaran dengan dia bagaimana penampilannya dan apakah dia berani untuk menemuimu?" Tanya pangeran kedua polos
"Aku tak peduli.. Mungkin dia tidak akan datang, bukankah rumor mengatakan jika dia buruk rupa dan pengecut" jawab pangeran mahkota
"Ya tapi rumor belum tentu benar kak" pangeran ketiga menimpali
"Kita lihat saha nanti" ucap pangeran mahkota datar
Pesta perayaan ulang tahun putra mahkota sangat mewah dan meriah, banyak tamu yang hadir dari kerajaan tetangga dan para pejabat membawa serta para anak gadisnyabyang berharap nasib baik memihak mereka untuk menjadikan salah satu anaknya menjadi istri atau selir pangeran.
Saat Perdana mentri memasuki ruangan semua mata tertuju pada anak gadisnya..yaa bukannya rumor terkenal jika nona tertua perdana mentri li seorang gadis pengecut dan buruk rupa tapi saat ini di samping Rouyan anak kesayangan perdana mentri li berdiri seorang gadis yang sangat cantik bak seorang dewi.
Hingga para tamu tak berhenti melihatnya bahkan para pangeran terkejut melihat nona tertua perdana mentri li yang sangat cantik dan anggun bahkan saat berjalan terlihat sangat berwibawa
"Rumor memang sekedar rumor..lihatlah kakak,mantan tunanganmu yang kau putuskan itu" ejek pangeran kedua
Pangeran mahkota yang mendengarpun terdiam dia masih terkejut dengan apa yang ia lihat..dia mulai menyesali keputusannya untuk membatalkan pertunangan dengan Xianfei
"Sial..betapa bodohnya aku yang percaya dengan rumor itu, aku menyesal meninggalkannya" batin putra mahkota kecewa
__ADS_1
"Hormat Kepada kaisar dan permai suri semoga hidup 1000 tahun dan selalu berbahagia" ucap para tamu bersamaan
"Hormat kepada para pangeran dan selamat ulang tahun untuk putra mahkota" ucap mereka lagi
"Ya..silahkan duduk" ucap kaisar berwibawa
Para tamu dari kerajaan tetangga dan para pejabat mulai memberikan hadiah untuk putra mahkota.
Sampai pada giliran keluarga perdana mentri Li. Dia memberikan hadiah sebuah lukisan yang langka untuk putra mahkota dan Rouyan memberikan baju bersulam emas untuk putra mahkota
"Semoga yang mulia menyukai hadiah hamba ini" ucap rouyan malu-malu
"Ya terimaksih" jawab putra mahkota dingin
"Dan ini hadiah dari hamba yang sederhana ini, semoga yang mulia menyukainya" ucap Xianfei datar
Putra mahkota yang mendengar perkataan xianfei terkejut,dia tidak seperti perikiraannya yang akan seperti gadis lain malu-malu tapi ini sangat dingin
"Ya terimakasih tunanganku" ucap putra mahkota
"Maaf saya bukan tunangan yang mulia lagi" jawab xianfei datar
"Ahahha kau dipermalukan kak" pangeran ketiga menimpali
Kaisar yang kendengar percakapan mereka segera angkat suara
"Mari silahkan duduk dan nikmati pertunjukan dan hidangannya"
"Terimakasih yang mulia" ucap mereka serempak
Sebuah pertunjukan pun dimulai mulai dari permainan berbagai alat musik yang sangat indah diiringi dengan para penari sampai saling melempar puisi romantis
Putra mahkota sesekali mencuri pandang ke wajah xianfei yang terlihat datar dan tidak peduli.
Rouyan yang melihat putra mahkota memandangi xianfei geram dan marah
"Yang mulia putra mahkota, jie-jie xianfei telah menyiapkan hadiah istimewa untuk anda, jie jie berhari hari berlatih menari untuk mempersiapkan pertunjukan untuk anda" ucap rouyan sengaja untuk mempermalukan xianfei karena dia tau xianfei tidak pandai dalam kesenian
"Ohh benarkah itu..silahkan nona Xianfei untuk memulai" jawab kaisar antusias
"Ya tunjukkan kepadaku" senyum putra mahkota
Xianfei yang mendengar perkataan rouyan menyeringai,
"Jadi dia berharap untuk mempermalukan diriku? Dia pikir aku bodoh!" Guman xianfei
"Tentu yang mulia, hamba akan mulai untuk menari,tapi sebelum itu bolehkah hamba meminjam salah satu pedang?"
"Tentu..pakailah pedangku" jawab pangeran kedua antusias
Pangeran kedua melemparkan pedang kearah xianfei namun dengan cepat xianfei menangkapnya
Hal itu membuat orang-orang terkejut, begitu pula dengan perdana mentri Li
Hayoo lanjutt gaaa nih...
Ayoo..ayo like
__ADS_1