
“Desa ini benar-benar sudah di hancurkan, informasi yang kita dapatkan terlambat! Sial!”
Seorang gadis mengumpat kesal ketika melihat ke sekeliling Desa, hanya menemukan puing-puing rumah yang sudah hancur, dan mayat-mayat yang berserakan.
"Nona Qing Jie, tenanglah! Ini bukan salah kita, jangan merasa bersalah seperti itu. Kita sudah berusaha sebaik mungkin."
Salah seorang dari empat pria yang ikut, mencoba menenangkannya.
"Bukan salah kita? Lalu salah siapa-?! Informasi kita selalu lambat bergerak dan melapor!"
Nada wanita bernama Ling Qing Jie itu meninggi, membuat orang-orang di sekitarnya menjadi diam dan tidak berani membantah.
Mereka sebenarnya berasal dari Klan Ling, dari Kota Badai Biru. Gadis itu merupakan anak dari Kepala Keluarga Ling, Ling Qing Jie. Mereka adalah kelompok ketiga dari lima kelompok Klan Ling yang dikirim untuk mengerjakan Misi.
Namun saat mereka tiba, hanya kehancuran yang mereka temukan.
Seperti Desa ini, merupakan tempat kedua yang mereka datangi dan mereka terlambat menyelamatkannya. Karena itulah Ling Qing Jie merasa kesal dan marah.
Sejatinya, Klan Ling merupakan sebuah Klan besar. Bahkan jika melihat dari Kultivator yang dimiliki, mereka lebih kuat dari Keluarga Feng. Akan tetapi, selama ini Klan Ling tidak seagresif Klan Feng dibawah aturan Feng Wurao dan Feng Xiang dalam memonopoli wilayah.
Organisasi Kuda Hitam telah masuk ke dalam daftar buronan mereka sejak tujuh tahun lalu. Terlebih saat Organisasi itu bertindak di Wilayah Klan Ling, mereka menjadi semakin dendam.
"Ck, mereka benar-benar tidak manusiawi! Haruskah aku meminta bantuan Akademi untuk melenyapkan mereka?!"
Ling Qing Jie mendengus pelan, sementara keempat orang lainnya menjadi terkejut sebab ucapan Ling Qing Jie.
"Maksud nona, Akademi Naga Petir?"
"Benar! Mereka terlalu licik dan selangkah di depan kita, aku akan meminta bantuan guru atau Desa-desa di wilayah Klan Ling akan satu-persatu lenyap!"
"Nona, itu masalah serius. Kita harus membicarakannya dulu dengan Kepala Keluarga."
"Aku paham soal itu, nanti aku akan membicarakannya dengan ayah! Sekarang ayo pergi, semoga saja desa terdekat masih aman."
Ling Qing Jie melesat lebih dulu, sementara empat orang lainnya mengikuti dari belakang.
Keempat pria yang mengikuti Ling Qing Jie merupakan Kultivator Tingkat Pengendalian Qi Lapisan Ketiga. Meskipun Ling Qing Jie masih berada di Tingkat Pembentukan Tulang Lapisan Kesembilan, tapi perintahnya adalah mutlak.
Dia adalah pemimpin kelompok ini, sekaligus anak dari Kepala Keluarga Ling.
Mereka pergi dengan kecepatan yang hampir sama seperti saat mereka datang, menuju desa terdekat.
Dalam perjalanan, mereka sempat berhenti karena menemukan jejak-jejak pergerakan dari Anggota Organisasi Kuda Hitam.
Salah satu Kultivator yang ikut bersama Ling Qing Jie memastikannya, dan benar itu adalah jejak Organisasi Kuda Hitam.
Mereka melihat di dedaunan ada darah yang berceceran. Itu menarik dua kesimpulan, mereka sedang membawa korban hidup yang terluka atau beberapa orang dari mereka ada yang terluka.
Yang jelas jika dilihat dari jejaknya, pergerakan mereka sedang terburu-buru.
