Reborn Genius Cultivator

Reborn Genius Cultivator
Eps 017 - Rata


__ADS_3

Feng Yuan masih berada di posisi tidak menguntungkan saat ini, karena masih saja dicurigai oleh Ling Qing Jie.


"Dari Keluarga mana kau berasal?"


Satu pertanyaan lagi terlontar dari Ling Qing Jie yang masih mencurigai Feng Yuan. Apalagi itu semakin terasa canggung, karena Ling Qing Jie terus memajukan wajahnya.


“Feng Yuan dari Klan Feng, dan tolong jangan menatapku seperti itu. Aku benar-benar tidak tahu apapun, aku hanya tersesat dan berniat kembali!”


Ling Qing Jie terlihat mengerutkan kening saat mendengar identitas Feng Yuan. Kemudian menjauhkan wajahnya, dan terlihat berusaha mengingat sesuatu.


Di sisi lain Feng Yuan merasa lega saat wanita di depannya menjauhkan wajahnya, bahkan dia tidak bisa tidak bernafas lega.


"Kau tidak sedang berbohong padaku, kan?"


Ling Qing Jie menyipitkan matanya, bertanya untuk memastikan. Melihatnya yang meragukan identitas Feng Yuan, membuat Feng Yuan menggaruk pelipisnya.


“Itu benar, namaku Feng Yuan anak kedua dari Feng Shui.”


Bayangan Jenius Tiada Tara atau wujud Feng Yuan sebelumnya terlihat terbias dan keluar, untuk mencibir Ling Qing Jie meski tidak ada yang bisa mendengar atau melihatnya.


'Aku ini tidak pernah berbohong pada wanita, apalagi anak-anak. Aku adalah Jenius Tiada Tara, jadi bisakah kau berhenti menatapku seperti itu!'


Feng Yuan mencibir tanpa mengingat, dan sadar jika dia baru saja berbohong tentang keberadaan Inti Monster dari Phoenix Petir Hitam.


Sementara Ling Qing Jie merasa heran, juga terlihat tidak percaya sebab mendengar kabar satu Minggu yang lalu tentang cucu Kepala Keluarga Feng yang meninggal, dan menurut kabar itu yang meninggal bernama Feng Yuan.


Memang Keluarga Ling tidak terlalu dekat dengan Keluarga Feng, apalagi mereka juga memiliki wilayah masing-masing sehingga tidak terlalu dekat.


Kedua Keluarga juga tidak tertarik untuk mengetahui urusan pribadi Keluarga lain, meskipun sebelumnya Ling Qing Jie tertarik dengan kabar itu.


"Hei, menurut kabar yang aku dengar bukankah kau seharusnya sudah mati?"


Ling Qing Jie memberikan isyarat pada kelompoknya untuk membiarkan masalah Inti Roh, lalu menyilang kan tangannya sambil berbicara dengan nada mengancam.


"Jangan menipu ku, aku dapat merasakan aura samar saat pertama melihatmu sebelum aura itu tiba-tiba menghilang."


Feng Yuan tidak habis pikir jika identitasnya saat ini diragukan, apalagi sekarang dia dicurigai sebagai hantu.


“Aku ini benar-benar Feng Yuan, kalah tidak percaya antar saja aku pulang dan bertemu dengan ayahku.”


Feng Yuan mencoba terus bersabar, dan menjawab dengan santai sambil memajukan wajahnya.


“Jadi kau meragukan aku manusia atau bukan? Apa termasuk sebagai laki-laki..?”


Feng Yuan hanya berniat menggoda gadis di depannya itu, dan tidak ia sangka jika akan mendapatkan sebuah tamparan.


Ling Qing Jie sudah merasa kesal sejak tadi, dan membuatnya lebih kesal saat anak laki-laki di depannya itu menjawab pertanyaannya tanpa berpikir.

__ADS_1


"Jangan meniruku bocah! Aku hanya memastikan jika kau manusia, apalagi tadi tindakanmu mencurigakan dan kemana pandanganmu melihat!"


Katanya setelah menampar Feng Yuan, tetapi dia masih memperhatikan kontrol kekuatannya.


“Kenapa kau menamparku?! Aku benar-benar berkata jujur, dan tidakkah kau lihat jika aku hanya anak-anak!”


“Lagipula apa yang bisa dilihat. Rata, tidak ada sesuatu yang menarik di sini!”


Feng Yuan juga menjadi cukup kesal, tanpa sadar mengatakan sesuatu yang bisa mengundang bahaya padahal yang dia maksud rata adalah Hutan mereka berada saat ini.


Wajah Ling Qing Jie terlihat menggelap, mendengar ucapan Feng Yuan.


"Rata..? Kau bilang rata?!"


Ling Qing Jie melihat bagian depan tubuhnya, sementara aura yang dipancarkannya sangat menakutkan. Ling Qing Jie menjadi sangat marah ketika mendengar ucapan tadi.


