Reborn Genius Cultivator

Reborn Genius Cultivator
Eps 003 - Istana Sembilan Bintang


__ADS_3

Feng Yuan berusaha membaca kekuatan Feng Shui yang mengatakan hal seperti itu, tetapi dia tidak menemukan apapun.


Seharusnya, berbekal kemampuan sisa Indera Dewa yang ia miliki sebelumnya, biarpun dia masih belum berlatih apapun, membaca kekuatan seseorang seharusnya tidak sulit dilakukan.


Tapi dia tidak bisa merasakan dan menggunakan itu pada Feng Shui saat ini.


.........


Beberapa waktu kemudian, Feng Shui dan Feng Ai pergi untuk membiarkan Feng Yuan beristirahat.


Dia juga entah kenapa mulai mendapatkan ingatan tentang tubuh yang ia huni saat ini, Feng Yuan dari Klan Feng.


Daratan Terdasar Wumeng, memiliki banyak rahasia yang belum diketahui oleh orang-orang yang menghuninya. Hanya ada dua wilayah besar yang di sebut Tanah Lotus Merah, dan Tanah Naga Biru yang dipisahkan oleh Lautan yang orang-orang biasa sebut sebagai Laut Hitam.


Tempat itu memiliki gelombang air yang sangat tidak masuk akal, dan sudah tidak terhitung berapa banyak kapal-kapal yang tenggelam di sana.


Rumor mengatakan jika di sana terdapat Binatang Roh yang memiliki Level Abadi yang mampu mengatur fenomena air di Laut Hitam seperti itu.


Terdapat juga Keluarga Besar yang memiliki kriteria menjadi Penguasa Wilayah. Mereka memiliki banyak Kultivator yang telah menaklukkan dan memiliki Binatang Roh sebagai Binatang Jiwa.


Para Keluarga Besar saling berkompetisi untuk memperebutkan posisi Klan terbaik. Bahkan ada beberapa Klan yang memiliki cabang, sementara Feng Yuan dan keluarganya berasal dari Klan Feng.


Sulit dipahami dan menjadi sebuah rahasia, kenapa Keluarga Feng membuang Feng Yuan bersama ayah dan kakak perempuannya lima tahun lalu.


Bahkan tidak di anggap sebagai Klan Cabang yang diakui, sehingga hanya memiliki tempat tinggal sederhana di pinggir hutan. Meski ayah Feng Yuan memiliki latar tidak biasa, sebagai anak ketiga Kepala Keluarga Feng saat ini.


Begitulah informasi yang tiba-tiba muncul dibenaknya, sedikit membuat kepalanya sakit.


Kemudian Feng Yuan memutuskan untuk keluar rumah, dan duduk di atas sebuah batu rata, didepannya terlihat pemandangan indah sebuah lembah subur yang dipenuhi tanaman hijau dan bunga-bunga.


Angin sepoi-sepoi mengibarkan kilatan cahaya dari matanya saat dia merenung sesuatu. Tempat yang benar-benar sunyi dan damai, membuat perasannya menjadi sangat tenang dalam pemikiran yang mendalam.


'Aku masih heran, bagaimana bisa aku bereinkarnasi tanpa ingatan yang tersegel? Apa ada sesuatu yang membuatku begitu?'


Feng Yuan terhanyut dalam pikirannya, dan memutuskan sesuatu. Dia mengecek seluruh tubuhnya yang ternyata memiliki Bakat Kultivasi yang sangat buruk, sebelum mengecek kesadaran jiwanya.


Betapa ia terkejut saat masuk ke dalam Kesadaran Jiwanya, sebuah Istana megah dan agung yang memancarkan Spiritual kuat juga suci berdiri kokoh di tengah-tengah Kesadaran Jiwanya.


Itu adalah Istana Sembilan Bintang yang sangat diinginkan Kaisar Suci Tanah Lianchi sehingga membunuhnya, membuat Feng Yuan memikirkan bagaimana Lian Hu akan marah dan kecewa karena tidak mendapatkan apapun.