Melihat hal itu, kelompok Ling Qing Jie mengikuti jejak yang ada. Arah yang mereka tuju sama dengan jalan yang dilalui Feng Yuan sebelumnya.
...---...
Saat matahari sudah tenggelam, Feng Yuan telah keluar dari wilayah Lembah. Dia telah jauh dari tempat tinggalnya, tetapi merasa tidak terlalu peduli.
Feng Yuan ingin menyelidiki lebih lanjut tentang Organisasi Kuda Hitam dan pergi ke Desa terdekat untuk mencari informasi tentang tujuan dari Organisasi Kuda Hitam.
Feng Yuan merasa bahwa Organisasi ini bukan hanya ancaman untuk Keluarganya, tetapi juga ancaman bagi warga biasa.
Saat di perjalanan dia tidak sengaja bertemu kelompok pedagang yang membangun kemah, ada beberapa tenda dan gerobak kuda yang berjejer rapi.
“Mungkin mereka sedang menuju kota lewat jalur ini, tapi apa mereka tidak tahu tentang Organisasi Kuda Hitam? Mereka terlalu mencolok.”
Feng Yuan mengerutkan keningnya, dia hanya berjarak beberapa puluh meter saja dari kemah itu tapi dia bisa menilai jika penjagaan mereka sangat terbuka.
“Sebaiknya aku beritahu mereka, atau lewati saja?”
Feng Yuan nampak ragu untuk menapakkan langkahnya, tetapi kemudian dia menghela nafas.
“Mereka mungkin saja bisa dibantai, kurasa berbuat baik sesekali tidak apa-apa.”
Saat Feng Yuan mulai berjalan beberapa langkah, Feng Yuan dapat melihat ada sekelebat bayangan yang masuk ke dalam salah satu tenda dengan sangat cepat.
“Pantas saja mereka begitu santai, ternyata ada pelindung tersembunyi.”
Feng Yuan tahu itu bukanlah hantu, melainkan seorang Kultivator Ahli yang Tingkat Kultivasinya sudah tinggi.
__ADS_1
Umumnya memang kelompok Pedagang memiliki Pelindung Bayaran untuk menjaga mereka sepanjang perjalanan. Mereka akan bersembunyi sebaik mungkin, dan hanya akan keluar saat ada ancaman.
Setidaknya kelompok pedagang ini lumayan besar, jadi Feng Yuan menduga jika ada lebih dari sepuluh Pelindung Bayaran yang disewa dan salah satunya adalah yang baru saja ia lewat.
Dengan perlahan Feng Yuan mulai mendekat, karena dia juga harus melewati rombongan pedagang ini.
Penampilannya yang masih anak-anak tentu saja tidak membuat siapapun menjadi curiga. Jadi dia bisa lebih leluasa mendekat tanpa harus berurusan dengan penjaga yang bersembunyi di sekitar kemah.
Duak!
"Ah maaf, maafkan aku.."
Seorang gadis kecil tanpa sengaja menabrak Feng Yuan, membuat keranjang bawaannya yang berisi buah-buahan menjadi berserakan.
“Tidak masalah, tapi kenapa kau begitu terburu-buru? Setidaknya, perhatikan arahmu."
Feng Yuan berkata dengan tenang, tidak marah sedikitpun. Dia berjongkok dan membantu gadis itu mengumpulkan buah yang jatuh.
Wajah gadis itu menjadi memerah, ia nampak malu dan sedikit gemetar.
"Maafkan aku, terima kasih bantuannya. Aku harus pergi jika tidak pasti Tuan Putri akan memberi hukuman."
Setelah memasukkan buah-buahan, dia langsung bergegas pergi. Feng Yuan memandang gadis itu, sambil mengerutkan kening.
“Gadis kecil itu, pelayan?”
Tatapan mata Feng Yuan masih mengikuti arah Gadis itu pergi, sebelum terdengar suara yang membuatnya tersentak.
"Hei, siapa kau? Darimana asal mu? Apa kau tersesat?"
Seorang gadis seumuran tiba-tiba muncul di belakangnya, membuat Feng Yuan menghadap ke arahnya.
