Rebirth of cowardly women

Rebirth of cowardly women
Telunem


__ADS_3

Ahh..ah.. Pengapp..nafas nafas..." ucap xianfei sambil mengibas ngibaskan tangannya mencari udara sebanyak banyaknya


Yin jun yang melihat kelakuan xianfei tertawa geli


"Hahahha nona..hhaa"


"Yakkk!!! Kau bocah berani beraninya kau mengerjaiku" dengus xianfei


"Salah siapa nona susah bangun..sudah dari pagi nona di bangunkan oleh jie jie bianfei dan bianmei" jawab yin jun polos


"Brugg..bughh..bughh..." suara tubuh jatuh ke lantai


"Yakkkk!!!! Yaampuuunnn!! bianfei bianmei..apa yang kalian lakukan!" teriak xianfei


 


o0o


 


Bianfei dan bianmei yang mendengar teriakan nonanya segera bangun dari lantai dan bersimpuh


"Ampunn nona..maafkan kami karena mengganggu istirahat nona" ucap bianfei takut karena mendengar teriakan xianfei yang menggelegar


"Cepatlah siapkan aku makanan..aku lapar..tapi aku akan mandi dulu" ucap xianfei


"Iya nona..hamba akan siapkan makanan untuk nona" ucap bianfei lalu pergi undur diri untuk menyiapkan makanan


"Hamba siapkan air mandi dulu nona" ucap bianmei lalu pergi untuk menyiapkan pemandian xianfei


"Ya... " jawab xianfei datar


Xianfei yang melihat yin jun masih di sampingnya terdiam menatapnya bingung


"Ah yin jun...apa yin jun sudah mandi??" tanya xianfei


"Sudah nona.. Setelah mandi yin jun langsung kesini untuk menemui nona tapi nona masih tidur" jawab yin jun polos


"Hehhe.. Tapi ini aku sudah bangun kan ??" senyum xianfei


"Kau sudah sarapan?" tanya xianfei lagi


"Belum nona" Jawab yin jun


Namun sebelum xianfei menjawab bianmei datang


"Nona air mandinya sudah siap" lapor bianmei


"Ya.. Aku mandi dulu, habis itu kita sarapan bersama ya yin jun" ucap xianfei lembut


"Baik nona..." jawab yin jun senang


Xianfei berjalan menuju pemandian ditemani bianme


Pagi ini xianfei berendam membersihkan tubuhnya di pemandian dengan aroma bunga lavender yang menenangkan tidak begitu lama seperti biasanya


"Kenapa jantungku berdegub terus ya...ada apa ini.." gumam xianfei yang merasakan jantungnya berdebar debar


ISTANA


Di kediaman pangeran tian pagi pagi sekali sudah sibuk dengan para prajurit yang berlalu lalang. Mereka sedang di seleksi dengan ketat oleh Jendral Hong


"Lapor Yang Mulia Pangeran Tian hamba sudah menyiapkan sepuluh prajurit terbaik sesuai permintaan anda" ucap Jendral Hong


"Bagus ... Aku akan ganti baju dulu habis itu kau ikut aku ke kediaman perdana mentri li" perintah Pangeran tian


"Baik Pangeran" jawab jendral hong


Pangeran tian segera meninggalkan halaman kediamannya dan menuju ke kamar untuk berganti baju


"Pelayan! Siapkan baju yang bagus tapi tidak terlalu mencolok untukku!" perintah Pangeran tian dingin


"Baik Yang mulia pangeran" jawab pelayan pangeran tian


"Hamba bantu mengenakan pakaian yang mulia pangeran" ucap pelayan lalu memakaikan pakaian untuk pangeran tian

__ADS_1



Pangeran tian memakai pakaian berwarna putih silver membuat penampilanya begitu mempesona menambah kadar ketampanannya


Wajah yang tampan rupawan, kulit putih bersih meskipun sering berlatih pedang di bawah sinar matahari, tubuh yang kekar dan terbentuk membuat siapa saja terbuai kehilangan kesadarannya


Pelayan yang membantu memakaikan pakaian untuk pangeran tian terbuai melihat tubuh kekar pangeran dan tanpa sengaja menyentuh perut pangeran yang berbentuk


"Lancang!!" ucap pangeran tian sambil menghempaskan tangan pelayan yang menyentuh perutnya


"Aa-ampun yang mulia pangeran hamba pantas mati" ucap pelayan yang terkejut lalu berlutut


" Ya! Kau pantas mati! Hanya istriku yang boleh menyentuhku!" murka pangeran tian


"Ampunn pangeran" ucap pelayan yang menangis histeris


"Pengawal!!!! Seret dia dan penggal kepalanya!" perintah pangeran tian


Para pengawal yang berjaga didepan kamar pangeran tian yang mendengar teriakan tuannya segera bergegas masuk dan menarik pelayan menuju tempat eksekusi


"Cihhh.. Tubuhku ternoda oleh tangan pelayan kotor itu! Pelayan!! Siapkan aku air hangat..aku akan mandi!" perintah pangeran tian


"Baik pangeran" ucap salah satu pelayan yang segera menyiapkan pemandian untuk pangeran tian


"Hanya xianfei yang boleh menyentuh tubuhku.. Sentuhannya bahkan masih terasa sampai saat ini..." gumam pangeran tian sambil mengingat kenangannya saat menjadi guling xianfei semalaman


Pelayan muda yang bertugas menyiapkan air mandi untuk pangeran tian datang melapor


