
Binatang Roh Singa Api Bersayap dan Gagak Petir, keduanya memiliki dua elemen berbeda tetapi di satu sisi memiliki kekuatan yang seimbang.
Kedua Binatang Tersebut juga dapat menjadi salah satu pilihan terbaik Kultivator untuk menjadikan Binatang Jiwa, apalagi jika Kultivator itu memiliki Energi Spiritual yang berhubungan dengan Elemen Api atau Petir.
Maka sudah pasti, Binatang Roh inilah yang menjadi incaran para Kultivator.
Tetapi tidak untuk Feng Yuan, dia membutuhkan Binatang Roh yang lebih kuat dibandingkan keduanya.
Satu-satunya hal yang dia lihat dari Singa Api Bersayap dan Gagak Petir adalah, menjadikan kedua Binatang Roh tersebut sebagai uji coba Teknik Auman Gemuruh Langit.
Tetapi jika dicermati lebih dalam, Feng Yuan dapat memperhatikan raut dan tindakan Gagak Petir yang menurutnya aneh.
Binatang Roh bertipe burung itu seperti tidak bertarung lepas, melainkan hanya menangkis seolah melindungi sesuatu. Serangan yang ia berikan pada Singa Api Bersayap bukan bertujuan untuk melukai, tetapi untuk mematahkan serangannya.
“Dia sedang melindungi sesuatu? Kadang aku heran, bahkan Binatang lebih memiliki hati daripada manusia. Sudahlah, aku tidak tertarik dengan perkelahian antara Kucing dan Ayam.”
Feng Yuan tidak menyangka jika Gagak Petir tidak menggunakan kekuatan penuhnya, padahal dia yakin jika Gagak Petir pasti akan menang kalau tidak sedang melindungi sesuatu.
Dia tahu jika Gagak Petir merupakan Binatang Udara paling cepat di Tingkatannya. Bahkan kecepatannya sangat mengagumkan, jika telah mencapai Level Puncak.
Walaupun Ketangguhan Fisik menjadi kelemahannya, Gagak Petir memiliki kecepatan dan akurasi serangan petir yang hebat, cukup untuk membunuh Kultivator Tingkat Pondasi Qi kebawah.
Feng Yuan tidak tahu apa yang sedang Gagak Petir itu rencanakan, tetapi dia sudah siap dengan kuda-kudanya untuk melancarkan serangan.
“Auman Gemuruh Langit - Gelegar Kemarahan Dewa!”
GRROOAAA!!
Angin spiral keluar dari teriakan Feng Yuan, membentuk badai angin dan suara yang lama kelamaan semakin membesar sehingga pohon-pohon menjadi tersapu.
Serangan ia arahkan pada Binatang Roh yang tengah bertarung, tetapi dampak dan fluktuasi udara berkembang lebih luas dan jauh.
Hanya dalam beberapa detik, hutan yang awalnya hanya hancur di beberapa bagian karena Pertarungan dua Binatang Roh menjadi semakin luas seperti Medan Perang.
Dia tidak menyangka jika dampak serangannya akan sejauh ini, tetapi dia tidak pernah menduga jika serangannya akan berdampak pada perkemahan.
Di sisi lain, Tetua Yin dan Tetua Yang terbelalak karena datangnya Badai Angin yang dapat memecahkan gendang telinga mereka. Bahkan jika itu orang biasa, isi kepala mereka juga bisa ikut pecah.
Terlihat jelas jika kedua Tetua dari Paviliun Bunga Bulan itu mengerahkan kekuatan terbaik mereka untuk menghalau badai angin dan suara itu.
Sayangnya pertahanan mereka tidak bekerja begitu baik, karena Kubah Pelindung itu hanya mampu melindungi dari Badai Angin, tidak dengan Badai Suara yang semakin kuat.
"Serangan apa ini-?! Aku tidak bisa bertahan lebih lama,"
"Aku juga tidak pernah melihatnya, tetapi kita harus bekerjasama semaksimal mungkin agar orang dibelakang tidak kehilangan hidup mereka!"
__ADS_1
Kedua Tetua itu mempertebal Kubah Pelindung, bahkan dari jarak tertentu terlihat jika Tetua Yin dan Tetua Yang menggunakan Binatang Jiwa mereka.
Dua Paus Langit yang saling bertautan, memancarkan energi Hitam dan Putih yang berputar satu sama lain. Sinkronisasi dan akurasi yang sangat menakjubkan antar Binatang Roh.
Itu adalah Binatang Roh tipe Yin dan Yang, yaitu Paus Langit Hitam dan Paus Langit Putih.
Namun tetap saja, tindakan mereka tidak sepenuhnya dapat menghalau serangan Badai Suara. Masih ada sebagian kecil serangan yang lolos, sehingga orang-orang di dalam Kubah melindungi telinga mereka dengan menutup pendengarannya.
"Ap-apa yang sebenarnya terjadi? Aku tidak tahu jika Pertarungan Dua Binatang Roh bisa sampai seperti ini, ah telingaku!"