“Ya, aku tersesat dan sedang mencari jalan pulang.”
Feng Yuan menggaruk tengkuknya, dan memberi alasan.
"Kamu bahkan lebih muda dariku, dan berani berkeliaran di hutan? Dasar ceroboh,"
Gadis itu menggelengkan kepalanya pelan, dan menghela nafas sebelum memegang tangan Feng Yuan.
Tanpa menunggu jawaban Feng Yuan, gadis bernama Yun Mei itu menarik tangannya menuju salah satu tenda kemah yang ada di sana.
Feng Yuan hanya diam, tetapi dalam perjalanannya dia mengamati sekeliling kemah. Sulit dipercaya jika gadis itu langsung percaya dengan Feng Yuan yang baru ditemuinya dan mengajaknya masuk ke kelompok tanpa curiga.
Di sisi lain, Feng Yuan memiliki kesempatan untuk menilai seberapa besar dan pentingnya kelompok pedagang ini.
Dari yang ia lihat, ada tujuh tenda kemah besar dan tiga tenda kemah kecil dan ada sepuluh gerobak kuda dengan total empat puluh kuda penarik.
'Kurasa kelompok ini bukan pedagang biasa, mungkin juga seorang Bangsawan di Kota Besar.'
Feng Yuan bergumam dalam hati, dan terus mengikuti Yun Mei yang menarik tangannya.
Mereka sampai di depan tenda kemah kecil, ada beberapa pengawal yang menjaga dan memeriksa tengah berbicara dengan Yun Mei.
Feng Yuan tidak tertarik untuk mendengar pembicaraan, dan lebih memilih untuk mengamati lebih detail.
Pandangannya kemudian tertuju pada beberapa orang yang terlihat duduk di bawah pohon, orang-orang itu mengenakan pakaian yang berbeda dari kelompok pedagang ini.
"Apa yang sedang kamu lihat..? Oh itu, nanti aku jelaskan tapi sekarang ayo masuk!"
Yun Mei tanpa ragu menarik tangan Feng Yuan dan membawanya ke dalam tenda kemah.
Begitu keduanya masuk, terlihatlah bahwa tenda itu sebenarnya merupakan kamar pribadi. Banyak pernak-pernik khas wanita, pakaian yang tertata rapi, dan peralatan hias.
'Apakah wanita di Dunia ini begitu terbuka? Lupakan soal umur, bahkan mereka berani membawa orang asing ke dalam properti pribadi! Sungguh ceroboh,'
Feng Yuan tersenyum kecut memandang Yun Mei, tidak ia sangka gadis ini begitu ceroboh membiarkan orang asing apalagi seorang pria masuk ke tenda pribadi miliknya.
"Duduklah,"
Yun Mei melepaskan lengan Feng Yuan yang tadi ia tarik, lalu memberikan sebuah kursi kayu yang ada di dalam untuk Feng Yuan duduk.
"Aku tak menyangka kamu bisa sampai sini, apa kamu dari Kota Lembah Merah? Apa desamu sudah hancur, lalu melarikan diri sampai sini?"
Pertanyaan Yun Mei membuat Feng Yuan menjadi terkejut. Kurang lebih tebakannya benar, karena tempat tinggal Feng Yuan juga wilayah Kota Lembah Merah, tetapi yang lebih mengejutkan adalah dia tahu tentang masalah beberapa desa yang hancur itu.
"Kenapa kamu diam? Tidak apa-apa kamu mengatakannya padaku, kami berasal dari Paviliun Bunga Bulan satu-satunya rumah lelang di Tanah Lotus Merah! Kamu akan aman bersama kami,"
__ADS_1
"Rumah lelang? Paviliun Bunga Bulan?"
Lagi-lagi Feng Yuan dibuat terkejut oleh apa yang ia dengar dari Yun Mei.
Pantas saja kelompok ini sangat santai dan percaya diri, ternyata mereka berasal dari rumah lelang terbesar dan terkenal di Tanah Lotus Merah ini.
