Reborn Genius Cultivator

Reborn Genius Cultivator
Eps 002 - Keluarga


__ADS_3

“Aku tidak tahu itu, mungkin aku membutuhkan waktu untuk mengingatnya.”


Ling Yuan mencoba beralasan, Feng Ai menarik kembali tangannya kemudian tersenyum lembut.


"Baiklah, asal dirimu sudah sadar itu sudah sangat baik. Kalau begitu kakak akan pergi memberitahu ayah terlebih dahulu, dan menyiapkan makanan untukmu.."


"Ingat, jangan pergi kemana-mana sebelum ayah kembali!"


Ling Yuan hanya mengangguk, dan Feng Ai meninggalkannya untuk memberitahukan kondisinya pada ayah mereka.


Setelah kepergiannya, Ling Yuan menghela nafas panjang karena menahan keterkejutannya untuk waktu yang lama. Dia benar-benar tak menyangka akan terlempar jauh ke Dunia paling dasar di Semesta Daratan Kuno.


“Kurasa Dewa memang sedang mengajakku bercanda. Daratan Wumeng sialan, aku harus menembus Tingkatan Dunia untuk ke Daratan Yunmeng!” Ucap Ling Yuan dengan tersenyum pahit.


Hatinya merasa ingin menangis saat ini, tetapi di saat bersamaan juga merasa senang dan bersyukur karena bisa hidup kembali.


Meski dia menempati tubuh seorang anak berusia sepuluh tahun bernama Feng Yuan ini. Jadi mau tidak mau, identitasnya sekarang adalah Feng Yuan.


Seberapa dia ingin menyesal pun tidak akan berguna, mengeluh pun tidak berguna. Memang pada kenyataannya, tidak pernah ada seorangpun yang mampu berhasil terbang menembus batas Tingkatan Dunia untuk ke dunia yang lebih tinggi.


Apalagi seseorang yang tinggal di Daratan terendah Semesta Daratan Kuno, atau tempat Feng Yuan berada saat ini yang tidak lain adalah Daratan Wumeng.


Jika orang-orang Alam Daratan Yunmeng berkompetisi untuk menjadi yang terkuat agar bisa menembus naik ke Alam Daratan Hunmeng, orang-orang di Alam Daratan Wumeng ini berkompetisi untuk kekuasaan dan kehormatan diri.


Oleh karena itulah orang-orang di sini miskin pengetahuan tentang Alam Daratan dia atas mereka. Mereka terlalu sibuk memikirkan kepentingan diri sendiri dan kehormatan untuk menguasai wilayah.


Memikirkan hal ini saja, membuat Feng Yuan menghela nafas panjang dan tersenyum pahit. Dia tahu Daratan Wumeng ini hanyalah lapisan paling dasar dari keseluruhan Semesta Daratan Kuno.


Dan meskipun dia pernah ke tempat ini, namun itu hanya sebentar sehingga Feng Yuan telah melupakan kapan dirinya pernah ke sini. Tetapi yang jelas, Dunia ini masih memiliki banyak misteri yang belum terungkap meski hanya Alam Daratan Terdasar.


Bahkan meski Feng Yuan sudah membaca cukup banyak pengetahuan tentang Alam Daratan lain, seperti Daratan Wumeng ini, itu tidak membuatnya mengetahui seluruh seluk beluk Dunia ini.


“Ah, kalau tidak salah aku memiliki beberapa murid di sini..” gumam Feng Yuan dengan pelan.


“Tapi aku masih belum bisa memastikannya karena ini adalah masa depan dari masa itu, atau masa lalu..?” sambungnya dengan satu tangan menopang dagu.


“Mau yang manapun, aku berterima kasih pada Dewa yang memberiku kesempatan untuk memulai lagi!”


Saat dia tengah berpikir, tiba-tiba terdengar langkah kaki seseorang yang terdengar berlari tergesa-gesa.


"Feng Yuan! Apa kamu sudah sadar, anakku?!"

__ADS_1


Seorang pria paruh baya tiba-tiba datang mendobrak pintu, dan langsung berlari memeluk Feng Yuan. Membuatnya terkejut, namun tidak melakukan apapun.


Pria itu adalah Feng Shui, ayah kandung Feng Ai dan Feng Yuan sekaligus kepala keluarga di rumah ini.


Diperlakukan seperti itu membuat Feng Yuan bingung dan merasa canggung, namun dia melihat Feng Shui menitikkan air mata membuat hatinya kembali hangat seperti sebelumnya.


'Apakah ini Ayah Feng Yuan? Heh, kurasa aku memang harus memulai kembali. Benar-benar memulai dari yang Terdasar!'


Feng Yuan mencibir dirinya sendiri, itu karena dia benar-benar berada dalam Dunia Tersadar saat ini. Dia tidak tahu bagaimana menertawakan diri sendiri saat ini, semua terasa seperti sangat bodoh untuknya.


Tetapi Feng Yuan juga menyadari, jika mulai saat ini dan di tempat ini. Dirinya akan terbang tinggi untuk menembus batasan yang lebih tinggi lagi.


Memperbaiki kegagalan dan membuat orang yang mengkhianatinya merasakan kesengsaraan abadi.


“Ayah, hentikan! Aku tidak apa-apa, sungguh! Aku bahkan tidak terluka, lihatlah!”


