Reborn Genius Cultivator

Reborn Genius Cultivator
Eps 010 - Memilih Teknik Bertarung


__ADS_3

Keesokan harinya, kegiatan yang Feng Yuan lakukan setelah bangun tidur adalah menyesuaikan pencapaiannya.


Baginya yang di kehidupan lalu hampir mencapai Puncak Dunia, tak pernah terpikir jika harus memulai dan membangun kembali Kultivasi nya dari awal.


Namun Feng Yuan tidak merasa buruk dengan ini, justru merasa jika Daratan Wumeng cukup cocok dengan dirinya. Dia hanya harus berusaha lebih keras, maka apa yang ia dapatkan di kehidupan lalu bisa dia dapatkan lagi di kehidupan sekarang.


Dan yang pasti, dia tidak akan membuat kesalahan yang akan memojokkannya seperti sebelumnya.


Feng Yuan tahu sejauh apapun dia dapatkan masa lalu, adalah yang terbaik yang bisa ia miliki saat ini. Jiwa yang baru, kehidupan yang baru, tetapi kemampuan dan pengetahuan yang masih sama seperti sebelumnya.


Feng Yuan menghembuskan nafas pelan, angin sejuk terasa menerpa wajahnya dari luar gua.


Pikirannya tengah berputar saat ini, memilah kemampuan yang cocok untuknya saat ini. Berhubung dia juga sudah mulai membentuk Kultivasi, Feng Yuan akan mempelajarinya dari awal dan memperkuatnya.


'Tingkat Spiritual Qi Lapisan Kelima, kira-kira teknik apa yang cocok untuk di pelajari lebih dulu.'


Feng Yuan memejamkan mata untuk berkonsentrasi penuh, masuk ke dalam Kesadaran Pikirannya yang bagai perpustakaan karena banyak buku yang berputar-putar di sekelilingnya.


Tingkat Spiritual Qi Lapisan Kelima seharusnya memiliki Seni Bela Diri Kelas Rendah atau Menengah sebagai awalan.


Tetapi yang ia miliki bahkan Seni Bela Diri terendah yang sudah merupakan Kemampuan Tingkat Tinggi. Hal itu membuatnya sedikit pusing, dan sedikit ragu untuk menggunakannya, karena khawatir tubuhnya tidak mampu menahan kemampuan itu saat ini.


Langkah Senyap tidak termasuk, karena baginya itu merupakan Teknik dasar yang umum. Meskipun sebenarnya hanya segelintir orang yang dapat mencapai penguasaan sempurna dari teknik pergerakan cepat ini.


Memikirkan hal tersebut, membuat Feng Yuan mencoba untuk mencari Teknik yang lebih normal untuk dia pelajari saat ini.


“Tapak Penghisap Darah..? Ah tidak, sejak kapan aku menjadi Kultivator Iblis. Tapi aku ingat, Teknik ini aku dapatkan dari seorang Kultivator Iblis yang cukup ditakuti..”


Feng Yuan menghela nafas, lalu kembali mencari lagi.


Dia tidak akan menggunakan teknik itu, meski sebenarnya dia cukup netral antara pihak Hitam dan Putih.


Dalam pikirannya terdapat banyak Teknik-teknik Seni Bela Diri, bahkan bisa dibilang jika dia adalah perpustakaan berjalan. Tetapi dari semuanya, yang paling berguna baginya sedikit karena Teknik-teknik itu bukan ia pelajari semua tetapi ia rampas dari lawan-lawannya dulu.


Teknik-teknik itu berbentuk seperti buku, tetapi sedikit transparan dan melayang-layang.


Ada beberapa Teknik Kelas Rendah atau Menengah, seperti Pukulan Ledakan Es dan Tapak Pemecah Ombak. Tetapi jelas dia langsung menyingkirkannya tanpa banyak berpikir.


Memang itu merupakan Teknik Kelas Rendah dan Menengah, tetapi itu dikhususkan untuk Pengguna Energi Spiritual yang berkaitan dengan Es atau Air sedangkan Feng Yuan saat ini belum mencapai Tingkat itu.


Jika dia ingin menggunakannya, setidaknya dia harus memiliki Binatang Jiwa dari Binatang Roh yang Berelemen Es atau Air.


Seorang Kultivator di dunia ini, harus mencapai Tingkat Kondensasi Qi Lapisan Ketujuh, baru setelah itu mereka memiliki kesempatan untuk memiliki Binatang Jiwa dari Binatang Roh Tingkat Rendah.

__ADS_1


Binatang Jiwa dari Binatang Roh bukan sesuatu seperti perubahan tubuh, melainkan sesuatu yang menyatu dengan tubuh dan membuat seseorang dapat menggunakan kemampuan dari Binatang Jiwa mereka.


Dan yang paling penting, Binatang Jiwa seperti halnya Roh kedua bagi Kultivator. Mereka akan terhubung satu sama lain, dan dapat saling berkomunikasi dari dalam diri Kultivator.


Hal itu juga termasuk menjadi kelemahan bagi pemilik Binatang Jiwa.


Misalnya jika dalam pertarungan menggunakan Binatang Jiwa, dan salah satu memiliki Binatang Jiwa Tingkat Tinggi, maka Binatang Jiwa lawannya yang terluka akan berdampak pada pemiliknya.


Pemiliknya akan ikut merasakan setengah dari rasa sakit, dan karena hal itu berdampak langsung pada pemilik.