Siapapun pasti tidak akan berani mengusik mereka, bahkan Organisasi Gelap pun tidak akan berani berkonfrontasi langsung, atau mereka juga akan menyinggung Keluarga-keluarga besar yang menjadi mitra bisnis Paviliun Bunga Bulan.
Feng Yuan pernah mendengar ini dari cerita ayahnya dulu, ingatan itu tentu masih jelas ada di dalam kepalanya meskipun saat ini dia bukan Feng Yuan yang sebenarnya.
“Jadi kamu adalah Tuan Putri Klan Yun dari Kota Bunga Naga?”
Feng Yuan berkata dengan sedikit ragu, memastikan tebakannya.
"Benar, hanya Klan Yun yang menjalankan bisnis ini sekaligus pemilik Paviliun Bunga Bulan!"
"Kami sedang dalam perjalanan menuju Lembah Pisau Angin untuk melakukan bisnis, meski Keluarga An tidak ramah pada kami.."
"Lupakan soal itu, apa kamu tahu siapa yang melakukan pembantaian pada penduduk di desa-desa?"
Yun Mei bertanya, mengalihkan pembicaraan sebelumnya terkait latar belakang dan tujuan dia kemari.
Mendengar pertanyaannya, Feng Yuan merasa bisa melakukan sedikit hal dan membuat seringai kecil yang langsung ia sembunyikan, sebelum wajahnya kembali berubah datar.
“Organisasi Kuda Hitam dari Lembah Merah! Hanya mereka yang kutahu dapat melakukan hal seperti itu..!”
Pernyataan Feng Yuan tanpa ragu dan cukup keras itu membuat Yun Mei tersentak, sebelum menutup mulut Feng Yuan.
"Pelan kan suaramu, apa kamu tahu orang-orang yang tadi kamu lihat?"
Feng Yuan mengangguk meski dalam hati dia sedikit terkejut, lalu Yun Mei melepaskan tangannya dari bibir Feng Yuan.
"Mereka mengaku dari Organisasi Kuda Hitam yang telah keluar, dan kabur karena akan dihabisi. Jadi ayah melindungi mereka, dan mengijinkan mereka bergabung."
“Apa?!”
Mendengar penjelasan Yun Mei, Feng Yuan tidak dapat menyembunyikan keterkejutannya.
“Apa ayahmu bodoh-?! Sejak kapan perampok dan pembunuh seperti mereka bisa berubah menjadi baik dengan begitu cepat!”
"Aku tahu itu, aku juga tidak percaya dengan mereka tetapi ayah bersikeras menerima orang-orang itu. Bahkan ada satu orang yang terluka diobati oleh Tabib pribadi kami,"
Yun Mei kembali menjelaskan, dan Feng Yuan tidak bisa tidak menghela nafas panjang mendengarnya. Dia menggelengkan kepala pelan, tidak habis pikir dengan Ayah Yun Mei yang begitu baik atau bisa disebut terlalu naif.
Feng Yuan menopang dagunya, dia merasa ada yang aneh di sini. Tidak mungkin kan mereka benar-benar keluar dari Organisasi Kuda Hitam, jadi mereka pasti memiliki tujuan lain.
“Mereka mungkin sedang menyiapkan rencana, dan mengirim beberapa orang untuk menyamar agar bisa meneliti Kemah..!”
"Itu berarti, kelompok besar mereka pasti tidak jauh dari sini!"
Yun Mei yang langsung paham dengan ucapan dan analisis Feng Yuan langsung memotong ucapannya.
“Benar! Sebaiknya kau memberitahukannya kepada ayah-!!”
DHUAR!
Sebuah ledakan keras terdengar, memotong ucapan Feng Yuan yang belum selesai. Membuat keduanya saling berpandangan, dan diam tanpa mengucapkan sepatah katapun.
.......
.......
...To Be Continued>>...
.......
.......
..._____...
Kalau ada kesalahan kata, atau typo bisa komen supaya Author bisa sesegera mungkin memperbaikinya>Thx
^^^Amon^^^
^^^—————^^^
^^^@Irrasya^^^
__ADS_1