Reborn Genius Cultivator

Reborn Genius Cultivator
Eps 014 - Pertarungan Dua Binatang Roh


__ADS_3

Semua yang ada di dalam kemah langsung keluar karena ledakan keras itu, untuk melihat apa yang terjadi. Para penjaga pun sudah bersiaga di tempat mereka.


Di lihat dari asap yang membumbung tinggi, ledakan itu terjadi tidak jauh dari Perkemahan dan berasal dari arah Barat. Burung-burung juga berterbangan ke berbagai arah karena panik, sementara ledakan lain kembali terdengar.


Tak selang berapa lama, terlihat juga Sambaran Petir dan Ledakan Api yang saling beradu. Menciptakan kilatan cahaya yang mengerikan dari balik kabut debu.


Aura mencekam bahkan terasa sampai Perkemahan, sehingga orang-orang biasa menjadi ketakutan.


"Ap-apa mereka sudah bertindak?"


Sementara itu Yun Mei terlihat ketakutan di dalam Tenda, dan langsung mendekat ke arah Feng Yuan sambil menarik pakaiannya.


“Kurasa bukan. Tenangkan dirimu, aku akan melihat keluar.”


Feng Yuan menenangkan Yun Mei, kemudian pergi keluar tenda setelah Yun Mei melepaskan tangannya dari pakaian Feng Yuan.


Dia memiliki alasan sendiri untuk yakin jika ledakan itu bukan berasal dari Serangan Manusia, dan keluar dari tenda untuk memastikannya.


Itu terasa seperti dua kekuatan besar tengah beradu, apalagi saat dia melihat keluar ada serangan Api dan Petir yang saling berbenturan sehingga menimbulkan ledakan dahsyat.


Feng Yuan menyipitkan matanya, dengan menggunakan Indera Dewa dan Penglihatannya yang meningkat setelah naik Tingkat Kultivasi, dia bisa melihat menembus ke dalam kabut debu itu.


“Binatang Roh! Apa mereka tengah memperebutkan wilayah?”


Feng Yuan cukup terkejut dengan apa yang dia lihat saat ini. Sebuah pertarungan sengit antara dua Binatang Roh yang sangat kuat.


Dia dapat merasakan jika Binatang Roh itu paling tidak berada di Level Bumi Puncak atau Level Langit Menengah, dari aura yang terpencar dari keduanya.


Saat Feng Yuan masih mengamati, dan orang-orang lain yang masih panik karena dampak pertarungan yang semakin meluas, dua orang pria paruh baya tiba-tiba muncul di tengah-tengah mereka.


Yang satu menggunakan pakaian berwarna Putih, sementara yang satunya lagi berwarna Hitam.


"Semuanya, tenanglah! Ini hanya pertarungan antar Binatang Roh, jangan panik! Berlindung ke belakang, kami akan membuat Pelindung di sini!"


Seruan pria paruh baya berbaju putih, berhasil menarik perhatian dan menenangkan mereka. Semuanya langsung berlari kebelakang dua pria itu, menuruti ucapannya.


Di sisi lain, Feng Yuan terkejut dengan kehadiran dua sosok tersebut. Dia dapat merasakan jika kedua pria itu diselimuti Energi Spiritual yang kuat, bahkan samar-samar Feng Yuan dapat melihat Energi itu berbentuk Yin Yang.


"Itu, mereka adalah Tetua Yin dan Tetua Yang! Kultivator Tingkat Prajurit Roh, dari Paviliun Bunga Bulan!"


Yun Mei berkata dengan antusias, dia sudah keluar tenda saat mendengar seruan dari orang yang tadi ia sebutkan. Rasa cemas dan takut pun sudah hilang, karena kedatangan keduanya.


Mendengarnya, Feng Yuan tidak bisa tidak terkejut dalam hati.

__ADS_1


'Prajurit Roh? Aku tidak tahu jika Paviliun Bunga Bulan sekuat ini. Bukankah ini sudah melebihi sebuah Klan? Sungguh mengejutkan!'


Feng Yuan berdecak kagum saat melihat Energi transparan berwarna Hitam dan Putih yang membentuk Kubah untuk melindungi Perkemahan dari depan.


Dia menyimpulkan jika Paviliun Bunga Bulan adalah salah satu yang sebaiknya tidak di singgung, jika tidak ada masalah serius.


Lagipula mendengar cerita dari Yun Mei sebelumnya, mereka menyediakan sumber daya dan terkadang melakukan pelelangan. Karena itu mungkin Paviliun Bunga Bulan akan menjadi tempat Feng Yuan saat membutuhkan sesuatu.