"Bocah sialan, beraninya kau mengatakan itu!!"


Ling Qing Jie berkata dengan keras, membuat Feng Yuan terkejut. Tidak hanya dia, orang lain pun juga begitu sebelum Feng Yuan dibawa terbang oleh satu pukulan Ling Qing Jie tepat di rahangnya.


Bahkan kelompoknya sendiri menganga lebar saat melihatnya.


"Dasar sialan, bisa-bisa kau mengatakannya ini padahal kita sedang membicarakan hal lain. Dasar bocah mesum!"


Ling Qing Jie masih menggenggam tinjunya, terlihat juga urat-urat di dahinya yang timbul karena dia marah.


Feng Yuan yang terpental menabrak pohon hanya terduduk sambil memegangi kepalanya.


Ling Qing Jie tidak mengindahkan ucapan Feng Yuan, sambil terus bergumam dengan penuh kemarahan.


Di tengah-tengah konflik itu, tiba-tiba datang dua orang dari arah Perkemahan Paviliun Bunga Bulan.


Kelompok Ling Qing Jie juga menyadarinya, dan terlihat jika mereka memberi hormat pada kedua orang yang datang. Seorang gadis cantik dan manis, bersama pria paruh baya berpakaian putih yang terlihat terhormat.


Keduanya tidak lain adalah Yun Mei dan Tetua Yun Yin yang ingin melihat apa yang sebenarnya terjadi barusan.


Kelompok Ling Qing Jie terlihat menjelaskannya pada Tetua Yin, sementara Yun Mei menghampiri Ling Qing Jie yang berdiri tidak jauh dari Feng Yuan.


"Apa yang sedang kalian lakukan?"


Yun Mei tiba-tiba membuka suara saat di dekat Ling Qing Jie, membuatnya sedikit terkejut. Tetapi emosinya segera surut, dan sikapnya segera berubah meski rasa kesal masih terpancar dari matanya.


"Tuan Putri Yun Mei, anda di sini?"


Ling Qing Jie bertanya dengan sedikit canggung, mencoba menekan kekesalannya pada Feng Yuan.


“Oh kau datang tepat waktu! Lihat wanita ini, dia menamparku padahal aku tidak membuat kesalahan!”

__ADS_1


“Lalu memukulku saat aku mengatakan jika hutan ini rata, sehingga tidak ada apapun yang menarik bagiku. Lihat saja wajah angkuhnya itu, hanya berani pada anak-anak!”


Feng Yuan mengoceh sambil menunjuk Ling Qing Jie, berusaha memojokkannya di depan Yun Mei.


Pengakuan dan penjelasan Feng Yuan membuat kedua gadis itu saling berpandangan, sebelum Yun Mei menjadi tertawa saat menyadari apa yang terjadi.


Dia mencoba untuk menekan tawanya, dan mencoba bersikap ramah walah matanya sedikit melirik pada bagian tertentu tubuh Ling Qing Jie.


"Aku rasa hanya salah paham kecil, jadi kau tidak perlu memperdebatkannya lebih lanjut. Aku yakin bocah ini tidak tahu penyebab rasa kesalmu,"


Yun Mei berkata sambil mencoba untuk tidak tertawa, tetapi dia tetap tidak bisa menyembunyikan tawa kecilnya.


Ling Qing Jie tertunduk lesu, dan pandangan matanya mengarah ke bawah.


'Jadi memang benar rata? Bukankah kata-kata Tuan Putri Yun Mei sama saja dengan bocah itu?'


"Bukankah kamu berkata ingin pulang? Kenapa ada di sini?"


Yun Mei beralih pada Feng Yuan, mencoba mengabaikan Ling Qing Jie yang masih tenggelam dalam pikirannya.


Feng Yuan bangkit berdiri, kemudian sedikit mendekati Yun Mei dan menjelaskan semua hal yang telah ia persiapkan sebelumnya agar tidak dicurigai.


Sementara di sisi lain, Tetua Yun Yin memandang Feng Yuan dengan tatapan aneh saat masih mendengarkan salah satu anggota Kelompok Ling Qing Jie.


'Entah kenapa aku merasa ada yang tidak biasa dengan bocah itu. Aura yang dikeluarkannya begitu misterius, dan terhormat..'


'..Apa mungkin, kejadian tadi ada hubungannya dengan bocah itu?'


Tetua Yun Yin menyipitkan matanya, terlihat dari pantulan matanya terdapat sebuah aura berwarna emas yang agung melapisi tubuh Feng Yuan.


Hingga dia sedikit mempertanyakan identitas dari bocah yang dilihatnya itu.


.......


.... ...


...To Be Continued>>...


.......


.......


..._____...


Kalau ada kesalahan kata atau typo bisa komen supaya Author bisa memperbaikinya sesegera mungkin>Thx


^^^Amon^^^

__ADS_1


^^^—————^^^


^^^@Irrasya^^^


__ADS_2