
Di dalam sebuah ruangan utama yang menjadi Penjara paling Mematikan di Daratan Yunmeng. Satu-satunya tahanan yang ada di sana, telah tersayat-sayat dan berdarah dengan kedua lengan serta kedua kaki yang dipasung menggunakan Rantai yang dapat menyerap Spiritual seseorang.
Dia tertunduk dengan mata yang tertutup, kehilangan kesadaran setelah Hukuman 1000 Cambuk Api yang dapat melukai fisik dari luar maupun dalam.
Namun dengan Kesadaran Jiwa yang ia miliki setelah mencapai Tingkat Kesadaran Dewa, pria yang tidak lain adalah Ling Yuan itu dapat mendengar suara langkah kaki dua orang yang mendekat ke ruangan tempat ia ditahan.
"Yang benar saja, apa kita akan benar-benar membunuh Jenius Nomor Satu di Daratan Yunmeng?"
"Mau bagaimana mana lagi, ini perintah Kaisar Suci Tanah Lianchi. Kita tidak bisa menentang perintahnya,"
"Haah, padahal dia adalah bibit unggul yang sangat langka. Sayang sekali, nasibnya begitu sial. Bahkan Kekasihnya harus mati di tangan Kaisar Suci Tanah Lianchi karena menentangnya."
Perkataan terakhir dari salah satu orang itu, langsung membuat mata Ling Yuan terbuka dengan tatapan yang begitu dingin dan mematikan. Dia menggertakkan giginya karena menahan amarah dan dendam yang bergejolak dalam dirinya.
Yu Jie, kekasih yang menemaninya selama ini saat suka maupun duka setelah kematian kedua orang tuanya. Orang yang paling disayangi dan dicintai olehnya.
Dialah juga orang yang paling bersedih saat Ling Yuan ditangkap, dan akan dihukum mati.
Mendengar kabar jika orang yang paling di cintanya itu mati, membuat amarah dan dendam dalam hati Ling Yuan bergejolak. Sayangnya, dia tidak bisa berbuat apa-apa saat ini.
Karena Penjara yang disebut Penjara Penghakiman ini, akan menurunkan Kultivasi para tahanan menjadi Tahap Dasar dengan menggunakan Formasi Khusus yang mengelilingi bangunan itu. Sehingga Ling Yuan tidak bisa lepas dari rantai yang mengikatnya, dan tidak akan sanggup melawan para penjaga.
Pintu terbuka, kedua Penjaga yang ditugaskan Kaisar Suci Tanah Lianchi untuk mengeksekusi Ling Yuan masuk ke dalam ruangan itu.
Ling Yuan yang memiliki tatapan dingin dan menakutkan membuat keduanya terkejut sampai sedikit mematung meski sekarang kekuatan mereka lebih kuat dibandingkan Ling Yuan.
“Katakan padaku, apa yang terjadi dengan Yu Jie!?”
Ling Yuan berkata dengan dingin dan amarah yang sulit untuk dibendung, membuat kedua Penjaga itu menelan ludah secara paksa.
"Dia sudah mati sekarang, karena menentang Kaisar Suci Tanah Lianchi untuk menyelamatkanmu."
Salah satu penjaga menjawab pertanyaan Ling Yuan, memberitahukan kematian kekasihnya yang di bunuh Lian Hu, Kaisar Suci Tanah Lianchi.
Ling Yuan menundukkan wajahnya, dan tiba-tiba saja terkekeh membuat kedua penjaga itu semakin ngeri.
“Kaisar Suci Lian Hu! Aku pasti tidak akan membiarkan hidupmu tenang, dan akan memberikan penderitaan padamu suatu saat nanti!..”
“Bahkan jika aku mati, dendam ku akan selamanya kekal di Daratan ini!”
Ling Yuan berteriak, membuat lonjakan Spiritual yang sempat mengguncang tempat itu selama beberapa saat sebelum kembali seperti sedia kala.
Kedua penjaga itu saling berpandangan, dan mengangguk. Salah satunya mengeluarkan sebilah pisau belati untuk membunuh Ling Yuan, dan berjongkok di depannya.
__ADS_1
"Maafkan aku, aku hanya melakukan pekerjaanku. Jujur saja, ini sangat berat bagiku membunuh Jenius Tiada Tara Ribuan Tahun. Tapi jika tidak, keluargaku akan terancam.."
Kata Penjaga itu dengan rasa menyesal, sebelum menusuk Ling Yuan tepat di jantungnya.
“Gulp..”
Darah segar mengalir dari mulut dan tusukkan pisau belati si Penjaga juga semakin memperdalam tusukkan itu.
Ling Yuan mati di tempat, Penjaga itu memenggal kepala Ling Yuan atas perintah Kaisar Suci Tanah Lianchi sebagai bukti jika tugas yang ia berikan telah selesai.
Keduanya pergi keluar ruangan, meninggalkan tubuh tanpa kepala Ling Yuan yang mulai dingin menuju tempat Kaisar Suci Tanah Lianchi untuk melapor.
.........
“Apakah aku telah mati? Tetapi entah kenapa aku masih bisa merasakan sesuatu, tapi tangan siapa ini.. begitu kecil dan lemah!”
Pikir Ling Yuan dalam kebingungan, sebelum sesaat kemudian dia merasakan rasa sakit dalam organnya dan juga tubuhnya yang terasa remuk, membuatnya mengeluarkan rintihan lirih.
“Ughh..”