Feng Yuan merasa canggung saat ini, karena itu dia menyuruh Feng Shui untuk melepaskan pelukannya. Padahal itu masih wajar untuk seorang anak sepuluh tahun untuk mendapatkan pelukan.


Tapi itu bukan hal biasa bagi dirinya sekarang yang menempati Tubuh Feng Yuan. Sementara Feng Shui menjadi tertawa lebar, dan melepaskan pelukannya.


“Haha, sejak kapan kamu jadi pemalu seperti ini? Ku pikir kamu sudah mati dan pergi ke dunia yang lebih baik. Ternyata kamu masih di sini..”


Di saat berbicara, Feng Shui menepuk punggung Feng Yuan beberapa kali. Membuatnya hampir terjungkal dari tempat tidur.


"Haha, tapi aku senang kamu masih di sini, anak nakal..!"


Feng Shui berhenti menepuk punggung Feng Yuan, tetapi masih tertawa dengan lepas.


'Kurasa kau benar, aku memang sudah mati dan berpindah dunia.'


Batin Feng Yuan dengan sedikit kesal, namun melihat tawa Feng Shui kepadanya membuatnya memahami jika ayahnya ini tengah memalsukan kecemasannya dengan sebuah tawa.


Membuat pandangan Feng Yuan kepadanya menjadi berubah, dan merasa jika Feng Shui ini adalah seorang ayah yang baik.


Jika sebagian orang tua akan menangisi anaknya, orang tua ini justru tertawa seorang tidak mengharapkan anaknya untuk hidup kembali.


Hal itu dapat dipahami oleh Feng Yuan, jika Feng Shui adalah seorang ayah baik yang menyembunyikan ketakutannya. Dia lebih merelakan anaknya mati agar terbebas dari kesengsaraan hidup atas bakatnya yang buruk di dunia yang penuh ketidakadilan ini.


Feng Yuan diam-diam tersenyum ketika memandang Feng Shui yang masih tertawa lepas itu.


Tak lama kemudian, Feng Ai datang membawakan beberapa makanan. Wajahnya terlihat cantik dan berseri, meski ada tanda kutukan yang tidak dapat menutupi kecantikannya.

__ADS_1


"Bagaimana kamu bisa begitu ceroboh? Apa yang membuatmu berpikir bisa menang melawan anak-anak nakal itu?"


Feng Ai kembali mengomeli Feng Yuan, sambil menyiapkan makanan dan Feng Shui tertawa keras.


"Sudahlah Ai’er adikmu baru saja bangun. Biarkan dia makan dulu, atau dia bisa kembali pingsan lebih lama, haha!”


"Ayah memang benar-benar menganggap sepele apa yang dilakukannya, tidak heran dia berani menantang anak Tuan Mu. Lihat, dia bahkan hampir mati bukan?"


Feng Ai melirik dengan memasang wajah kesal, sebelum dia duduk dan menuangkan minuman. Feng Yuan di sisi lain merasa hangat dengan situasi ini.


Hal itu membuatnya beberapa kali menahan senyum kecil sembarangan menyuapi mulutnya dengan makanan yang diberikan Feng Ai, dan melihat ke arah dua orang yang tengah berdebat itu.


'Jadi ini yang namanya Keluarga, bahkan aku belum sempat membuat sebuah keluarga dengan Jie’er. Sepertinya di dunia bawah, dipenuhi dengan orang-orang yang memiliki perasaan, mungkin..?'


Feng Yuan masih menikmati roti daging di setiap gigitan, kedua matanya tak henti-henti melihat kedua orang itu dengan ekspresi cerah.


Sementara hati dan pikirannya masih tertahan pada perasaan yang dia sendiri belum bisa memastikannya.


Setelah perdebatan tidak jelas itu, keduanya kembali tenang dan langsung melihat ke arah Feng Yuan secara bersamaan. Mereka baru menyadari ada perbedaan pada Feng Yuan.


'Sejak kapan anak ini bisa menjadi sopan dan terhormat? Biasanya dia yang lebih heboh, dan juga kapan dia belajar menggunakan sumpit?'


Feng Shui menaikkan sebelah alisnya, karena dia mengetahui benar kepribadian anaknya itu.


Feng Yuan adalah seorang anak yang cerewet, ekspresif dan pemimpi nomor satu. Tetapi setelah Ling Yuan Sang Jenius Tiada Tara Daratan Yunmeng mengambil tubuhnya, meski kenyataannya Feng Yuan memang sudah mati.


Dia menjadi terlihat lebih dewasa dan berwibawa, serta memiliki Kesadaran Jiwa yang belum mencapai titik kesadaran sepenuhnya.


"Hahaha, sekarang anakku menjadi lebih dewasa dan berwibawa. Tidak ada salahnya, kan!"


Feng Shui tertawa lepas, sebelum kemudian ia melirik dengan kilatan cahaya kuat terpancar dari matanya.


"Biarpun bukan yang sebenarnya," gumam pelan Feng Shui, meski Feng Yuan masih bisa mendengarnya.


Mendengar perkataan Feng Shui, jantung Feng Yuan berdetak dengan kencang. Dia terkejut sampai menghentikan aktivitasnya.


'Mungkinkah ayah ini tahu..? Tidak, siapa di Dunia ini yang dapat merasakan perbedaan jiwa? Ya begitu, tetapi..'


.......


...To Be Continued>>...

__ADS_1


.......


__ADS_2