Reinkarnasi Istri Kontrak Presdir Kejam

Reinkarnasi Istri Kontrak Presdir Kejam
Kecuali Alika


__ADS_3

Nenek Mely begitu senang dengan kabar baik yang baru di terimanya. Dia mengelus perut Areum dan berharap Areum melahirkan dengan selamat begitupun cicitnya itu. "Areum, kamu ingin apa? nenek akan buatkan atau belikan."


"Areum ingin istirhata saja nek."


"Ya sudah, kalau ada sesuatu katakan pada nenek."


Edward pun membawa Areum ke kamar lantai atas. "Sayang bagaimana kalau sementara waktu kamar kita pindah ke lantai bawah saja," ujar Edward. Ia tidak ingin Areum kesusahan naik turun.


"Iya ..." Areum menjawab dengan nada lemah. Tiba-tiba ia merasa pusing dan mual lagi. Bergegas ia ke kamar mandi dan memuntahkan cairan yang berada di perutnya.


"Sayang," Edward tak tega melihat istrinya sangat lemas. Edward menggendeng Areum ala koala. Areum menyandarkan kepalanya ke bahu Edward dan Edward menurunkan Areum dengan lembut ke atas ranjangnya.


Edward menyelimuti tubuh Areum sampai ke dadanya lalu mengecup keningnya.


"Sayang bagaimana dengan keadaan Helena?"


Edward tersentuh, Areum masih bisa memikirkan orang lain di saat dirinya lemah. "Aku akan memberi tau mu nanti saja."


"Sayang jangan terlalu memikirkannya biarkan Jo yang mengurusnya, hem ..."

__ADS_1


Edward mengusap surai hitam milik Areum. "Kau ingin apa? Katakan pada ku." Dokter mengatakan kebanyakan ibu hamil pasti menginginkan sesuatu.


"Aku ingin salad buah."


"Oke aku buatkan dulu sayang." Edward ke dapur dan mencari beberapa salad di Yuotube.


Sedangkan di tempat lain.


Alika tengah memandang wajah putranya baby Al. Dia menatap putranya itu, hatinya tersentuh dengan Kevin yang begitu perhatian pada Putranya. Air matanya keluar, dalam siaran televisi tadi ia melihat Kevin bersama dengan seorang wanita dan mengatakan kalau wanita itu pacarnya. Keduanya akan mengadakan segera pertunangan.


"Aku memang tidak pantas berharap banyak padanya. Mungkin ini hukuman karena di masa lalu aku sangat menyakiti kakak ipar." Alika tersenyum dan menghapus air matanya.


Di pagi hari yang cerah, kedatangan Kevin dan wanita cantik menggemparkan kediaman Areum dan Edward. Mereka tidak tau kalau Kevin dan pacarnya akan berkunjung.


"Maafkan aku kakak Edward. Aku kesini untuk memberikan kejutan. Perkenalkan, ini pacar ku Vallen."


Wanita itu tersenyum, dia mengulurkan tangannya pada Areum dan Areum pun menerima uluran tangannya. "Rasa sangat senang bertemu dengan idola." Wanita bernama Vallen itu hanyalah seorang karyawan biasa. Dia bertemu dengan Kevin saat makan malam bersama di hotel.


"Ini nenek ku," Areum memperkenalkan nenek Mely pada Vallen.

__ADS_1


"Vallen Nek."


"Wah Kevin ternyata cepat juga." Nenek Mely menggoda Kevin. Ia akui Vallen sangat cantik.


"Siapa dulu Kevin loh."


Semua orang pun tergelak, Kevin selalu ada tingkah konyolnya.


Areum tersenyum tipis, ternyata Kevin sudah lepas dari bayangannya. "O iya silahkan duduk."


Mereka pun berbincang hangat hingga dua wanita datang. Tubuh Alika mematung, sejenak dia membeku melihat Kevin dan tatapannya beralih pada wanita di sebelah Kevin. Hatinya langsung panas, dia kembali menatap Baby Al.


"Alika duduklah, Kevin baru saja datang," ujar Areum. Ia tidak menyadari ekspresi Alika yang saat ini rasanya ingin menangis.


"Alika," sapa Kevin. Dia pun mengambil baby Al dan baby Al tertawa melihat Kevin yang sedang menggelitiki perutnya dengan kepalanya.


"Sayang coba lihat, lucu sekali kan?" Kevin menghampiri Vallen dan Vallen menyubit gemas pipi gembul baby Al.


"Iya dia lucu sekali sayang, gemasnya. Anak kita seperti ini kali ya?"

__ADS_1


"Wah Kev, kau belum nikah saja mau nyondol saja." Edward menimpali. Nenek Mely, Mommy Amber dan yang lainnya pun tertawa kecuali Alika.


__ADS_2