"Feng Yuan! Akhirnya kamu bangun, apa kamu tahu betapa cemasnya aku! Terima kasih Tuhan.."
"..Jika kamu ingin membela seseorang, kakak akan membantumu! Kenapa kamu harus berduel dengan orang-orang yang lebih kuat darimu itu!"
Ling Yuan perlahan membuka matanya, dan penglihatannya sedikit kabur sebelum kembali normal dan menjadi sangat jelas. Dia bisa melihat wajah seorang gadis yang sangat cantik di hadapannya.
Gadis itu terlihat berusia sekitar lima belas tahunan, wajahnya cantik dan lembut seperti bunga terindah yang baru mekar. Tetapi terlihat sesuatu seperti tato berwarna hitam menjalar di sekitar sudut dahinya.
“Apa itu kutukan..?” Batin Ling Yuan.
Menurut Ling Yuan kemungkinan besar tato itu adalah kutukan, namun menurutnya wajah gadis itu tetap saja sangat cantik.
Gadis itu jelas sedang menangis menatap Ling Yuan dengan tatapan hangat dan penuh kasih sayang, membuat hati Ling Yuan merasakan suatu kehangatan yang hanya ia dapat saat bersama Yu Jie.
"Bocah bodoh, apa kamu tahu seberapa khawatirnya ayah dan kakak mu ini!" Kata gadis itu, dengan air mata berlinang.
“Kakak?”
Ling Yuan terlihat bingung, seingatnya dia sudah tidak memiliki keluarga apalagi seorang kakak. Tetapi gadis di depannya ini menangis penuh kesedihan, dan tatapan hangat yang jelas itu bukanlah sebuah kebohongan.
Tiba-tiba Ling Yuan tersadar akan sesuatu, dia melihat sekali lagi tangannya dan mengamati tubuhnya. Dia kembali menjadi anak-anak!
Ling Yuan berubah menjadi diam mematung, tidak tahu harus berkata apa. Dia merasa sedang bermimpi, tapi ini adalah sebuah kenyataan.
__ADS_1
Pikirannya bukanlah seorang anak-anak, dan seharusnya dia di panggil Ling Yuan bukan Feng Yuan seperti panggilan gadis itu. Dia diam sebentar, dan berpikir sudah mendapatkan jawabannya saat air mata menetes di tangannya.
“Apa aku dilahirkan kembali? Tidak, aku bukan bayi tapi seorang anak-anak. Mungkinkah..?” Gumam Ling Yuan yang kemudian bangun dari tidurnya.
Ia duduk di tepi tempat tidur, menopang tubuhnya dengan kedua tangan di lutut dengan pandangan yang tertuju pada lantai.
“Aku benar-benar bereinkarnasi! Ini sebuah keajaiban, atau Dewa tengah bercanda padaku? Tetapi siapa wanita ini, juga tubuh ini?”
Ling Yuan membatin, dan dalam hati dirinya sangat bahagia bisa hidup kembali. Dengan ini, dia pasti bisa membalas dendam dan membunuh Kaisar Suci Tanah Lianchi, Lian Hu.
Tetapi gadis yang masih menangis di depannya, membuat Ling Yuan tersadar dan merenung.
“Kakak! Jadi kamu kakakku? Lalu ini di mana? Di Daratan Yunmeng bagian mana?”
Mendengar ucapan dan pertanyaan beruntun dari Ling Yuan, gadis itu mengangkat wajahnya dengan tatapan yang berbeda.
"Dasar anak nakal! Setelah kamu hampir membuat kakakmu mati ketakutan, lalu terbangun dan mengatakan omong kosong. Apa ada yang salah dengan otakmu?" Omel gadis itu.
'Eh, apa yang salah. Aku hanya ingin tahu dimana tempatku berada!'
Ling Yuan menjadi terdiam, ia tak mengira pertanyaannya untuk mengetahui di tempat mana ia hidup kembali di Daratan Yunmeng mendapatkan Omelan dari gadis cantik di depannya.
“Tapi sungguh, aku tidak ingat apapun! Dunia ini, rumah ini, tempat ini, semuanya samar bahkan dirimu!”
Ling Yuan berkata dengan lebih masuk akal, seolah dirinya benar-benar hilang ingatan karena ia memang penasaran di mana sebenarnya tempat ini.
Gadis cantik dengan rambut tergerai itu menjadi tercengang, dia merasa ada yang salah dengan otak adiknya setelah tujuh hari yang lalu dipukuli habis-habisan.
Dalam hati, dia merasa takut jika adiknya itu mengalami hilang ingatan.
Meski hal yang sebenarnya terjadi adalah sekarang tubuh adik satu-satunya itu telah digantikan oleh Ling Yuan, Jenius Tiada Tara Daratan Yunmeng.
Dia terdiam, sebelum tangannya bergerak dan menyentuh kedua pipi Ling Yuan dengan lembut.
"Aku ini kakakmu, Feng Ai! Kamu adalah Feng Yuan, adikku satu-satunya. Tempat ini adalah rumah kita, dan dunia yang kejam ini adalah Daratan Wunmeng. Jangan bilang kamu tidak mengingat semuanya!"
Gadis itu berkata dengan lembut dan tegas secara bersamaan, juga mendekatkan wajahnya. Membuat Ling Yuan memerah karena pola pikirnya sedikit tercampur dengan pola pikir anak-anak.
.......
......To Be Continued>>......
.......
__ADS_1