
Feng Yuan masih saja memperhatikan Binatang Roh yang sudah sekarat itu dengan sangat antusias untuk memastikan tebakannya.
Melihat hal itu, Phoenix Petir Hitam mengendurkan kewaspadaannya karena menganggap jika Feng Yuan bukanlah sebuah ancaman. Bahkan ia mengeluarkan suara parau, seperti menyuruh Feng Yuan untuk mendekat.
Dia juga menatap ke arah Feng Yuan, membuatnya sedikit ketakutan.
“Kau ingin memakanku? Jangan, aku masih kecil dan daging ku tidak enak! Kalau kau lapar, aku bisa mengantarmu pada sebuah Perkemahan di dekat sini..”
“..Kau bisa makan sepuasnya di sana!”
Phoenix Petir Hitam memiringkan kepalanya, karena tidak mengerti dengan apa yang dikatakan Feng Yuan.
Tetapi kemudian Burung itu mengangkat paruhnya, dan menggeleng pelan.
Merasa tidak nyaman dengan Feng Yuan yang mengoceh tanpa henti, akhirnya Phoenix Petir Hitam langsung menyodorkan telurnya dengan menggunakan ujung sayap.
Setelah itu Phoenix Petir Hitam bersuara seperti mengiba, sehingga perhatian Feng Yuan tertuju padanya dan sesaat kemudian mengerti apa maksud dari Phoenix Petir Hitam.
“Kau tidak ingin memakanku, tetapi memintaku untuk menggantikan mu menjaga telur ini?”
Feng Yuan mengerutkan kening, berusaha membaca apa yang ingin di sampaikan Phoenix Petir Hitam.
Phoenix Petir Hitam menyodorkan telur itu lebih dekat, dan mengangguk sekali. Tetapi sebelum bersuara, dia sudah terlalu lemah dan lemas hingga akhirnya tersungkur meski masih hidup.
Kondisinya lebih parah dari yang terlihat, itu semua tidak hanya dari Serangan Suaranya tetapi sebagian besar disebabkan oleh Pertarungan dengan Singa Api Bersayap sebelumnya.
“Kalau kau ingin aku menjaga telurmu, baiklah. Sebagai balas Budi dan tanggung jawab karena,.. intinya aku akan berusaha menjaganya sampai menetas dan tumbuh dewasa.”
Perkataan Feng Yuan hanya dibalas kedipan mata oleh Phoenix Petir Hitam sebagai tanda terima kasih.
Kemudian ia menggerakkan satu sayapnya pelan, dan munculah sebuah Cincin Bermata Berlian yang indah dari udara kosong.
Dalam sekali lihat, Feng Yuan langsung mengetahui benda itu. Cincin Dimensi yang memiliki ruang di dalamnya untuk menyimpan sesuatu, dan yang membuatnya heran adalah pemilik Cincin Dimensi tersebut yang merupakan seekor burung.
'Phoenix Petir Hitam yang kaya! Bahkan sekelas Klan Feng, hanya para petinggi saja yang memilikinya. Bagaimana Seekor Burung di depannya dapat memilikinya?!'
Feng Yuan terkejut dalam hati, tetapi dia segera menenangkan diri.
“Baiklah aku mengerti, Cincin ini untuk menyimpan telurmu kan? Baik, serahkan saja padaku. Sekarang kau bisa pergi dengan tenang,”
Feng Yuan berucap sambil mengambil Cincin tersebut, lalu memasukkan Telur Phoenix Petir Hitam ke dalamnya. Dia mengetahui cara memakainya, meski belum pernah memilikinya di dunia ini.
Tetapi di kehidupan sebelumnya, dia sudah memiliki Tiga Cincin Dimensi yang bahkan mampu memasukkan satu Kota atau Kerajaan ke dalamnya.
__ADS_1
Untuk terakhir kali Phoenix Petir Hitam itu terlihat mengeluarkan seluruh tenaganya untuk bisa menggerakkan kepalanya, dan beberapa saat kemudian memuntahkan sebuah Batu Permata berwarna Ungu Kehitaman yang memiliki aura seperti Kobaran Api Hitam.
Dengan sisa tenaganya, dia menyodorkan Permata sebesar buah apel itu kepada Feng Yuan sebelum akhirnya benar-benar mati.
Feng Yuan yang melihat hal itu masih diam mematung, sebelum melihat ke arah Permata yang merupakan Inti Monster dari Phoenix Petir Hitam.
Dia dengan sukarela memberikan Inti Monsternya untuk Feng Yuan, agar dia bisa berkembang dan melindungi Telurnya.
'Aku pasti akan membuatnya menetas, dan berevolusi menjadi lebih kuat!'