Justru sebaliknya, Istana Sembilan Bintang justru melekat pada dirinya dan kemungkinan besar Istana Sembilan Bintang lah yang membuatnya bereinkarnasi dengan ingatan utuh.


Feng Yuan tidak bisa menahan senyumannya, dan segera kembali ke dunia nya.

__ADS_1


Dengan begini, meski Kultivasi nya sangat buruk juga Feng Yuan akan tetap bisa mencapai puncak kembali.


'Namun sepertinya terjadi beberapa masalah di Keluarga Feng, tapi apa masalahnya denganku? Lagipula aku tidak memiliki kewajiban untuk menanggung semus itu, aku hanya perlu kembali mencapai Kesadaran Dewa dan kembali ke Daratan Yunmeng!'


“Kalau begitu sekarang waktunya berpikir bagaimana kita berlatih dan kembali terbang tinggi!”


Feng Yuan berdiri dan mengepalkan tinjunya ke langit, tatapan matanya menyimpan sejuta tekad dan keputusan yang akan ia ambil.


“Tapi setelah di ingat-ingat, aku berhasil membuka Gerbang Pertama Istana Sembilan Bintang dan mendapatkan sebuah Senjata Kelas Legenda. Apa itu masih bisa aku gunakan..?”


Feng Yuan memegang dagunya, kemudian berpikir sesuatu.


“Kalau belum mencoba, tidak akan tahu. Aku panggil saja senjata itu, Pedang Berlian Biru!”


Sesaat setelah dia mengatakan nama Senjata itu, sebuah Pedang beserta sarungnya muncul secara tiba-tiba di ruang hampa.


Feng Yuan langsung mengambilnya, dan melihatnya. Sebuah pedang yang terlihat biasa saja dan tidak menonjol saat berada di dalam sarungnya itu merupakan sebuah Senjata Kelas Legenda.


Feng Yuan menariknya keluar dari sarung pedang dengan perlahan, memperlihatkan bilah pedang berwarna kebiruan seperti berlian dan gagang sampai pangkal pedang yang di buat unik.


Dengan begitu, aura Spiritual Senjata Kelas Legenda yang ia peroleh dari Istana Sembilan Bintang dapat terasa dan memancarkan aura yang sangat kuat.


Mungkin Pedang itu adalah yang terkuat dalam tingkatan Senjata Kelas Legenda. Sayangnya Feng Yuan tidak bisa menggunakannya saat ini, jika tidak justru dirinya lah yang akan terluka.


“Yahh, setidaknya aku tahu jika Pedang itu masih bisa aku gunakan.”


Setelah waktu itu, Feng Yuan telah menetapkan tujuan dan ambisinya. Namun satu-satunya yang membuat dia merasa kecewa adalah tubuh yang ia tempati benar-benar tidak memiliki apapun untuk menjadi pijakan dalam Kultivasi.


Yang membuatnya harus benar-benar memulainya dari dasar.


Tetapi meskipun begitu, bagi Jenius Tiada Tara sepertinya yang memiliki banyak pemahaman dan pengalaman. Tak sulit untuk mendapatkan jalur dan arah yang benar untuk membangun pondasi.


Mengandalkan insting dan ingatannya, Feng Yuan akan mencari metode yang tepat dari dirinya sendiri terlebih dahulu.


Kabar baiknya adalah tempat ini benar-benar memungkinkannya berkultivasi menggunakan metode jiwa paling rendah yang dimilikinya, tanpa takut di ganggu atau dilihat orang lain.


Daratan Wumeng adalah Daratan paling dasar, jika orang-orang di sini melihat metode Kultivasi Feng Yuan meskipun itu kelas rendah, hanya ada dua kemungkinan pemikiran mereka.


Mereka pasti tidak mengetahui, jadi menganggap metode ini adalah cara bodoh atau mereka memiliki pemikiran luas dan tinggi dengan pemahaman baru.


