
Feng Yuan berhenti bergerak, memperhatikan rumput yang setinggi lututnya. Sangat cocok bagi binatang buas untuk bersembunyi dan menyergap mangsanya.
Hal itulah yang di rasakan Feng Yuan, tetapi hal itu tidak membuatnya takut dan masih bersikap tenang sambil mengamati keadaan sekitar.
“Cih! Saudara dari Anjing saja berani menargetkan ku! Coba saja jika kalian ingin mati,”
Feng Yuan sengaja berkata dengan lantang, untuk menarik musuh keluar dari persembunyiannya sambil melanjutkan jalannya.
Hanya tujuh langkah Feng Yuan bergerak dari tempatnya, tiba-tiba empat ekor serigala menerjang dari arah yang berbeda untuk menerkam Feng Yuan.
Bukannya takut, Feng Yuan justru langsung memasang kuda-kuda dan siap melawan keempat serigala yang merupakan Binatang Roh itu.
“Kalian salah memilih mangsa, Serigala Biru Kelas Rendah!”
Feng Yuan langsung berniat menggunakan Langkah Senyap untuk menumbangkan keempat serigala itu satu-persatu. Tetapi tiba-tiba udara menjadi menyesakkan dan menekan.
Hal itu membuat Feng Yuan sedikit terganggu, dan hampir jatuh. Tidak jauh berbeda dengan kondisi keempat serigala yang akan menerkamnya.
Mereka merundukkan kepalanya seolah Raja mereka sudah datang.
“Aura macam apa ini? Bahkan Kultivator Tingkat Prajurit Roh tidak memiliki aura seperti ini!”
Feng Yuan menggertakkan giginya dan berusaha menguatkan tubuhnya agar tidak jatuh, sambil melihat ke arah datangnya aura itu.
Tak berselang lama, seekor Serigala Biru muncul dari rimbunnya pepohonan. Ukurannya dua kali lebih besar dibandingkan Serigala Biru biasa, selain itu tubuhnya juga dilapisi oleh percikan dan kilatan listrik berwarna biru.
Sepasang taring tajam juga terpampang jelas dengan matanya yang berwarna kuning menyala.
Warna bulunya hitam pekat dengan ujung ekornya yang seperti nyala api biru, tetapi terbuat dari Elemen Petir Biru yang ia miliki.
“Sialan, seharusnya Binatang Roh ini memiliki Level yang setara dengan Singa Api Bersayap!”
Feng Yuan mengumpat kesal, bahkan tubuhnya terasa berat untuk digerakkan apalagi untuk melawannya. Itu terdengar mustahil bagi dirinya saat ini.
Dia memang memiliki Teknik Auman Gemuruh Langit, tetapi waktu yang diperlukan tidak memungkinkan untuk ia gunakan saat ini.
Mungkin saja Raja Serigala Biru akan memakannya, bahkan ketika dia belum meluncurkan serangan.
Feng Yuan hanya bisa diam di tempat, membiarkan Binatang Roh Level Langit atau Level Misteri itu perlahan mendekatinya.
Namun ketika dia hanya berjarak beberapa meter dari Feng Yuan, tiba-tiba Raja Serigala Biru berhenti dan menghadap keatas lalu melolong, menyebabkan burung-burung berterbangan tanpa arah.
“Xiao Bo, hentikan!”
Sebuah suara tiba-tiba terdengar oleh Feng Yuan, tanpa dia tahu pemilik dari suara itu. Tapi yang jelas, suara itu adalah suara seorang perempuan.
__ADS_1
Serigala Biru itu menuruti ucapan dari suara perempuan tadi, bahkan juga ikut merunduk ke tanah. Sementara di sisi lain, aura yang menekan Feng Yuan tiba-tiba hilang.
Segera saja Feng Yuan melompat mundur untuk menjaga jarak setelah dia dapat bergerak. Kewaspadaannya meningkatkan seiring suasana yang menjadi sedikit membingungkan baginya.
"Anak kecil, tidak perlu takut. Mereka adalah peliharaan ku, dan Xiao Bo adalah temanku."
Seorang perempuan yang kurang lebih berumur tiga puluh tahun tiba-tiba muncul dari belakang Raja Serigala Biru. Dia melayang dengan membawa sebuah Tongkat bermahkota kan Berlian yang indah.
“Anda siapa?”
Feng Yuan bertanya dengan penuh kewaspadaan, dan mencoba untuk setenang mungkin menghadapi situasi ini.
"Oh, kau ternyata anak yang pemberani. Bahkan tidak sedikitpun terbebani dengan situasi seperti ini, menarik!"
Perempuan itu tersenyum kecil, memperhatikan Feng Yuan dengan wajah ramah.
'Sial, dia hampir membuatku takut andai wajahnya tidak secantik itu. Bahkan ini sudah menyamai Gadis Bangsawan di Daratan Yunmeng!'
Roh Ling Yuan kembali terbias dari tubuhnya, dia muncul hanya untuk membicarakan hal tidak perlu dari kecantikan perempuan tersebut dengan wajah mesumnya.
