Reborn Genius Cultivator

Reborn Genius Cultivator
Eps 005 - Jiwa Bintang


__ADS_3

Beberapa jam telah berlalu, jauh di dalam hutan di atas Gunung, Feng Yuan baru selesai membersihkan area sekitar tempat ia akan berlatih.


Sebenarnya tempat itu adalah tempat yang biasa digunakan oleh Feng Yuan asli untuk bermain atau menyendiri. Tetapi karena dia telah digantikan Ling Yuan sekarang, Feng Yuan menjadikan tempat itu sebagai tempat berlatih dan bermeditasi.


Tempat itu cukup luas, seperti halaman rumahnya sehingga Feng Yuan bisa cukup leluasa. Apalagi di dalam hutan, tidak ada yang bisa melihat teknik yang ia gunakan.


“Hanya Gerbang pertama saja yang sudah terbuka, masih ada Delapan Gerbang lagi sebelum aku bisa menggunakan Ilmu Kuno yang tersembunyi di Gerbang terakhir Istana Sembilan Bintang!”


Feng Yuan menghela nafas, dia mengambil duduk sila di tengah-tengah halaman lapang itu. Berusaha untuk mengerti tentang tubuhnya yang tidak dapat menampung Energi Qi.


Setelah cukup lama berpikir dan meneliti, Feng Yuan bisa menarik sedikit kesimpulan meski dia masih belum bisa memastikan fakta sebenarnya dari tubuhnya.


Dia melihat ke kiri dan ke kanan, lalu masuk ke dalam Gua yang ada di sekitar tempat itu sebelum mengambil posisi Sikap Duduk Lotus dan memejamkan mata.


Tak selang beberapa lama keluar cahaya aneh dari Tubuh Feng Yuan. Mungkin Feng Shui akan mati terkejut jika mengetahui anaknya mampu memasuki Kondisi Spiritual hanya dengan tarikan nafas, seperti saat ini.


Sementara tubuhnya memancarkan cahaya aneh, jauh di dalam Kesadaran Spiritualnya Feng Yuan memiliki aliran Energi Misterius.


Cukup mudah bagi Feng Yuan mengetahuinya, karena dia memiliki Indera Dewa meskipun saat ini masih sangat lemah. Tetapi itu sudah lebih dari cukup untuk Feng Yuan mengetahui aliran Energi itu.


“Haha! Benar saja dugaan ku, ternyata Keberuntungan Langit memang masih ada padaku!”


Hatinya langsung merasa senang saat kesadarannya menemukan sebuah Gerbang yang berwarna Hitam seluruhnya, tersimpan jauh di dalam Dantian nya yang tidak dapat menampung Energi Qi.


Meskipun Istana Sembilan Bintang hanya Gerbang pertama yang terbuka, tetapi Jiwa Bintang bersemayam dan mungkin melekat dalam tubuhnya sehingga dia bisa memasuki Istana Sembilan Bintang walaupun hanya bisa membuka satu Gerbang.


Di kehidupan sebelumnya, Feng Yuan harus membuka tiga gerbang sebelum bisa masuk ke dalam ruang pertama Istana Sembilan Bintang dan menjelajahinya.


Tetapi karena di tubuh ini terdapat Jiwa Bintang, Feng Yuan dapat memasuki setiap Ruangan Gerbang yang terbuka.


Hal itu membuat dirinya sangat senang, dan hendak langsung membuka Gerbang itu tanpa menyadari dirinya tidak memiliki kekuatan apapun saat ini.


Langsung saja Feng Yuan terpental dan mengeluarkan seteguk darah karena hendak membuka Gerbang Pertama Istana Sembilan Bintang tersebut.


“Sialan, aku lupa jika membuka Gerbang harus menyalurkan Energi Spiritual. Jadi tetap saja, aku masih belum bisa membukanya dan melihat Artefak Kuno.”


Feng Yuan menghela nafas, dia merasa sudah cukup saat ini dan menyudahi aktifitasnya setelah mengetahui Rahasia yang ada di balik Tubuh Feng Yuan ini.

__ADS_1


Dia semakin tidak sabar untuk memiliki Energi Spiritual, dan membuka Gerbang Pertama agar bisa kembali mendapatkan Metode Kultivasi Aliran Kehidupannya.


Kali ini, dia bertekad akan kembali melawan langit meski harus melakukannya dengan perlahan.


Karena Feng Yuan juga harus memikirkan, bagaimana cara tubuhnya mempertahankan Energi Spiritual Murni dan menembus Tingkat Pembentukan Dasar.


...-?-...


Keesokan harinya, Feng Yuan kembali melatih tubuhnya. Meski matahari tidak begitu menyengat, tetap saja tubuhnya basah oleh keringat karena sudah berlatih sejak dua jam yang lalu.


Dia berdiri dengan menggunakan kedua tangannya, tanpa mengenakan pakaian. Saat ini dia ingin fokus untuk memperkuat fisiknya terlebih dahulu, agar bisa menggunakan Metode Kultivasi Pemurnian Energi Alam.


Sebenarnya Feng Yuan cukup bingung untuk memilih Metode mana yang akan ia gunakan, karena di Daratan Wumeng memiliki Energi Alam yang rendah. Di sini itu disebut sebagai Spiritual, dan menjadi Spiritual Murni setelah berhasil memurnikannya.


Metode Kultivasi Pemurnian Energi Alam memang hanya metode dasar dan paling lemah di Daratan Yunmeng, tetapi itu berbeda di sini karena Metode itu menjadi Metode Tingkat Tinggi yang tidak semua orang dapat menggunakannya.