Kembali pada pertarungan antar Binatang Roh yang terjadi, Feng Yuan berpendapat jika setidaknya kedua Binatang Roh itu telah mencapai Kelas Bumi Puncak atau bisa lebih tinggi lagi.


Hal itu dilihat dari dampak pertarungan dan aura yang ia rasakan, tetapi dibandingkan Kubah Pelindung yang dibuat dua Tetua Paviliun Bunga Bulan, hal itu bukan apa-apa.


Tebakannya terbukti saat ada sebuah serangan Sambaran Petir dan Meriam Api yang tanpa sengaja mengarah pada mereka, tidak berdampak apapun pada Kubah kecuali suara keras yang terjadi akibat benturan keduanya.


Setelah beberapa saat terdiam, dia mendapatkan sebuah ide karena menurutnya ini adalah kesempatan yang bagus untuk menguji Teknik yang ia pelajari saat di Gua.


Mengabaikan betapa kuatnya Kubah Pelindung


dalam menangkis serangan, pasti tentunya masih ada kelemahan dalam setiap Teknik.


Oleh karena itu, Feng Yuan berusaha mencari celah dengan melihat ke sana kemari.


'Ketemu!'


“Maaf, tapi aku harus pergi. Terima kasih sudah mengajakku bergabung, tapi aku harus pergi sekarang.”


Yun Mei yang mendengarnya menjadi tercengang, dan langsung menatap Feng Yuan.


"Di saat seperti ini? Tap-?!"


Awalnya dia berpikir jika Feng Yuan ketakutan atau ingin melarikan diri untuk kembali ke desanya karena melihat pertarungan dahsyat itu, tetapi melihat tatapan mata Feng Yuan yang tidak sedikitpun ragu, Yun Mei rasa itu bukan sorot mata orang yang ketakutan.


"Baiklah, tetapi sebelum kamu pergi ambil ini!"


Yun Mei memberikan sebuah Token berwarna hijau giok dengan Ukiran Bunga indah, dan bertuliskan 'Paviliun Bunga Bulan'.


Feng Yuan mengambilnya, tetapi dia masih melihat-lihat Token itu.


“Apa ini?”


Sebenarnya Feng Yuan memilih dugaan, tetapi dia tetap bertanya untuk memastikan sesuatu.


"Token Khusus Paviliun Bunga Bulan. Jika kamu membutuhkan keperluan, datang saja ke Paviliun Bunga Bulan dan tunjukkan ini. Kamu akan tahu saat itu,"

__ADS_1


Feng Yuan mengira dugaannya benar, dia lalu mengangguk dan menyimpan Token itu.


“Baiklah, terima kasih! Jaga dirimu, dan jangan lupa sampaikan tentang Organisasi Kuda Hitam pada ayahmu!”


Setelah itu Feng Yuan pergi dari sana, sementara Yun Mei masih mengikuti kemana sosok Feng Yuan yang mulai hilang ditelan rimbunnya pepohonan.


"Eh, aku lupa menanyakan namanya!"


Di tempat lain, Feng Yuan sudah keluar dari area perkemahan dan tengah memikirkan tentang Kubah Pelindung itu.


Feng Yuan pikir itu cukup bagus di satu sisi, tetapi di sisi lain juga ceroboh.


Mereka menyisakan bagian belakang untuk jalan kabur jika bagian depan sudah tidak mampu mereka tahan, untuk mengulur waktu. Tetapi lain halnya jika musuh juga menyergap dari belakang, maka mereka hanya akan terjebak dan terkepung.


Terlepas dari penilaian itu, Feng Yuan kembali melihat fokus pada pertarungan kedua Binatang Roh.


Untuk sampai di sana, dia harus memutari area perkemahan dan itu cukup memakan waktu. Untungnya dia memiliki Langkah Senyap, sehingga bisa sampai lebih cepat.


Begitu sampai di area Pertarungan, Feng Yuan bersembunyi di salah satu pepohonan untuk melihat dengan lebih jelas.


'Singa Api Bersayap dan Gagak Petir!'


Seru Feng Yuan dalam hati, saat melihat dua Binatang Roh yang tengah bertarung hebat.


.......


.......


...To Be Continued>>...


.......


.......


...______...


Kalau ada kesalahan kata atau typo bisa komen supaya Author bisa memperbaikinya sesegera mungkin>Thx


^^^Amon^^^


^^^—————^^^


^^^@Irrasya^^^

__ADS_1


__ADS_2