Namun pada dasarnya, orang-orang di sini tidak akan menganggap tinggi hal itu karena mereka tidak memiliki pengetahuan yang cukup tentang alam di atas mereka, apalagi tentang Metode Kultivasi di sana.


Akan tetapi tidak menutup kemungkinan ada beberapa orang yang mengetahuinya, jadi Feng Yuan tetap harus berhati-hati.

__ADS_1


Feng Yuan memulainya dengan duduk bersila, memusatkan konsentrasi dan pikirannya untuk menyerap esensi alam.


Sementara dia tidak tahu jika Feng Ai dan ayahnya tengah duduk berhadapan dengan seorang pria yang memiliki senyum menyebalkan dan terlihat menghina.


"Feng Shui, bagaimana dengan anak itu? Apa dia benar-benar telah menjadi sampah Keluarga? Ingat, tiga bulan lagi akan diadakan Kompetisi Junior Keluarga Feng.."


"Mengingat kamu adalah pewaris ketiga, akan sangat memalukan jika anak itu tidak ikut." Katanya dengan wajah mengejek, membuat Feng Shui mendengus pelan.


"Aku tahu, pasti kakak pertama dan kedua sudah menyiapkan sesuatu. Sayangnya tiga bulan tidak akan cukup bagi Feng Yuan, apalagi dia tidak memiliki apapun untuk memulai."


Feng Shui menjawab dengan mantap, tidak ada kekecewaan pada Feng Yuan, tidak ada rasa rendah diri karena utusan Keluarga Feng itu menghinanya.


Sementara Feng Ai yang ada di sana tiba-tiba menyela, karena tidak ingin adiknya di hina dan dipermalukan.


"Paman Feng, jika adikku tidak bisa maka aku akan menggantikannya! Lagipula aku sudah mencapai Spiritual Qi, aku pasti bisa.."


"Lupakan, kamu bahkan belum memiliki Binatang Jiwa. Bagaimana kamu ingin melawan anak-anak Tahap Kondensasi Qi dan Pembentukan Tulang?"


Pria dengan senyum mengejek itu menaikkan satu alisnya sambil menatap Feng Ai.


"Tapi aku bisa.."


"Feng Ai, cukup! Kamu tidak perlu mencemaskan masalah ini, bersama kalian di sisiku saja sudah cukup. Aku tidak peduli jika disingkirkan, atau dibuang tidak terhormat. Semua sebanding dengan adanya kalian."


"Tapi ayah, sampai kapan kita diperlakukan begini! Aku merasa kasihan pada Feng Yuan, dan muak!"


Feng Ai mendengus, lalu pergi meninggalkan Feng Shui dan orang itu. Melihat kepergiannya, Feng Shui tersenyum masam.


"Anak muda memang sulit di atur, maafkan ketidaksopanan Feng Ai, Senior Feng Jin.."


"Aku serahkan masalah ini pada senior, mungkin aku hanya akan datang untuk menghormati Kepala Keluarga Feng bukan untuk berkompetisi."


Orang yang dipanggil Senior Feng Jin itu mengangguk, lalu berdiri dari duduknya.


"Baik, aku aku menyampaikannya pada Kepala Keluarga Feng Zhu Lin setelah beliau keluar dari tempat meditasi."


Setelah mengatakan itu, Feng Jin berbalik badan dan pergi. Melihat penasehat Keluarga Feng meninggalkan rumahnya, Feng Shui mengepalkan tinjunya erat.


Dia menggertakkan giginya dengan sorot mata tajam, mengandung niat membunuh yang sulit dikatakan.


"Feng Xiang, Feng Wurao, mungkin tidak sekarang tetapi suatu saat nanti aku pasti akan membalas kebusukan kalian!"


Feng Shui berkata dengan marah, dengan aura membunuh yang sangat besar.

__ADS_1


__ADS_2