Feng Yuan mendekati permata itu, lalu dia memasukkannya juga ke dalam Cincin Dimensi. Dia tidak menyangka, bisa mendapatkan Inti Monster dari Binatang Roh Level Misteri Awal tanpa banyak pengorbanan.
'Ini yang namanya, sekali dayung tiga pulau terlampaui.'
Feng Yuan memandangi Cincin bermata Berlian Biru itu dengan tersenyum. Dengan ini, dia tidak perlu memikirkan tentang tempat untuk menyimpan barang-barangnya.
Dia juga sekarang memiliki Telur Phoenix Petir Hitam yang nantinya akan menetas, dan Feng Yuan akan membuatnya berevolusi menjadi lebih kuat.
Dan Inti Monster itu akan ia gunakan untuk membentuk kembali Istana Sembilan Bintang, dan membuka gerbang agar bisa kembali mempelajari Aliran Suci.
'Aku tidak ragu dengan Keberuntungan Langit milikku! Aku harap ketika berjalan, tiba-tiba tidak sengaja menginjaknya. Hahaha!'
Feng Yuan tidak bisa menahan senyumannya, membayangkan apa yang akan ia lakukan dengan ketiga benda yang ia dapatkan.
"Di sana, aku yakin Gagak Petir itu pasti ada di sana! Kita sudah mendapatkan Inti Monster Singa Api Bersayap, masih ada Gagak Petir yang belum kita ambil!"
Suara seorang perempuan terdengar jelas di telinga Feng Yuan, namun dia tidak memiliki kesempatan untuk bersembunyi sekarang.
"Itu dia, sudah aku duga mayatnya ada di sini! Kalian, cepat periksa dan temukan Inti Monster itu untukku!"
Perempuan yang memakai pakaian berwarna Biru Safir itu langsung memerintah dengan telunjuknya ketika mereka baru saja sampai di tempat itu.
Feng Yuan sebenarnya ingin pura-pura tidak tahu, dan ingin mengendap pergi. tetapi ketika dia berbalik badan, perempuan itu melihatnya dengan tatapan tajam dan memanggilnya.
"Hei anak kecil, beraninya datang ke tempat ini! Lalu, apa itu yang kau pegang?"
Feng Yuan buru-buru memasukkan Inti Monster Phoenix Petir Hitam ke dalam Cincin Dimensi, dan mengambil sebuah batu dengan cepat kemudian berbalik badan sambil tersenyum polos.
“Tidak ada, aku hanya penasaran dan datang untuk melihat.”
Feng Yuan berkata dengan senyum polos, agar dia tidak dicurigai. Sementara perempuan itu menyipitkan mata, karena masih curiga.
"Benarkah? Mencurigakan!"
__ADS_1
Kata perempuan itu dengan tatapan tajam, tetapi dia mengendur saat melihat jika yang dipegang anak di depannya itu hanyalah sebuah batu.
Tetapi itu tidak berlangsung lama, karena salah seorang dari beberapa orang yang memeriksa bangkai Phoenix Petir Hitam melapor dari jarak mereka yang cukup jauh.
"Nona Qing Jie, Inti Monster Gagak Petir ini tidak ada!"
Ling Qing Jie yang masih melihat ke arah Feng Yuan dengan tatapan selidik menjadi tersentak mendengar laporan dari salah satu kelompoknya.
Dia hanya melirik ke sumber suara sekilas, sebelum tatapannya kembali mengarah pada Feng Yuan karena dia menaruh curiga pada Feng Yuan yang bertindak mencurigakan dan terkesan kaku.
"Inti Monster Gagak Petir itu hilang, apa kau menyembunyikan sesuatu?"
Ling Qing Jie bertanya sambil mendekatkan wajahnya, untuk melihat perubahan wajah Feng Yuan.
“Tidak ada,”
Tapi tentu saja Feng Yuan tidak membiarkannya semudah itu, dia telah menjadi Jenius Tiada Tara di kehidupan sebelumnya sehingga dia sangat pandai mengatur ekspresi dan emosi.
Dia membalas pertanyaan Ling Qing Jie tanpa mengubah ekspresinya yang masih sama, dengan senyum polos yang tersungging di bibirnya seolah tidak tahu apapun.
'Wanita ini berbahaya, bahkan anak-anak pun tak lepas dari kecurigaannya!'
Feng Yuan membatin dalam hati, setelah membaca sedikit kepribadian Ling Qing Jie dari tingkah laku dan tindakannya.
.......
.......
...To Be Continued>>...
.......
.......
..._____...
Kalau ada kesalahan kata atau typo bisa komen supaya Author bisa memperbaikinya sesegera mungkin>Thx
^^^Amon^^^
^^^—————^^^
^^^@Irrasya^^^
__ADS_1