Reinkarnasi Istri Kontrak Presdir Kejam

Reinkarnasi Istri Kontrak Presdir Kejam
Kesedihan


__ADS_3

Kelewat senang Areum bersenandung sendiri di kamar yang di khususkan untuknya. Ia melupakan permintaan maaf Edward yang bersungguh-sungguh. Kini ia bebas dari mertua dan adik iparnya.


Kelehan beberapa menit berdisko dan bernyanyi. Dia membaringkan tubuhnya dengan kasar di atas ranjang king size yang empuk itu.


Hah


"Aku harus merayakannya. Aku sudah berhasil keluar. Tinggal melihat bagaimana Alika dan Mommy Amber menangis. Maafkan aku mertua dan adik ipar ku. Kalau aku mengatakannya tanpa membawa bukti kalian tidak akan percaya. Justru kaliam akan menuduh ku. Jadi aku membiarkan kalian tau sendiri."


Areum menutup kedua mata indahnya dan tersenyum, perlahan mata itu rapat dan nafasnya mulai teratur.


Sedangkan di tempat lain.


Mommy Amber memarahi Edward habis-habisan. Dia tidak terima Edward membiarkan Areum bersama dengana nenek Mely.


"Apa-apaan kau Edward? Bagaimana kau membiarkannya? Areum wanita yang berbahaya dan licik. Bagaimana bisa kau percaya pada wanita sial itu."


"Iya Kak, kau bagaimana sih? Kakak harus membawanya pulang. Tidak, Kakak harus membawanya pergi dari rumah ini dan nenek. Kalau perlu biarkan saja dia di pulau menjalani hidupnya sendiri."

__ADS_1


Kepala Edward seakan mengepul mendengarkan ocehan kedua wanita itu. "Sudah hentikan, aku tidak ingin mendengarkan apapun. Mommy dan kau, Alika." Edward beralih pada adiknya. "Tolong berhentilah, ini salah kalian yang mengusik Areum sehingga Areum pergi."


Seketika Mommy Amber dan Alika terkejut. Bukan hanya memarahinya, tapi juga sekaligus menyalahkannya. Tentu saja mereka tidak terima.


"Edward, kau menyalahi Mommy." Hati Mommy Amber mendadak nyilu. Inikah anak yang di besarkannya. Dia menjauhinya karena seorang wanita. Kedua mata Mommy Amber berkaca-kaca.


Edward memejamkan kedua matanya seakan ingin meredakan kemarahannya. "Maaf Mom, bukan maksud ku ..."


"Kau bukan Edward yang aku kenal. Kau berubah hanya karena seorang wanita." Mommy Amber berkata dengan nada dingin. Dia langsung pergi dengan luka yang masih menganga.


"Kakak jahat!!" Alika tak suka jika kakak yang ia cintai harus memarahi Mommynya seperti ini.


"Semoga Mommy mengerti, aku tidak ingin berpisah dengan Areum." Edward beranjak, ia harus kerumah neneknya. Jangan sampai Areum berpikir ia melepasnya.


"Areum."


Edward melihat arloji di tangannya, waktu telah menunjuk jam 06:30. Ia tak sadar kalau Mommy dan Alika memarahinya sangat lama.

__ADS_1


Sedangkan di tempat lain.


Seorang wanita tengah mengurung diri, air matanya mengalir deras memgikuti hatinya yang berteriak kesakitan. Seandainya bisa di lihat, hatinya tengah menangis darah.


"Edward, aku tidak bisa melupakan mu." Semakin ia memaksa hatinya untuk melupakan Edward. Semakin hatinya sakit.


Tok


Tok


Tok


Sebuah ketukan pintu dari arah pintu. Seorang pria tengah membawa sebuah nampan yang berisi makan malam. Semenjak datang kekediaman Edward, putrinya menangis dan mengurung diri. Bahkan makan siangnya diaewatkan begitu saja.


"Sayang bukalah pintunya, kau belum makan." Seorang pria yang di sapa dengan nama Anton itu merasa sedih. Sebagai seorang ayah ia sakit hati melihat putrinya seperti ini. "Katakan pada Ayah sehingga Ayah tau kesakitan mu saat ini."


Prank

__ADS_1


Tuan Anton semakin khawatir sebuah benda jatuh berasal dari arah kamar putrinya. Dia memaruh nampan itu ke atas nakas di sampingnya dan segera mendobrak pintu ruangannya.


__ADS_2