
"Siapa di sana?"
Laki-laki yang sedang Feng Yuan perhatikan langsung melihat ke arahnya, dan berjalan ke arahnya.
Walaupun anak laki-laki itu terlihat masih seumuran dengannya, tetapi aura yang di keluarkan olehnya sudah terasa seperti Kultivator Tingkat Pondasi Qi.
Feng Yuan berjalan sedikit keluar untuk memperlihatkan dirinya, dia masih bersikap tenang.
“Aku ke sini untuk berlatih, dan berlindung karena di luar sangat berbahaya!”
Feng Yuan memberikan alasan, sementara anak laki-laki itu telah berdiri di depan Feng Yuan sehingga dia bisa melihat wajahnya dengan jelas.
“Tunggu dulu, apa kau pemilik Gua ini? Aku tidak berniat mengambilnya dari mu, jadi aku akan pergi kalau kau mau ini kembali.”
Feng Yuan merendah karena dia tahu tidak mungkin menang jika melawan anak di depannya saat ini, tetapi dia tidak menurunkan sedikitpun kewaspadaannya.
"Idiot, terserah saja kalau kau mau tinggal selamanya di Gua. Aku hanya tersesat dari jalanku, dan tidak sengaja lewat sini!"
Feng Yuan tidak tersinggung dengan hal itu, dan lebih mengamati anak laki-laki di depannya. Penampilannya tidak bisa di anggap biasa, pakaiannya menunjukkan jika mungkin adalah Tuan Muda dari salah satu Klan atau Bangsawan Kota.
Wajahnya yang meremehkan, dan ekspresinya yang angkuh juga bisa menjadi jawaban dari dugaan Feng Yuan. Tetapi jika di perhatikan, sepertinya kepribadian anak ini tidak terlalu buruk.
“Lalu?”
"Sama sepertimu, aku mencari tempat untuk berlatih dan menguji kekuatanku dengan melawan Binatang Buas."
Anak itu masih berkata dengan sikap angkuh, tetapi kemudian ekspresinya berubah.
"Apa kau memiliki air? Bolehkah aku meminta sedikit persediaan mu?"
Dia malu-malu bertanya dengan suara sedikit rendah, tetapi ekspresi wajahnya tetap tidak berubah meski sedikit mengalihkan pandangannya.
Feng Yuan terkejut sesaat, kemudian teringat tentang Aliran Sungai yang mati. Jadi dia tahu mungkin anak di depannya ini kehilangan sumber air dalam pencariannya.
“Ada di sana, silahkan ambil.”
Segera setelah Feng Yuan mengatakannya, anak laki-laki itu langsung menyerobot masuk ke dalam dan meminum air yang ada di bambu.
“Hei, setidaknya beritahu aku siapa namamu..?”
Feng Yuan melihat anak laki-laki itu dengan ekspresi rumit, sementara si anak laki-laki masih meneguk air dengan rakus.
"Ah, segar! Oh ya, maaf aku terlalu haus karena seharian tidak menemukan air. Namaku Bai Yang Xi, lalu kau?"
“Yuan,”
"Baiklah saudara Yuan, aku berhutang budi kepadamu. Kelak jika kita bertemu lagi, aku pasti akan membalasnya."
Feng Yuan menggeleng pelan, tidak ia sangka wajah sombong anak itu sangat bertolak belakang dengan sifat aslinya.
"Kalau begitu maaf mengganggu, aku harus segera pergi menyusul yang lain. Sekali lagi terima kasih,"
Bai Yang Xi menunjukan rasa terima kasih yang tulus sebelum beranjak pergi. Feng Yuan masih diam di tempat, memandanginya. Namun tiba-tiba langkah Bai Yang Xi berhenti, dan dia berbalik ke arah Feng Yuan.
"Eh, apa kau tahu arah Kota Lembah Merah?"
Feng Yuan menghela nafas sambil menggeleng pelan, dan menunjuk ke salah satu arah.
"Terima kasih lagi. Aku pergi!"
Setelah Bai Yang Xi menghilang, Feng Yuan mendengus pelan. Dia tidak menduga jika akan bertemu seseorang di hutan ini. Yang dia tahu dari ingatan asli pemilik tubuh, tempat ini bukanlah tempat yang biasa dilewati para pengelana atau pedagang.
__ADS_1
“Benar-benar orang bodoh yang mudah percaya orang lain.”
Feng Yuan melihat ke arah bambu yang menjadi tempat air telah kosong, begitu juga dengan bambu lain membuat Feng Yuan tersenyum kecut.
“Sialan, aku tidak menyadari jika persediaan air sudah habis!”
Saat ia hampir menyesali kebaikannya, tiba-tiba dia teringat dengan Kolam Bulan Dingin. Itu juga termasuk sumber air, dan sangat menyegarkan.
Seharusnya Kolam itu masih belum kering, karena Bunga Roh Bumi yang telah tumbuh seribu tahun.
Hanya saja untuk ke sana, Feng Yuan tidak yakin dapat membawa bambu-bambu itu karena jalannya yang sempit.
“Intinya masalah air sudah terpecahkan,”
Kemudian Feng Yuan duduk, dia kembali memikirkan tentang anak itu atau Bai Yang Xi. Feng Yuan tidak habis pikir, bagaimana anak semuda dia bisa memiliki aura yang tidak diragukan lagi adalah Aura Kultivator Tingkat Pondasi Qi.
