
Daratan Terdasar Wumeng, hanya memiliki dua wilayah yang menguasai dua sisi yaitu Tanah Lotus Merah di bagian Timur dan Tanah Naga Biru di bagian Barat.
Di daratan ini, tidak ada Sistem Kekaisaran atau Penguasa, hanya ada sistem Klan dan Bangsawan yang mengatur setiap wilayah. Setiap Klan mengatur dan mengurus wilayah mereka masing-masing beserta kepentingannya.
Meskipun begitu, ada dua Kekuatan Besar yang paling mengendalikan Daratan Wumeng, yaitu Akademi Lotus Api dan Akademi Naga Air.
Feng Yuan memberitahukan semua penjelasan yang ia ketahui tentang Daratan Wumeng, untuk menjawab pertanyaan yang sebelumnya dilontarkan oleh Jia Li.
Semua penjelasan yang ia ketahui, membuat Jia Li menganggukkan kepalanya.
"Itu tidak salah, tetapi masih ada beberapa kekuatan Besar lain yang mampu di sandingkan dengan Kedua Akademi tersebut."
"Dua Klan besar yang memiliki kekuatan dalam bidang tertentu, salah satunya adalah Klan Yun."
Jia Li menjelaskan kepada Feng Yuan jika Klan Yun yang saat ini tengah di pimpin oleh orang yang biasa-biasa saja, namun sebenarnya memiliki kekuatan yang sangat besar dibaliknya.
Bahkan Kultivator Ahli dari Klan manapun di Tanah Lotus Merah tidak berani untuk bersinggungan dengan Klan Yun secara langsung.
Klan Yun juga menjadi penguasa atas sumber daya, dan perputaran kekayaan di Tanah Lotus Merah sehingga membuat orang yang ingin mencari masalah dengan mereka harus benar-benar memikirkannya berkali-kali.
“Jadi, apa mereka termasuk orang jahat?”
Feng Yuan berpikir jika Klan Yun yang memiliki kekuasaan semacam itu memiliki tujuan buruk, jadi dia menjadi antusias karena bisa saja hal itu menjadi pijakannya di masa depan.
Menanggapi pertanyaan Feng Yuan, Jia Li terlihat tersenyum tipis.
"Tidak juga, mereka justru rendah hati dan pandai bernegosiasi. Bagi mereka, semua Klan sama kecuali Klan Zheng yang di anggap setara dengan mereka."
Mendengarnya, Feng Yuan mengerutkan keningnya.
“Kenapa begitu?”
"Klan Zheng memiliki kemampuan untuk mengendalikan Binatang Roh, dan memiliki bakat bawaan langka sejak lahir."
Jia Li menatap langit di atas mereka yang tak tertutupi awan, dengan pandangan yang membingungkan karena sulit menjelaskan pada Feng Yuan.
“Mengendalikan Binatang Roh dan Bakat Langka sejak lahir? Bukankah itu membuat mereka berbahaya?”
Feng Yuan tidak bisa menahan keterkejutannya saat mendengar penjelasan Jia Li tentang Klan Zheng yang mampu mengendalikan Binatang Roh.
"Aku tidak tahu pasti, tetapi Klan Zheng memiliki sesuatu yang disebut Aliran Suci yang dapat membuat Kultivator berkembang lebih cepat dan lebih kuat."
"Selain itu, ada juga cerita yang beredar tentang Klan Zheng."
Jia Li menceritakan tentang Klan Zheng yang Seribu tahun lalu hanyalah sekumpulan keluarga yang bahkan belum layak disebut Klan kecil.
Namun kedatangan seseorang yang di sebut-sebut sebagai Dewa Yang Agung dari Alam yang lebih tinggi, dan mengangkat seorang murid dari Klan Zheng, saat itulah titik balik Klan Zheng terjadi.
Penjelasan dari Jia Li benar-benar membuat Feng Yuan menjadi tercengang, bahkan dia kesulitan untuk menelan ludahnya sendiri setelah mendengar cerita itu.
'Dewa Yang Agung dari Alam yang lebih tinggi, tidak mungkin itu aku di masa lalu kan..?'
Feng Yuan membatin dalam pikirannya, kemudian menggelengkan kepalanya pelan untuk menepis pemikiran itu.
__ADS_1
'Tentu saja itu tidak mungkin, orang dari Daratan Atas yang datang ke sini tidak hanya aku. Benar kan!'
Feng Yuan kembali fokus pada cerita Jia Li, meski dia tidak tahu kemana arah pembicaraan ini dan hanya mendengarkannya dengan baik daripada keduanya hanya saling diam.
"Tadi kau bertanya mereka berbahaya kan? Aku bisa katakan, jika mereka sangat berbahaya apalagi jika mereka memiliki niat buruk. Namun, Klan Zheng sudah lama musnah.."
Jia Li kembali bercerita, jika Klan Zheng telah dikuasai keserakahan dan Niat Iblis sehingga ingin menguasai seluruh Daratan Wumeng.
Sayangnya rencana mereka gagal, karena orang mereka sendiri.
Salah satu Tetua Agung Klan Zheng yang masih mempercayai kebenaran, membantai seluruh Klan saat malam hari agar tujuan mereka gagal.
Dia menyisakan satu keturunan terakhir yang tidak ia bunuh, sebelum membunuh dirinya sendiri.
Feng Yuan terdiam, mendengarkan cerita dengan seksama dan membayangkan semua kejadian yang diceritakan.
Bahkan bagi dirinya yang merupakan Orang Kuat yang hampir menjadi Dewa, membantai Klan sendiri untuk dunia tetap saja sesuatu yang sulit dijelaskan.
