
"Iya... Saat keluarga perdana mentri li diistana aku sangat bahagia karena melihat para pangeran bersikap sangat ramah dan baik, bahkan yang mulia putra mahkota yang tidak pernah tersenyum pun terlihat tertawa lepas bersama dengan nona tertua perdana mentri li" sambung pelayan lain
"Heii kalian...kembali ke pekerjaan masing masing!!" Ucap kepala pelayan yang membuat mereka terkejut lalu lari kocar kacir
__o0o__
"Dasarr penggosip!! Orang orang bodoh yang tidak sayang nyawa" ucap kepala pelayan
KEDAI MAKAN
Xianfei, bianmei dan bianfei serta yin jun telah menyelesaikan makan siang mereka tanpa sisa sedikitpun
"Ahh kenyangnya.. Eghhhhhh" suara sendawa yin jun
"Waduhhh suara guntur..hahaha" tawa ledek xianfei
"Hehe maafkan aku tuan..sudah lama aku tidak pernah makan makanan seenak ini.." Ucap yin jun sendu
"Sudahlah tak apa..mulai sekarang setiap hari kau akan makan enak yin" ucap xianfei ramah
"Aku sangat beruntung mempunyai tuan seperti anda tuan..."
"Pelayan..!" Ucap xianfei
Segera seorang pelayan datang menghampiri meja xianfei
"Kami sudah selesai makan, berapa total semuanya?" Tanya xianfei dingin
"Semuanya 26 koin perak tuan" ucap pelayan kedai ramah
"Ini 30 koin perak, sisanya ambilah untuk kalian" ucap xianfei
"T-terimakasih tuan..terimakasih" ucap pelayan kedai senang dengan mata berbinar binar
Xianfei segera berdiri dan pergi menuju pintu keluar kedai
"Yakk!! Kalian mau ikut aku atau tetap disini!" Teriak xianfei
"Ikut tuannn!!" Ucap mereka bertiga serempak
Mereka berjalan menuju keluar kedai untuk mencari rumah seorang pengrajin besi yang di bicarakan yin jun
"Yin jun, apakah rumah keluarga hong sangat jauh?" Tanya xianfei
"Tidak tuan... Sebentar lagi kita akan sampai di kediaman keluarga hong tuan" jawab yin jun yakin
Dari kejauhan terlihat sebuah bangunan tua yang terdapat halaman sangat luas penuh dengan berbagai macam besi memenuhi sebagian halaman rumah
KEDIAMAN KELUARGA HONG
Xianfei memimpin jalan diikuti dengan yin jun, bianfei dan bianmei untuk memasuki halaman rumah
__ADS_1
"Permisi tuan, apakah tuan hong ada? Saya ingin bertemu dengannya" tanya xianfei kepada seorang paman yang bertubuh kekar berusia sekitar lima puluh tahun yang sedang merapikan besi besi
"Ada apa tuan mencarinya?" Tanya balik orang itu
"Ada hal penting yang akan saya bicarakan dengannya" ucap xianfei datar
"Ada perlu apa tuan mencari saya?" Tanya pria itu lagi.
"Ohh anda tuan hong, langsung saja ke intinya. Saya kesini untuk meminta tuan membuatkan cermin dan senjata untuk saya" jelas xianfei
"Senjata apa? Dan disini banyak cermin perunggu yang telah saya buat, tuan bisa memilihnya" ucap tuan hong
"Saya ingin anda membuat cermin yang bisa memantulkan bayangan diri saya dengan jelas dari bahan yang saya minta dan buat senjata bernama pistol" ucap xianfei
"Pistol? Senjata apa itu tuan? Saya belum pernah mendengarnya" tanya tuan hong heran
"Ambilkan aku alat tulis, aku akan menggambarnya" pinta xianfei
Tuan hong segera masuk ke dalam rumah untuk mengambil kuas dan kertas untuk xianfei
Tuan hong menyerahkan kuas tinta dan kertas kepada xianfei
"Ini tuan..dan silahkan duduk" Ucap tuan hong
Xianfei segera duduk dan mulai menggambar bentuk pistol beserta dengan ukuran ukurannya dan peluru untuk mengisi pistolnya itu
"Ini..bagaimana tuan? Bisa???" Tanya xianfei
"Dan cari bahan bahan ini untuk membuat cermin ku tuan hong" ucap xianfei sambil menyerahkan selembar kertas kepada tuan hong
Tuan hong menerima kertas itu dan membaca bahan bahannya
"Pasir kuarsa kali, kerak garam, batu putih, rumput alang, bubuk perak dan almunium? Bahan bahan nya beda dengan yang biasanya tuan?" Tanya tuan hong
"Ya kau cari saja bahan bahan itu lalu kau buat seperti biasanya, seminggu lagi setelah semua pesananku selesai kau kirim ke kediaman bulan nona pertama di kediaman perdana mentri li " jelas xianfei
"Aa.aapa?? Perdana mentri li??" Tanya tuan hong
"Sudahlah tak usah banyak tanya.. Ini 10 koin emas untuk bayaran mu ini, kerjakan sebaik baiknya" ucap xianfei.
"Ini terlalu besar tuan..ehh nona" ucap tuan hong gugup
"Tak apa..ini upahmu dan jangan gugup aku sedang menyamar, baiklah urusanku sudah selesai aku akan peegi dulu..jangan lupa pesananku tuan hong" ucap xianfei yang lalu pergi dari kediaman keluarga hong
"Nona..ehh tuan katanya mau renovasi kediaman nona??" Tanya bianfei mengingatkan
"Oooo iya..lupa aku dasar bangke gue lupa jirr" gumam xianfei
"Apa tuan bicara sesuatu?" Tanya yin jun yang mendengar gumaman xianfei
"Kau salah dengar yin jun" ucap xianfei acuh
__ADS_1
"Tapi nona hari sudah menjelang sore, sebaiknya kita kembali ke kediaman" ucap bianmei
"Iya bianmei benar nona, sebaiknya kita kembali ke kediaman" ucap bianfei menimpali
"Baiklah..baiklah..ayo pulang, yin jun jadi ikut atau kutinggal disini? Tanya xianfei jahil
"Ikuuuttttttt....!!!!" Teriak yin jun
"Yakkkk bocahh.. Teriakanmu sama kerasnya seperti mulut bianmei" ucap xianfei sambil menutup telinganya
"Aku diem loh...kena juga" ucap bianmei pura pura sedih menampilkan muka sok imutnya
"Cihhh... Wajahmu yang sok imut itu buat ku sakit perut!" Ucap bianfei sambil mempraktekkan sedang muntah muntah
Author:
Mendem kangen njroning atiku
Soyo jeru mung telfon sliramu
Mendem kangen pengen ketemu
Nadyan sak kedep wes marem atiku
Mendem kangen njroning atiku
Nambah jeru mergo tresnoku
Mendem kangen pengen ketemu
Nadyan sedelo wes adem atiku
Huokyaaaaa hak..e hak..e hak..e hak..e yayayaya ya ya yyayayyaaaaaaa💃💃💃
Artinya:
Memendam kangen dalam hatiku
Semakin dalam hanya telfon dirimu
Memendam rindu ingin bertemu
Meski sekejap sudah senang hatiku
Memendam kangen dalam hatiku
Tambah dalam karena cintamu
Memendam kangen ingin bertemu
Meski sedikit sudah senang hatiku
__ADS_1
Netizenmahabenar:goyang duuung... Tarik maaaangg...... Hak..e hak..e hak..e hak..e yayayayayyyaaaaaaaa