"Tuan pemandiannya sudah siap..."ucap pelayan muda namun tudak ada respon


"Tuan..Tuan..." panggil pelayan muda lagi


"Ah iya..apa?" ucap pangeran tian terkejut dengan panggilan pelayannya


"Pemandiannya sudah siap tuan" ucap pelayan muda lagi


"Ya..aku akan kesana" jawab pangeran tian


Pangeran tian berjalan menuju pemandian dan mulai melepas helai demi helai pakaiannya


"Tunggu apa lagi? Keluar!" perintah pangeran tian yang menyadari jika dua pelayannya masih berada di pemandian


"Ohh silahkan..jika nasib kalian ingin seperti pelayan tadi" ucap pangeran tian acuh


Kedua pelayan yang mendengar ancaman pangeran tian segera undur diri dan pergi keluar


"Hamba undur diri pangeran" ucap mereka keluar dengan langkah seribu


"Gadis gadis menjijikkan!! Beda sekali dengan gadisku" ucap pangeran tian sambil berendam di pemandian air hangat yang beraroma lavender


KEDIAMAN BULAN


Xianfei yang telah selesai membersihkan tubuhnya segera berganti pakaian. Dia berganti di pemandian karena di kamarnya masih ada yin jun yang menunggunya


Xianfei memakai hanfu warna merah muda bercorak keemasan, warna yang sangat cantik dan sangat sesuai di badan xianfei


"Nona..mari nubi tata rambut nona" ucap bianfei


"Ya.." ucap xianfei lalu duduk di depan meja riasnya


Bianfei mulai menata rambut xianfei dengan berbagai hiasan rambut dengan warna senada dengan pakaian yang di pakai xianfei


Sementara bianmei mulai memoles wajah xianfei dengan bedak tipis dan pemerah bibir atau lipstik dan eyeshadow milik xianfei


"Rupanya kau sudah handal merias bianmei" ucap xianfei memuji


"Hamba sudah belajar menggunakan riasan yang nona miliki..hehe" jawab bianmei tertawa kecil


"Ya..ya..." jawab xianfei


"Suadah nona..." ucap bianfei


Yin jun yang dari tadi memandangi xianfei tak berucap sama sekali


"Nona anda sangat cantik..jika saja saya sudah besar pasti ingin sekali menikahi nona" ucap yin jun polos

__ADS_1



Bianfei, bianmei dan xianfei yang mendengar perkataan yin jun yang polos tertawa


"Hhahahhahhaa... Kau ini masih kecil yin jun, mandi saja masih dimandiin sudah berpikir untuk menikah" ejek bianmei


Yin jun yang mendengar ejekan dari bianmei mendengus kesal


"Hihhh aku tak bicara denganmu..dasar jelek!!" ledek yin jun tak mau kalah


"Sudah sudah..ayo kita makan..aku lapar sekali" ucap xianfei lalu bergegas duduk di meja makan


Bianfei dan bianmei segera menyiapkan makan di piring xianfei


"Yakk!!! Kalian tunggu apa lagi..ayo duduk cepat makan bersamaku... Tidak ada bantahan!!" perintah xianfei


"Baik nona.." ucap mereka serempak


Bianfei, bianmei serta yin jun bergegas untuk duduk dan makan bersama xianfei. Merekan menikmati makanan dengan sesekali bercanda


KEDIAMAN PANGERAN TIAN


Setelah selesai membersihkan diri pangetan tian segera bergegas berganti pakaian tanpa di bantu para pelayannya


Pangeran tian berjalan keluar menuju halaman untuk menemui jendral hong


"Jendral.. Persiapan sudah siap??" tanya pangeran tian


"Sudah yang mulia pangeran.. Keret sudah siap dan para prajurit sudah menunggu di gerbang istana


"Bagus... Satu lagi.. Pelayan ambil kotak emas di atas tempat tidurku" ucap pangeran tian


"Baik pangeran" ucap salah satu pelayan yang bergegas mengambil kotak yang diminta pangeran tian


Setelah beberapa saat pelayan segera datang


" ini tuan" ucap pelayan sambil menyerahkan kotak emas berukuran sedang


Jendral hong yang penasaran tidak bisa tidak bertanya


" apa itu pangeran??" tanya jendral hong


"Hadiah..untuk gadisku" jawab pangeran tian sambil berjalan meninggalkan jendral hong yang masih mematung


"Ternyata pangeran tian sangat dimabuk asmara..pangeran yang terkenal dingin dan tidak tertarik dengan wanita ternyata berhasil di taklukan oleh putri perdana mentri li" eluh jendral hong


Author:


ambilkan gelas oey, ambilkan gelas


ambilkan gelas oey, ambilkan gelas


jangan biarkan aku menunggu


di malam dingin bersama kamu, jadi tolong


ambilkan gelas oey, ambilkan gelas


ambilkan gelas oey, ambilkan gelas


lihat biduan menghampiriku


minta disawer seratus ribu, jadi tolong


ambilkan gelas oey, ambilkan gelas


ambilkan gelas oey, ambilkan gelas


aku ngombe kowe ngombe, nek wis penak rasah resek


sik nek isih kurang anggure, mergo utang ngode wae


jatah preman sak parkire, tambah pak bos sak tambule


rasah nangis mergo tresno, ning sandingmu ono konco

__ADS_1


Netizenmahabenar: yaelah thorr!!! nyoh thor nyoh gelas... Cangkir atau gelas atau baskom thor..hahahaa


Author: nyanyi gue woy..nyanyi bukan minta gelas... Njirrrr


__ADS_2