Di luar tenda, Yun Mei memejamkan mata sambil menutup kedua telinganya dengan tangan. Dan dapat terlihat dari wajahnya, jika dia sangat kesakitan.
Saat orang-orang di Perkemahan sedang berjuang untuk hidup, Feng Yuan justru tidak mengetahuinya dan tengah melihat hasil dari serangannya pada dua Binatang Roh itu.
Kedua Binatang Roh yang mendapatkan serangan tiba-tiba tidak sempat menghalau atau menghindar.
Ketika suara ledakan terdengar dan serangan itu mengenai mereka dengan telak, barulah kedua Binatang Roh itu memekik dengan sangat keras, karena tubuh mereka seperti dicabik-cabik oleh milyaran jarum.
Begitu Gelegar Kemarahan Dewa selesai, Feng Yuan langsung kehabisan seluruh Energi Spiritualnya, dia terlihat kelelahan dan lemah. Sampai-sampai berlutut dengan satu tangan menopang tubuhnya.
Nafasnya tersengal, tetapi melihat pemandangan di depannya membuat dirinya kembali tersenyum tipis.
“Tidak buruk, hampir sempurna tetapi sekarang inilah batasan ku. Membuat dua Binatang Roh terluka parah, awal yang sempurna..”
“..Meski, harus menggunakan rencana licik saat mereka lengah. Oh bukan licik, cerdik!”
Kedua Binatang Roh itu terluka parah, tetapi luka Singa Api Bersayap tidak separah Gagak Petir sehingga dia langsung pergi setelah terbangun, mengabaikan musuhnya yang terkapar di pepohonan.
Setelah keadaan hening, Feng Yuan perlahan berdiri dan melihat ke sekeliling.
Dia tertegun, tidak percaya dengan apa yang ia lihat saat ini. Kerusakan parah dengan cakupan area yang cukup luas.
“Apakah aku yang melakukannya?”
Feng Yuan tersenyum miring, sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal melihat di depannya terpampang pemandangan hutan yang porak-poranda seperti baru saja diterjang Badai yang amat dahsyat.
Feng Yuan menghela nafas, tidak ia sangka dampaknya akan seluas ini.
Namun perhatiannya teralih pada suara rintihan yang terdengar, dan dia pergi ke sumber suara yang merupakan Gagak Petir untuk memeriksanya.
Pikirnya jika Binatang Roh itu mati, dia akan mengambil Inti Monster yang ada pada Gagak Petir tersebut untuk meningkatkan Kultivasi nya.
Namun saat melihat kondisi Gagak Petir itu, dia mengerutkan keningnya. Terlihat jika Gagak Petir yang dalam kondisi sekarat tengah melindungi telurnya dengan susah payah.
Gagak Petir memandang Feng Yuan dengan tatapan waspada, meski dia dalam keadaan terluka parah.
__ADS_1
“Apa? Aku tidak akan mengganggu telurmu, lagipula aku tidak sudah Telur Ayam.”
Feng Yuan menaikkan satu alisnya, dia berjalan mendekati Gagak Petir tanpa rasa takut.
“Jadi ini alasanmu tidak bisa melawan Singa Api Bersayap? Sungguh induk yang baik hati, rela menderita hanya untuk sebuah telur...”
Kata-kata Feng Yuan terhenti saat dia melihat jika ada yang aneh dengan Gagak Petir yang ada di depannya ini, karena berbeda dengan Gagak Petir yang ia tahu.
“Tunggu, dia bukan Gagak Petir!”
Feng Yuan terkejut sendiri karena salah menebak Binatang Roh tersebut.
Tampilan Gagak Petir memandang mirip seperti Gagak, kecuali ukuran dan warna bulunya yang berwarna Biru Dongker, terlebih kepala dan paruhnya yang jelas berbeda.
Selain itu, Gagak Petir terbungkus oleh percikan-percikan petir, sehingga membuatnya sangat indah ketiak dilihat saat terbang dan menjadi pembeda antara Binatang Roh Gagak biasa.
Tetapi yang di depan Feng Yuan berbeda, ada sebuah perbedaan yang tidak terlihat ketika melihatnya dari jauh, yaitu sepasang tanduk emas kecil di kepalanya yang kokoh seperti mahkota.
Warnanya juga benar-benar hitam pekat, dengan mata merah darah.
“Tanduk Emas, Kaki Naga, dan Paruh Gagak! Tidak ada jenis lain yang aku ketahui selain itu,”
“Jangan bilang, Phoenix Petir Hitam!”
Feng Yuan berteriak sambil menunjuk, bukan hanya terkejut tetapi dia sangat terkejut dengan apa yang ada di depannya saat ini.
.......
.......
...To Be Continued>>...
... ....
.......
..._____...
Kalau ada kesalahan kata atau typo bisa komen supaya Author bisa memperbaikinya sesegera mungkin>Thx
[Ngomong-ngomong ini novel Alur Slow dengan MC yang memiliki Keberuntungan Langit! Jadi . . . . ah, terserah!]
^^^Amon^^^
^^^—————^^^
__ADS_1
^^^@Irrasya^^^