Jia Li, entah kenapa dia terus melanjutkan ceritanya tentang semua hal yang ia tahu dan kejadian masa lalu pada Feng Yuan. Seolah dia melampiaskan semua perasaan sepi yang ia rasakan sebelum Feng Yuan datang.
Menurut Jia Li, Klan Zheng telah lama terhapus dari Dunia dan bahkan sudah terlupakan.
Tapi tidak untuk Klan Yun, mereka masih mengingatnya dan menjadikan Klan Zheng sebagai pelajaran pada Klan mereka sendiri.
Karena meskipun sifat kedua Klan bertolak belakang, namun keduanya berawal dari masa lalu yang sama.
Namun semuanya sirna, seiring pergantian pemimpin Klan Zheng yang semakin lama semakin melupakan jati diri mereka sehingga berjalan di arah yang salah.
Oleh karena itu, dalam rencana awal untuk menguasai Dunia, Klan Zheng menargetkan Klan Yun untuk dihancurkan lebih dulu agar tujuan mereka dapat tercapai.
Namun tidak ada yang menyangka jika ada salah seorang dalam Keluarga Zheng yang menentang rencara besar tersebut secara diam-diam.
Dia adalah Keturunan dari salah satu Murid Dewa Yang Agung yang berasal dari Klan Zheng dulu.
Hati maupun pikirannya telah terjaga oleh pengajaran turun-temurun dari nenek moyang mereka.
Setelah masa kelam itu, seluruh Dunia termasuk Tanah Lotus Merah berubah. Tiap Keluarga dan Klan yang telah berdiri saat itu menjadikan kejadian Klan Zheng sebagai pelajaran agar tidak mengalami hal serupa.
Jia Li mengakhiri ceritanya dengan mengisahkan tentang Keturunan terakhir Klan Zheng yang menghilang, bahkan sekarang pun seolah sudah dilupakan.
Feng Yuan mengangguk, mencoba menangkap semua cerita yang di sampaikan oleh Jia Li.
Dia merasa tidak percaya jika hal semacam itu pernah terjadi di Daratan Terdasar Semesta Daratan Kuno, bahkan membuat perubahan sampai seperti ini.
“Jadi, apa Senior Jia Li mengetahui di mana Keturunan terakhir Klan Zheng berada?”
Tanya Feng Yuan, setelah tenggelam dalam pikirannya selama beberapa saat yang tiba-tiba terpikirkan tentang Keluarganya saat ini.
Mendengar pertanyaan yang dilontarkan kepadanya, Jia Li mengalihkan pandangannya pada Feng Yuan.
"Aku tidak tahu, tapi mungkin kau bisa menemukannya."
Senyum dingin terlukis di wajah Jia Li, membuat Feng Yuan merasa bingung melihatnya.
__ADS_1
"Kita sudahi saja pembicaraan tanpa arah ini, lalu apa kau mau berlatih di sini?"
Wajah Jia Li kembali ramah seperti sebelumnya, membuat sudut bibir Feng Yuan berkedut karena melihat perubahan ekspresi Jia Li yang lebih cepat dibandingkan cuaca.
'Memang, makhluk paling sulit dimengerti adalah wanita..'
Meski Feng Yuan merasa aneh, tapi dia menepis pikirannya dan akan menggunakan kesempatan ini dengan baik, setelah mendengar ucapan Jia Li sebelumnya.
“Jika Senior mengizinkan, dan mau mengajariku, aku pasti tidak akan menolaknya. Aku perlu berlatih untuk Kompetisi Junior yang akan di adakan Klan ku beberapa bulan kedepan.”
"Perlu kau ketahui, jika aku bukan orang yang lembut ketika berlatih. Bahkan Xiao Bo memilih untuk menyelinap pergi aku memintanya menemaniku."
"Lebih baik kau memikirkannya lagi, daripada menyesal nantinya."
Jia Li tersenyum, sebelum beranjak dari duduknya dan pergi menuju Kolam kecil yang hanya diisi oleh Dua Ikan Mas besar.
Dia berjongkok di tepi kolam, lalu mulai melakukan gerakan tangan di atas air kolam hingga tiba-tiba riak air tercipta dan kedua Ikan Mas itu menyingkir karena sebuah jalan ke bawah tercipta di sana.
"Kalau kau masih ingin berlatih, aku akan menemanimu. Tapi jika tidak, aku akan meminta Xiao Bo mengantarmu pulang. Bagaimana?"
Jia Li memberikan pilihan kepada Feng Yuan, sementara dirinya yang diberi pilihan itu menjadi bingung.
Dari awal bertemu Jia Li sudah begitu baik padanya, bahkan menunjukkan berbagai macam properti pribadi tanpa menaruh rasa curiga sama sekali.
Bahkan sampai-sampai akan menemaninya berlatih di tempat latihan pribadinya, bukankah kebaikan ini justru malah terasa aneh. Apalagi bagi Feng Yuan, mau tidak mau dia pasti mempertanyakannya.
“Apa ini tidak masalah? Maksudku, kenapa Senior begitu baik padaku?”
Feng Yuan mengerutkan kening, ia sedikit menyipitkan mata untuk mengetahui perubahan ekspresi dari Jia Li.
Walaupun dia merasa curiga, tetapi sejauh ini Jia Li begitu baik dan terbuka. Feng Yuan juga tidak merasakan niat jahat darinya, dan kalaupun Jia Li memiliki niat jahat, Feng Yuan sudah tidak bisa melawan sejak awal.
Jadi, tentu tidak ada gunanya basa-basi seperti tadi.
.......
.......
...To Be Continued>>...
.......
.......
..._____...
Kalau ada kesalahan kata atau typo bisa komen supaya Author bisa memperbaikinya sesegera mungkin>Thx
^^^Amon^^^
^^^—————^^^
^^^@Irrasya^^^
__ADS_1