Dirinya cukup yakin, di dunia ini orang yang seumuran dengannya dan telah mencapai Pondasi Qi dapat di hitung dengan jari.
Seperti yang ia tahu, Tingkat Kultivasi terbagi menjadi Sembilan Belas Tahap dan Terbagi menjadi Tiga Alam yaitu Dasar, Lanjutan, dan Puncak.
...[ Alam Dasar ]...
- Pembentukan Dasar [ 1 Lapisan ]
- Spiritual Qi [ 9 Lapisan ]
- Kondensasi Qi [ 9 Lapisan ]
- Pembentukan Tulang [ 9 Lapisan ]
- Pondasi Qi [ 9 Lapisan ]
...[ Alam Lanjutan ]...
- Prajurit Roh [ 9 Bintang ]
- Jenderal Roh [ 9 Bintang ]
- Pengembangan Roh [ 9 Bintang ]
- Raja Roh [ 9 Bintang ]
- Pembebasan Diri [ 9 Bintang ]
- Penyatuan Jiwa [ 9 Bintang ]
- Kesadaran Takdir [ 9 Lapisan ]
...[ Alam Puncak ]...
- Pembersihan Hati [ 5 Lapisan ]
- Nirvana [ 7 Lapisan ]
- Prajurit Dewa [ 5 Bintang ]
- Jenderal Dewa [ 2 Lapisan ]
- Kesadaran Dewa [ 9 Lapisan ]
Seseorang yang akan menembus Kesadaran Dewa, akan diuji dengan Petir Kesengsaraan Ribuan Tahun karena menentang hukum langit dan jalur takdir.
__ADS_1
Dan untuk dirinya saat ini masih berada di Alam Dasar Tingkat Spiritual Qi yang terbagi menjadi Sembilan lapisan, akan sangat sulit baginya untuk sampai di Tingkat Pondasi Qi.
“Setidaknya dia sudah mulai belajar Kultivasi sejak berjalan. Aku bukanlah aku, tapi aku adalah aku! Akan ku buat sesuatu yang tidak mungkin menjadi mungkin!”
Saat Feng Yuan hendak kembali beristirahat, tiba-tiba dia merasakan ada beberapa kekuatan yang mendekat. Reflek dia langsung bersembunyi, dan melihat keadaan.
Timbul banyak pertanyaan di benak Feng Yuan, saat melihat tiga orang yang tidak jauh dari mulut gua.
Feng Yuan menajamkan indera pendengarannya, dan samar-samar bisa mendengar pembicaraan mereka.
"Tuan Mu, apa benar itu ada di sini? Bukankah kita semua tahu jika gua itu buntu!"
"Tidak, memang ada Bunga Roh Bumi di sana. Tepatnya di dasar Gua, sayangnya jalan tertutup sehingga kita harus membuka jalan baru."
"Jika benar, jangan sampai Wurao tahu. Kita tingkatan Kultivasi kita masing-masing saja!"
"Benar ini Harta Karun! Bahkan jarang ada di rumah lelang, dan memiliki harga yang sangat tinggi. Akan sangat di sayangkan jika kita tidak memilikinya untuk diri sendiri, haha!"
"Haha, kau benar. Kita adalah bawahannya tetapi kita tidak bekerja untuknya! Sampai saat itu tiba, bukan hanya rencana sendiri tetapi juga menyiapkan segala sesuatu untuk diri sendiri!"
Feng Yuan langsung dapat mengetahui jika salah satu orang itu adalah Mu Zhui, dan mau tidak mau dia terkejut mendengar tujuan mereka bertiga.
'Sial! Jadi mereka datang untuk mengambil benda itu, ini gawat karena aku sudah mengambilnya lebih dulu. Lebih baik aku pergi dulu!'
Feng Yuan buru-buru merapikan tempat itu dan membawa semua barangnya, hendak mengendap keluar dengan hati-hati agar tidak ketahuan.
Tapi sayangnya karena terlalu fokus ke ketiga orang itu, dia tidak melihat jika ada ranting di depannya.
Krak!
"Siapa di sana!"
Ketiga orang itu langsung menatap ke asal suara, dan menjadi waspada karena mereka pikir ada orang lain.
'Ah sial, siapa yang menaruh ranting di sini!'
Feng Yuan mengumpat kesal dalam hati saat menginjak ranting kering, tapi tanpa mengulur waktu dia segera melompat mundur dan bersembunyi di balik bebatuan gua.
Ketiga orang termasuk Mu Zhui mengamati sekitar sambil memasang kuda-kuda, dan hampir menarik keluar pedang di pinggang mereka. Tetapi untungnya, sesaat kemudian mereka kembali bersikap normal setelah melihat jika situasi aman.
"Mungkin hanya hewan saja, lagipula ini hutan. Hewan-hewan pasti berkeliaran!"
Mu Zhui mengangkat tangan kanannya sebagai tanda jika sekitar sini aman. Dia sudah memindai lokasi sekitar dengan Indera Spiritualnya dan tidak menemukan adanya aura manusia atau sesuatu yang mengancam.
"Sudahlah, ayo kita bergerak! Jangan membuang waktu lagi."
Mu Zhui memberi perintah, kemudian diikuti kedua orang lainnya bergerak cepat masuk ke dalam Gua.
.......
.......
...To Be Continued>>...
.......
.......
..._____...
Jika ada kata yang salah, atau typo bisa komen agar Author bisa memperbaikinya sesegera> Thx
__ADS_1