"Hm?"
Roh Ling Yuan terkejut ketika perempuan itu menaikkan sebelah alisnya, seolah dia dapat melihat serta mendengar apa yang baru saja ia katakan.
"Benar-benar menarik!"
"Siapa namamu?"
“Panggil saja Yuan, Bibi ini siapa sebenarnya? Kenapa Binatang ini begitu penurut pada Bibi?”
Feng Yuan berusaha bersikap normal, karena dia mengerti jika perempuan di depannya ini bisa saja mengetahui tentang perbedaan Jiwa yang ada pada tubuhnya.
"Oh, nama yang bagus! Orang-orang biasa memanggilku Jia Li, dan apa kamu tersesat? Karena biasanya orang tidak akan sampai ke sini."
Perempuan dengan nama Jia Li itu tersenyum penuh kelembutan dan benar-benar cantik, lalu memberi isyarat pada kawanan Serigala Biru untuk pergi kecuali Xiao Bo.
'Astaga, dia benar-benar cantik dan menawan. Tolong berikan aku tubuh dewasa dan menjadikannya milikku, bukankah kau Dewa Yang Murah Hati..!'
Roh Ling Yuan kembali muncul, bahkan sekarang ekspresinya lebih buruk dari tadi dan tidak seharusnya dimiliki oleh Jenius Tiada Tara juga dihormati di Daratan Yunmeng.
"Em, sebaiknya kita bicarakan di rumahku saja karena terkadang muncul Buaya Buas di sini."
Jia Li terbatuk pelan, dan terlihat jika otot di pelipisnya sedikit timbul. Dia berjalan meninggalkan Feng Yuan menuju gubuk sederhana yang ada di tengah Padang rumput bersama Xiao Bo.
Mendengarnya, Feng Yuan tersedak nafasnya sendiri dan wajahnya tiba-tiba berubah linglung.
__ADS_1
“Buaya Buas apanya! Bukankah dia sedang membicarakan ku?!”
'Ohh, Yu Jie. Tenang saja, juara nomor satu di hati dan pikiranku hanya kamu seorang. Tapi tidak ada kata juara di mataku, karena aku menyukai keindahan!'
Feng Yuan tersenyum menyebalkan saat mengatakannya dalam hati, karena dia teringat dengan Yu Jie yang mungkin sudah di atas sana atau telah mengalami jalur Reinkarnasi.
Dia lalu mulai berjalan mengikuti ke mana arah Jia Li pergi, sambil sesekali berdecak kagum.
'Dia sungguh misterius, bagaimana mungkin Daratan Terdasar Wumeng memiliki orang seperti ini? Aku bahkan tidak bisa membaca kekuatannya!'
Dalam langkahnya menuju gubuk sederhana Jia Li, dia tak habis pikir tentang kekuatan yang dimiliki Jia Li. Bahkan dia menjadi heran karena bisa bertemu dengan orang sekuat Jia Li di sini.
Alam Terdasar dari Semesta Daratan Kuno seharusnya tidak memiliki Kultivator yang dapat melayang, mereka seharusnya menggunakan Energi Spiritual yang diekstrak menjadi Spiritual Murni.
Kekuatan seperti ini sebenarnya tidak mendukung seseorang menjadi melayang, karena akan sangat boros jika melakukannya untuk hal tersebut.
Hal itu berbeda jika orang tersebut menggunakan Esensi Semesta, karena Esensi Semesta bisa dikatakan menyatu juga dengan Kekuatan Alam sehingga bisa seseorang dapat melayang, itu artinya dia telah menguasai sempurna mengolah Esensi Semesta.
Namun Feng Yuan dapat merasakan dan melihat dengan jelas, jika perempuan itu dapat melayang menggunakan Spiritual Murni.
Kemungkinan Jia Li memiliki Teknik yang memungkinkan penggunanya dapat terbang atau melayang, atau paling tidak memiliki Binatang Jiwa tipe Binatang Roh terbang seperti Gagak Petir.
Akan tetapi, seharusnya akan ada perwujudan sayap di punggungnya yang terbuat dari Spiritual Murni jika menggunakan kekuatan Binatang Jiwa.
“Ah, ternyata Dunia ini memang masih penuh dengan misteri. Membuatku penasaran, dan pusing di saat yang bersamaan!”
Feng Yuan berdecak dengan senyum masam, tidak ia sangka jika Daratan Terdasar dari Semesta Daratan Kuno ternyata memiliki rahasia yang bahkan orang dari Daratan Yunmeng tidak tahu.
Mungkin perjalanan memang masih panjang, dan kesempatan menjadi semakin besar.
.......
.......
...To Be Continued>>...
.......
.......
..._____...
Kalau ada kesalahan kata atau typo bisa komen supaya Author bisa memperbaikinya sesegera mungkin>Thx
^^^Amon^^^
__ADS_1
^^^—————^^^
^^^@Irrasya^^^