
Saat ini pangeran tian sedang berada di bawah pohoh dekat dengan kediaman yang dulu ditempati xianfei. Tempat favorit mereka saat Mabar.
"Aihh...padahal baru saja xianfei pergi tapi kenapa aku sangat merindukannya?" Gumam pangeran tian sambil duduk di atas rerumputan dibawah pohon
"Aku rindu... Besok..ya besok aku akan kesana untuk mengunjunginya" lanjut pangeran tian antusias
\_\_o0o\_\_
Setelah memakan waktu perjalanan hampir seharian dari istana kekaisaran menuju ke kediaman perdana mentri li akhirnya rombongan kereta perdana mentri li sampai saat memasuki malam hari
Kereta pertama yang ditempati perdana mentri li beserta istri dan rouyan tiba terlebih dahulu..
Perdana mentri li turun dari kereta diikuti istri dan rouyan. Mereka disambut semua pelayan dikediaman perdana mentri li
Diikuti kereta kedua yang ditempati xianfei dan pelayan pribadinya. Saat xianfei turun dibantu oleh bianmei dan bianfei
"Hati hati nona..." Ucap mereka kompak
"Terimakasih bianmei..bianfei.." Senyum xianfei yang lalu turun dari kereta
Rouyan yang masih kesal dan marah karena kejadian diistana segera pergi menuju ke kediamannya
"Ayah..ibu.. Aku lelah, aku akan istirahat.." Ucap rouyan berpamitan
"Istirahatlah nak..ayo istriku kita juga istirahat" ucap perdana mentri li yang juga segera pergi ke kediaman utama
"Bianfei..bianmei..kita juga kembali ke kediaman" ajak xianfei
"Baik nona.." Ucap bianmei dan bianfei
Xianfei diikuti para pelayannya menuju ke kediaman bulan. Sepanjang perjalanan xianfei hanya diam, dia memikirkan apa yang harus dia lakukan terlebih dahulu
"Balas dendam si udah pasti..terus gue harus apa dulu nih..buka usaha kali ya? Tapi usaha apa??" Batin xianfei
KEDIAMAN BULAN
"Nona...nona..." Panggil bianfei berulang ulang tapi tidak ada jawaban
"Nonaaaaaaaa" teriak bianmei di telinga xianfei
"Yaaaaaaaaaa" terik xianfei kaget
"Ah nona jangan melamun" ucap bianmei cepat
__ADS_1
"Yakkk...njirrr kau mengejutkanku! Apa sih.." Ucap xianfei sambil memegang dadanya
"Kita sudah sampai xiaoji..nona mau makan dulu atau mandi dulu?" Tanya bianmei
"Mandi dulu...siapkan air mandi untukku bianmei" jawab xianfei
"Baik nona" jawab bianmei yang lalu pergi untuk menyiapkan air mandi
Xianfei memasuki kamar dan pandangannya mengedar ke seluruh ruangan
"Ahh dimulai dari kamar.. Besok gue renov ni kamar biar sama seperti kamar kesayangan di masaku.. Ranjang ganti big size, meja rias udah ada, selimut ganti bulu beruang yang halusssss mulusss...terus apa ya? Yakk kasurrr badan gue remuk tidur di kasur yang keras ini"
gumam xianfei sambil menunjuk nunjuk barang barang di kamarnya
Bianfei yang mendengar gumaman nonanya bingung
"Apa yang nona bicarakan?" Tanya bianfei
"Tak apa..besok temani aku pergi..jangan banyak tanya!" Ucap xianfei datar
"Tapi mau pergi kemana nona" tanya bianfei
"Pasar" cuek xianfei
"Sudah ku bilang jangan banyak tanya" marah xianfei
Bianfei yang mendengar nonanya marah segera menutup mulutnya dengan kedua tangannya lalu pergi untuk menyiapkan makan malam
"Nona..air mandinya sudah siap" suara bianmei terdengar dari arah pintu
"Ya..aku datang" xianfei lalu bergegas untuk mandi
"Ah aroma bunga mawar...bianmei dari mana kau mendapatkan kelopak bunga mawar sebanyak ini?" Tanya xianfei senang
"Dari pangeran tian nona..pangeran memberikan sekotak besar yang berisi bunga mawar untuk nona mandi" jelas bianmei
"Rupanya pangeran tian..ah aku senang sekali" ucap xianfei yang lalu masuk ke dalam pemandian yang penuh dengan kelopak bunga mawar
KEDIAMAN TERATAI
Rouyan yang tiba di kamarnya segera menghempaskan tubuhnya ke atas ranjang besar miliknya
__ADS_1
"Badanku sakit semua.. Kauu..cepat pijiti aku!" perintah rouyan
"Baik nona" jawab para pelayan yang segera melaksanakan perintah nonanya untuk memijit badan rouyan
"Lebih keras...ke kanan sedikit" eluh rouyan kepada pelayanya
Rouyan yang sedang menikmati tubuhnya dipijit para pelayan pribadinya memikirkan cara untuk menyiksa xianfei
"Besok pagi akan ku mulai hari penyiksaanmu jalang!! Hahhaha" gumam rouyan
KEDIAMAN UTAMA
Perdana mentri li membantu istrinya menuju ranjang untuk beristirahat
"Istriku istirahatlah..badanmu masih lemah" ucap perdana mentri li lembut
"Baik suamiku.. Oh ya suamiku ada yang ingin aku bicarakan padamu" ucap nyonya li
Nyonya li merasa kebahagiaan putri kesayangannya rouyan terancam, karena saat diistana kekaisaran para pangeran hanya melihat dan sangat perhatian dengan xianfei, begitupula kaisar dan permaisuri yang sangat menyayangi xianfei
"Ada apa? Bicaralah.." Ucap perdana mentri li
"Tahun depan Xianfei memasuki umur 16 tahun dia sudah memasuki umur untuk menikah.."
"Lalu..??"
"Sebaiknya kita mencarikan suami untuknya"
"Tapi putra mahokta.." Ucap perdana mentri li terpotong dengan ucapan istrinya
"Tapi apa? Kau tidak lihat diistana bagaimana putrimu diperlakukan? Para pangeran hanya melihat jalang kecil itu!" Marah nyonya li
"Baiklah..terserah kau istriku" ucap perdana mentri li lirih
Author: Yaakkkk...author udah sembuh nihh.. Hak..e hak .e..hak .e hak..e. lalalalallaaaaaaaaa💃💃💃 makasih doanya yakk readersku tersayang.. Sini cium😘😘
Netizenmahabenar: jihh najiss..najiss...apasih lu thor! Obat lu abis yak thor!
Author: njirrrrr... Lu gak kangen apa ama gua? Ngambek nih author ngambek nih..g jadi crazy up nih gua..bye!!
Netizenmahabenar: alahh gitu aja ngambek thor".. Gak jadi deh.. Sini sini gua cium lu thor sini.. Umumumumumuuuuuuuu
Author: gak jadiii....pergi sono..jauhhh jauhh dehhh dasar sarap!!!
__ADS_1