Karena hal itulah, Kultivator jarang menggunakan Binatang Jiwa ketika mulai bertarung. Mereka akan mengamati kondisi lebih dahulu, dan mengeluarkannya di saat yang tepat.


Lagipula di dunia ini ada Teknik dan Seni Bela Diri yang banyak, tentunya mereka akan mengandalkan kemampuan mereka lebih dulu disaat pertarungan awal.


Penggunaan Binatang Jiwa juga bisa dibilang adalah Kartu As yang dimiliki Kultivator. Mereka biasanya menyembunyikan Binatang Jiwa mereka, tetapi itu tidak berlaku untuk Binatang Jiwa atau Binatang Roh Tingkat Tinggi.


Hal itu dikarenakan, Binatang Jiwa Tingkat Tinggi yang setelah mencapai Kesempurnaan dalam Penyatuan bisa berubah menjadi wujud mini dan berkeliaran.


Wujud mini mereka tergantung wujud asli Binatang tersebut, seperti jika wujud aslinya seperti Harimau maka wujud mininya akan lebih mirip seperti kucing.


Feng Yuan tahu benar perbedaan antara Daratan Yunmeng dan Daratan Wumeng, jadi dia tidak bisa lagi menyamakan dan membandingkannya.


Setelah cukup lama ia mencari, ada sebuah teknik yang sepertinya cocok untuk dipelajari saat ini.


Feng Yuan tersenyum tipis, mengambil salah satu Buku yang di sampulnya bertuliskan Auman Gemuruh Langit.


Setelah mendapatkan apa yang ia cari, Feng Yuan kembali ke keadaan semula. Perlahan ia membuka mata, dan senyum penuh makna terlukis di bibirnya.


“Aku berterima kasih pada orang itu. Hanya karena memberi sepotong roti, dia memberikanku sesuatu yang sangat berguna. Walaupun ini Teknik Kelas Rendah.”


Teknik Auman Gemuruh Langit hanya membutuhkan sejumlah kontrol yang efektif dari penyaluran Energi Spiritual atau Spiritual Murni.


Tidak terlalu sulit untuk melakukannya, tetapi bukan sesuatu yang bagus juga untuk digunakan terus menerus karena konsumsi Energi Spiritual yang boros.


Auman Gemuruh Langit adalah serangan suara dengan jangkauan jarak jauh, tetapi siapa yang cukup bodoh untuk menggunakan ini ketiak satu lawan satu. Pastinya hal itu tidak akan menguntungkan, karena Energi Spiritual akan berkurang sangat banyak.


Sementara lawan akan memiliki banyak kesempatan untuk menghabisinya, jika lawan berhasil menghindari serangan.


Konsumsi Energi Spiritual yang dibutuhkan sangat tinggi, bahkan Kultivator Tingkat Pembentukan Tulang tetap enggan untuk menggunakan Teknik ini.


Mereka tahu teknik ini bisa sangat mematikan, tetapi sangat efektif untuk melawan banyak musuh. Tapi tetap saja, Teknik ini sudah terhapus dari keinginan para Kultivator untuk mempelajarinya.


Feng Yuan memilih Teknik ini bukan tanpa alasan. Dia akan menggunakannya untuk Kompetisi Junior Keluarga Feng, dan menggunakan trik lain saat berhadapan dengan Tingkat yang lebih tinggi dibandingkan dirinya.

__ADS_1


Tidak butuh waktu lama untuk Feng Yuan mempelajarinya, karena pada dasarnya dia hanya memerlukan kesempatan untuk mencoba Teknik ini.


Namun Feng Yuan tidak memiliki tempat yang cocok, atau dirinya akan menyebabkan kegaduhan jika mencobanya di tempat ini


“Ah, kenapa aku mudah sekali merasa haus! Untungnya Feng Ai membawakan ku minuman.”


Feng Yuan mengambil salah satu bambu yang menyimpan air, lalu meminumnya seperti orang yang baru saja melewati panasnya gurun sepanjang hari.


Dia kemudian memutuskan untuk makan roti kering yang juga dibawakan Feng Ai, dan kembali melatih Kultivasi nya di dalam gua.


Tak terasa, malam telah datang dan suhu sekitar mulai dingin.


Feng Yuan dalam keadaan mata tertutup, tetapi masih terjaga sambil merebahkan tubuhnya. Tetapi samar-samar dia bisa mendengar suara seseorang yang menyibakkan semak belukar.


Tak lama kemudian, muncul sosok bayangan hitam di bawah pohon.


Dia membawa pedang di punggungnya, dan ketika cahaya bulan menyinari sosoknya, terlihatlah bahwa sosok itu adalah seorang anak laki-laki yang tampan.


Jika di amati, usianya tidak jauh berbeda dengan Feng Yuan tetapi memiliki postur tubuh lebih tinggi.


Feng Yuan yang sedang melihatnya, mengernyitkan dahi.


'Siapa dia? Apa dia suruhan Mu Lie..?'


Pikir Feng Yuan yang masih mengamati laki-laki itu dari gua.


.......


.......


...To Be Continued>>...


.......


.......


..._____...


Cerita gabut, hasil ngantuk, kalo ada kata-kata yang salah mohon komen supaya Author bisa perbaiki sesegera mungkin> Thx


^^^Amon^^^


^^^—————^^^

__ADS_1


^^^@Irrasya^^^


__ADS_2