
Hembusan angin menerpa pepohonan saat matahari mulai tenggelam di barat. Seorang anak sedang duduk bersila di atas sebuah batu besar, matanya terpejam dengan nafas yang mendalam.
Tubuhnya seperti terlapisi energi misterius setiap kali ia menarik dan membuang nafas secara perlahan. Energi setipis benang itu mengembang sedikit, sebelum menyusut dan hilang kembali.
Selama hampir satu jam, anak itu melakukan hal yang sama. Sebelum pada akhirnya dia membuka mata hanya untuk menghela nafas panjang.
“Benar-benar payah, bahkan tubuh ini tidak dapat menyimpan Energi Qi sama sekali!”
Anak itu, Feng Yuan, merebahkan tubuhnya secara perlahan dan menatap ke langit. Dengan merasakan angin sepoi-sepoi, dia tengah mencari sesuatu di dalam kepalanya.
Dalam kehidupan sebelumnya, dia disebut sebagai Jenius Tiada Tara bukan tanpa alasan. Feng Yuan memiliki Keberuntungan Langit, Takdir Abadi, dan Seni Bela Diri Kokoh.
Selain itu, dia memiliki banyak Metode Kultivasi yang ia kumpulkan dari berbagai penjuru yang ada di Alam Daratan Yunmeng.
Salah satu metode yang ia pakai adalah Aliran Suci, Metode pemusatan mendalam pemahaman pemurnian Energi Qi menjadi Energi Spiritual. Menciptakan pusaran laut di dalam Dantian berupa sepasang Laut Spiritual.
Disebut Aliran Suci karena, sepasang Laut itu bergerak seperti Awan dalam resonansi tanpa hambatan dan terus mengalir.
Dalam Perjalanannya, Feng Yuan berhasil mengembangkan Aliran Suci menjadi Aliran Kehidupan setelah dia bisa memahami Artefak Kuno yang ada di Istana Sembilan Bintang pada Gerbang Pertama.
Aliran Suci berguna dalam pemurnian Energi Qi menjadi Energi Spiritual dan memungkinkan penggunanya memiliki Qi yang tidak akan habis, itu tandanya dia memiliki ratusan bahkan ribuan nyawa cadangan dan kekuatan yang akan terus menerus berada dalam kestabilan tinggi.
Aliran Kehidupan puluhan kali lebih baik dan hebat dibandingkan itu. Jadi bisa dibayangkan, seberapa kuat dan hebatnya Ling Yuan sebelum menjadi tahanan Penjara Paling Mematikan di Daratan Yunmeng.
Sepasang Laut Spiritual bukan hanya beresonansi secara alami, tetapi juga menumbuhkan Pohon Spiritual yang terbentuk di pusat pusaran.
Pohon Spiritual berbentuk seperti Pohon Beringin dengan banyak sulur, setiap sulur memiliki fungsi untuk menyerap dan menyaring semua energi yang masuk ke tubuh termasuk energi yang bertujuan merusak tubuh pengguna.
Sementara daunnya berfungsi memurnikan energi yang terserap, itu menjadikan energi Qi yang terdapat dalam Dantian pengguna memiliki tingkat kemurnian yang sangat luar biasa.
Itu membuat perbandingan mencolok antara menyerap Qi dengan Metode Normal, dan menyerap Qi dengan Metode Aliran Suci.
Kekuatan maupun daya tahannya ribuan kali lebih kuat, tetapi juga konsumsi Qi yang puluhan kali lebih sedikit.
Misalnya pengguna Metode ini menggunakan satu tetes Qi untuk melakukan pukulan, maka efek yang ditimbulkan sama dengan seseorang yang menggunakan satu kolam kecil untuk menggunakan pukulan itu.
Seorang Kultivator tidak memiliki batasan seberapa banyak Dantian mereka bisa menampung Qi.
__ADS_1
Bisa saja Sekolam, Sedanau, Selautan, atau Sesamudera. Tetapi untuk mendapatkannya, mereka harus melewati sesuatu yang disebut Batasan Dantian.
Itu terjadi saat seseorang kesulitan mengumpulkan Qi, dan penyerapan energi Spiritual terhambat sehingga Dantian tidak menerima banyak Qi sehingga Qi yang ditampung terus seperti itu. Seperti Sekolam, atau Sedanau.
Namun jika gagal, resikonya sangat besar karena Dantian akan cacat sehingga tidak dapat menyerap Qi lagi.
Itulah alasan kenapa Kultivator kadang tidak mau mengambil resiko melewati Batasan Dantian, dan Aliran Kehidupan akan sangat berguna bahkan jika Kultivator itu hanya memiliki energi Qi serta Spiritual Sekolam.
Perbedaan yang sangat jauh, antara langit dan bumi dari Metode Normal menyerap Qi dengan Metode Aliran Suci. Apalagi setelah Aliran Suci ditingkatkan menjadi Aliran Kehidupan.