Setelah Kultivator menembus Pembentukan Dasar, jalan satu-satunya adalah memurnikan Energi Spiritual sebanyak-banyaknya agar digunakan tubuh untuk menaikkan kekuatan dan tingkatan hingga menembus Tingkat Kondensasi Qi.


Namun di dunia ini, Kultivator Tingkat Pembentukan Tulang pun akan kesulitan untuk menaikkan tingkat karena tubuh yang tidak cukup kuat.


Karena hal itu, Feng Yuan akan benar-benar melatih tubuhnya hingga benar-benar cukup kuat untuk mulai memurnikan Energi Spiritual meski dia belum menembus Tingkat Spiritual Qi.


Sekarang Feng Yuan tahu batasan tubuhnya hanya cukup sampai dua jam saja berdiri menggunakan kedua tangan. Membuatnya terengah-engah, dan jatuh terlentang.


“Hah, haah.. Lemah sekali! Bahkan tubuhku yang dulu saja mampu bertahan seharian hanya dengan menggunakan satu jari!”


Feng Yuan mengeluh pada dirinya sendiri, dua jam adalah batasan tubuhnya. Membuatnya sangat lelah dan haus meski dirinya hanya melakukan hal dasar yaitu berdiri dengan menggunakan kedua tangan tanpa harus bergerak.


Dia menyeka keringatnya, dan bangkit berdiri untuk mencoba keberuntungannya menggunakan salah satu Teknik Dasar yang ia miliki di kehidupan sebelumnya.


“Langkah Senyap!”


Gerakannya sangat cepat dari tengah tanah lapang menuju salah satu pohon dan pohon lain yang berada di sisi lain hanya dengan waktu dua detik.


Tetapi ekspresinya tetap tidak menunjukkan rasa tidak puas. Semua itu karena dia yang dulunya merupakan Jenius Tiada Tara Daratan Yunmeng yang telah mencapai puncak kejayaan dan hampir menjadi Dewa.


Mengulang kembali seperti ini, terus membuatnya tidak puas meski kekuatan dan teknik yang ia miliki sebenarnya telah memadai.

__ADS_1


“Sangat payah! Bahkan saat aku berumur sembilan tahun sebagai Ling Yuan, aku dapat bergerak lebih jauh dan lebih cepat!”


Dia tahu tubuhnya lemah, tapi dia tidak menyangka jika tubuhnya akan selemah ini.


Di kehidupan lalu, Feng Yuan dapat menggunakan Langkah Senyap untuk bergerak di udara, melebihi kecepatan angin, dan bergerak sejauh mata memandang tanpa penghalang hanya dengan satu kedipan mata.


Tapi sekarang bergerak dari satu pohon ke pohon lain dengan jarak yang menurutnya sangat pendek, membutuhkan waktu dua detik dan satu tarikan nafas.


Apalagi nafasnya juga menjadi terengah-engah karena memaksakan diri, membuat Feng Yuan berpikir jika tubuhnya saat ini sangat menyedihkan.


“Sudahlah, mengeluh pun tidak berguna. Ku rasa aku harus lebih giat, dan hasilnya pasti akan terlihat.”


Setelah bergumam, Feng Yuan mengambil pakaiannya dan memakainya sebelum pergi berjalan masuk ke dalam hutan untuk minum air di sungai.


Tetapi, betapa terkejutnya dia saat mengetahui jika sudah tidak ada lagi sungai yang kemarin menjadi tempatnya minum.


“Di mana sungainya? Menurut ingatanku, harusnya ada sungai di sini! Kenapa sudah tidak ada?”


Feng Yuan berdiri sambil memegangi kepalanya. Di depannya, terlihat tanah kering yang membentang dengan lebar 7 meter. Itu seperti bekas aliran sungai yang dangkal, dengan banyak bebatuan.


Tetapi tidak terlihat tanda-tanda bahwa tempat itu pernah dialiri air untuk waktu yang cukup lama.


Dia sudah sangat kehausan karena kelelahan, di tambah dengan cuaca panas membuatnya semakin haus. Tapi sekarang, dia tidak menemukan air sedikitpun.


Feng Yuan melihat ke arah Gunung yang sepuluh kali lebih tinggi daripada bukit, sebelumnya itu adalah ujung aliran sungai.


Tetapi sekarang, terlihat jika gunung itu tidak memiliki tanda-tanda kehidupan dan tidak ditumbuhi tanaman apapun.


Namun anehnya, Feng Yuan melihat sebuah Menara berwarna hitam yang berdiri kokoh di atas gunung. Itu terlihat jelas meski dari kejauhan, karena ukurannya dan juga tidak ada yang menghalangi penglihatan.


Hal itu membuat Feng Yuan penasaran, dan hendak melangkahkan kaki ke sana. Tapi dari arah belakang, dari balik pepohonan terdengar suara orang memanggilnya dengan suara arogan.


"Feng Yuan! Tidak ku sangka kau masih hidup, setelah hampir mati karena pukulan ku yang belum menggunakan kekuatan penuh!"


"Berani sekali kau datang ke sini lagi!"


Tiga orang anak seumuran Feng Yuan keluar dari balik pepohonan, menatap remeh pada Feng Yuan. Salah satunya bahkan melemparkan tatapan membunuh.

__ADS_1


Itu adalah Mu Lie, Chun Lin, Hong Shan yang pernah membuat Feng Yuan sekarat atau lebih tepatnya mati sehingga Ling Yuan dapat bereinkarnasi ke tubuhnya.


__ADS_2