
Areum menoleh, ia tidak bisa memejamkan kedua matanya sedikit pun. Selalu saja teringat masa lalunya.
"Edward?" Areum memanggil Edward yang merasa gelisah dengan tidurnya.
"Tidak, jangan pergi Areum." Keringat dingin membasahi wajahnya, keningnya berkerut dan air matanya mengalir.
"Tidak, jangan Areum!" Seketika kedua matanya terbuka lebar. Dadanya naik turun karena ketakutan. Dalam mimpi itu terasa nyata bukan hanya mimpi, ia sudah pernah mengalaminya.
Dia menoleh dan melihat seorang wanita yang berdiri di sampingnya. "Areum."
"Kau mimpi buruk?" tanya Areum. Sepanjang malam dia berjaga. Ia tidak ingin tidur dan mengingat masa lalunya.
"Maafkan aku Areum di masa lalu aku membuat mu menderita."
"Aku membiarkan penderitaan itu."
Areum merasa aneh, dia mengurai pelukannya dan menatap lekat kedua mata Edward. "Apa yang kamu lihat? Kamu tidak melihat ku meninggal kan?"
Kedua mata Edward memerah, suasana temaram itu begitu sunyi. Ruangan itu hanya menyisakan keduanya, mommy Amber dan Alika sudah pergi mereka tidak menginap malam ini termasuk nenek Mely.
__ADS_1
"Maafkan aku Areum, aku melihat mu meninggal."
"Kau hidup kembali?" Areum menebak dan Edward mengangguk.
"Kau mungkin tidak percaya. Aku ingin memperbaikinya."
Areum memundurkan langkahnya, apakah benar Edward kembali dari masa lalu.
"Aku pernah mati saat aku pulang dari rumah sakit. Aku melihat mu terbujur kaku. Aku tidak akan membiarkan kehidupan masa lalu menimpa mu lagi. Aku ingin menjaga mu Areum."
"Menjaga? Kau sudah membuat Areum mati." Areum tak menyangka kalau Edward ternyata kembali ke masa lalu. "Kau yang membuatnya mati saat Helena datang."
"Aku tau karena aku hidup kembali setelah kematian ku."
Deg
Dada Edward begitu sesak, air matanya semakin mengalir. Jadi Areum kembali ke masa lalu sama seperti dirinya.
"Kau yang sudah membuat Areum mati." Dada Areum terasa panas. "Dan kau tau siapa yang menusuk ku? Ayah Helena. Mertua mu, makanya aku menyerahkan mu pada Helena. Aku tidak ingin bebas. Helena meminta mu pada ku dan aku sudah memberikannya."
__ADS_1
Edward menggeleng, di masa lalu ia begitu bodoh tidak menyadari perasaannya sehingga kehilangan Areum.
"Andai kau tidak kecelakaan kau akan tetap menikah dengan Helena."
"Tidak Areum, aku berjanji dulu aku tidak akan menikah dengan Helena setelah melihat mu mati. Sangat menyakitkan Areum." Edward ingin meraih kedua tangan Areum, namun Areum menghindar. Hatinya sangat sakit. "Masa lalu mungkin tidak bisa di perbaiki Edward."
"Aku mohon ... Aku ingin memperbaikinya." Edward memohon dengan tatapan memelas.
Areum pun pergi meninggalkan Edward yang meneriaki namanya. Ia masih belum bisa memaafkannya di masa lalu.
Edward membuka selang yang menancap di tangannya itu. Dia turun dari brankarnya dengan hati-hati. Kedua kakinya masih gemetar dan jalan tertatih-tatih mengejar Areum.
Sedangkan Areum berhenti bersandar di salah satu beton. Dia mengusap air matanya.
"Areum."
Areum mendekik tajam. "Pergilah, aku ingin bebas dari pernikahan ini."
Edward mengusap pipi Areum. "Baik, kau ingin bebas. Akan aku bebaskan, tapi jangan pernah ada perceraian di antara kita. Aku tidak akan menceraikan mu apapun yang terjadi. Cukup kebodohan ku di masa lalu. Aku akan menuruti semua permintaan mu. Kau ingin pergi menjauh, baik akan ku turuti. Pergilah, bebaskan hati mu. Tetapi aku mohon, kembalilah suatu saat nanti."
__ADS_1