Memikirkan hal ini, Feng Yuan tersenyum pahit. Dirinya telah kehilangan Metode yang amat luar biasa itu, dan terjebak dalam tubuh anak yang tidak dapat menyimpan Qi.
Satu-satunya yang bisa ia gunakan adalah Metode Sederhana Pemurnian Qi, tapi sayang sekali tubuhnya ini tidak dapat menyimpan sedikitpun Qi yang ia serap.
Dia berpikir bagaimana bisa dia berlatih jika dirinya saja tidak dapat menyimpan Qi? Hal itu membuat Feng Yuan cukup frustasi.
'Apa Dewa bisa memberiku lelucon yang lebih buruk dari ini?'
Umpatnya dan kemudian memejamkan mata untuk memenangkan dirinya namun beberapa menit kemudian dia kembali membuka mata karena merasa ada seseorang yang mendekatinya.
Suara itu terdengar di telinganya, membuat dia bergegas menoleh. Dia tahu itu adalah suara gadis yang terpampang jelas di hadapannya setelah kematian, Kakak Perempuannya, Feng Ai.
“Tentu saja berlatih, lalu sedang apa kamu di sini?”
Meskipun Feng Yuan tidak tahu harus bersikap bagaimana, tetapi ia mencoba untuk bersikap sesopan dan senatural mungkin. Walaupun itu masih canggung, tetapi Feng Ai tidak mengomentarinya karena suasana hatinya sedang kacau saat ini.
"Pergi menenangkan diri!"
Feng Ai menjawab sambil mendengus, sambil berjalan mendekati Feng Yuan dan duduk di sampingnya.
“Apa yang membuatmu kesal?”
"Humph! Keluarga Feng mengutus seseorang datang, dan mengingatkan tentang Kompetisi Junior yang akan diadakan..!"
"Aku yakin mereka menargetkan Keluarga kita, biarpun aku tidak akan bertahan lama karena tidak memiliki Binatang Jiwa, aku pasti akan tetap maju. Demi kehormatan ayah!"
Feng Yuan hanya terdiam karena sulit untuk mencerna semua itu, dia yang tidak mengetahui tentang Keluarganya hanya bisa diam dan tidak dapat menyimpulkan apapun.
__ADS_1
Meskipun dia memiliki ingatan dari pemilik tubuh asli, tetapi hanya begitulah ingatan seorang anak berumur 10 tahun. Kompetisi Junior juga dia hanya pernah mendengarnya sedikit, tetapi sudah mengambil kesimpulan dari garis besar Turnamen itu.
Meski ini adalah Pertandingan Keluarga, akan ada Tamu dari Akademi Bela Diri dan Tamu itu akan merekrut anak yang membuat mereka tertarik atau para juara.
Di dunia ini, siapa yang tidak menginginkannya sehingga banyak orang bersaing untuk masuk ke dalam Akademi.
Tidak berbeda jauh dengan kehidupan Feng Yuan sebelumnya. Mungkin dia bisa memulai sesuatu dari sana, bertemu dengan muridnya atau menemukan cara agar ia bisa menembus Batasan Dunia.
“Kompetisi Keluarga Feng, mungkin aku akan mengikutinya?”
Ucapan Feng Yuan membuat Feng Ai tercengang, dan menjitak kepala adiknya itu.
“Aw! Kenapa Kakak memukulku?”
"Kau yang kenapa! Apa kamu tidak ingat tujuh hari yang lalu dipukuli sampai hampir mati oleh orang yang baru berada di Tahap Spiritual Qi, bagaimana jika yang kamu lawan adalah Pembentukan Tulang? Apa jadinya nanti,"
Feng Yuan menutup telinganya mendengar omelan Feng Ai, agar dirinya benar-benar tidak menjadi putus asa.
“Tidak Kak! Aku akan membuktikannya, aku akan menyendiri beberapa waktu di Gunung belakang untuk berlatih. Jangan ganggu aku, sampai tiga hari sebelum keberangkatan kita!”
Selepas dia mengucapkan hal itu, tanpa menunggu respon Feng Ai yang terkejut, Feng Yuan langsung berdiri dan melesat pergi meninggalkannya untuk ke Gunung Belakang.
"Hei hati-hati, dan jangan memaksakan diri! Aku akan sesekali membawakan makanan untukmu..!"
Feng Ai berteriak dan melambaikan tangan pada Feng Yuan yang punggungnya mulai tak terlihat lagi.
"Dasar bocah keras kepala.."
Feng Ai mendengus pelan, dan tersenyum tipis melihat kepergian adiknya. Dia kembali ke rumah, dan membicarakannya kepada Feng Shui jika Feng Yuan sedang ingin menyendiri di Gunung Belakang selama beberapa waktu.
Yang jelas keduanya sama-sama merasakan, ada perubahan kepribadian dan perbedaan sikap dari Feng Yuan semenjak terbangun kembali dari kematian.
.......
...To Be Continued>>...
.......
__ADS_1