
Mommy Amber mengalah, ingin sekali ia menggertak dan berteriak pada Areum. Seorang istri yang tidak ada sedihnya sedikit pun. Saat pertama kalinya ia datang dan berteriak pada Areum, tidak ada raut wajah kesedihan.
"Kau ingin sesuatu?"
Edward menggeleng lemah. Saat ini ia tidak butuh istirhat setelah tersadar hanya ada ingatan Areum yang meninggal. "Mommy tidur saja."
"Baiklah, kalau ada sesuatu. Panggil Mommy."
Edward tak menjawab, kedua matanya menatap wanita yang sedang tertidur pulas. Tangannya bergerak ingin mengelus surai hitam itu. "Kau pasti lelah."
"Maafkan aku Areum."
Edward tersenyum, di kehidupan kali ini ia harus membuat Areum bahagia. Jangan sampai kejadian itu terjadi lagi. Ia siap kehilangan nyawa demi Areum. Penyesalan memang ada di belakangnya.
Tak terasa Edward berjaga semalaman, tidak ada bosannya tangannya bergerak mengelus rambut halus dan wangi milik istirnya.
"Eummm..."
"Kau sudah bangun." Seketika mata Areum terbuka. Kesadarannya langsung pulih sekalian.
"Kau sudah sadar, aku akan panggil Dokter."
__ADS_1
"Buat apa?" Sarkas mommy Amber. "Tidak ada gunanya, Edward semalaman berjaga dan kau malah asik dengan dunia mimpi mu."
"Mom!" Edward memperingati.
"Jadi kau sadar tadi malam, jadi ...." Areum memang sempat sadar, tapi elusan di kepalanya membuatnya kembali terlelap dan tidak mengingat kalau sedang menjaga Edward.
"Dasar istri tak tau di untung." Gumam mommy Amber. Dia sengaja menghubungi Alika untuk membawa Helena menjenguk Edward.
"Edward Helena sakit?"
Edward tak menanggapi, justru dia sedang fokus dengan wajah Areum yang terlihat menggemaskan itu. "Kau lapar?"
Mommy Amber merasa geram, Edward lagi-lagi mengabaikannya.
"Kau mengkhawtirkan ku sampai lupa dengan dirimu?"
Areum mengangguk, entahlah ia bingung dengan perasaannya sampai ia lupa kalau ia sendiri belum mandi dan berganti baju.
"Mommy boleh mintak tolong."
"Kau menyuruh Mommy?" pekik mommy Amber. Dia tidak percaya menantu sialannya itu mengerjainya. Ia tau kalau menantu sialannya itu karena ia lemah di hadapan Edward.
__ADS_1
"Ya sudah biar aku saja." Areum hendak pergi, namun tangannya di cekal oleh Edward.
"Sayang, tunggulah di sini. Aku ingin kamu yang menjaga ku."
Apa ini? Sayang? Gila batin Areum.
"Mom plis, aku juga lapar." Edward memohon. Ia ingin mengobrol berdua dengan Areum.
Akhirnya mommy Amber menyerah, dengan hati kesal dia keluar dari ruangan Edward.
"Bagaimana keadaan mu?" tanya Edward.
"Aku baik-baik saja. Kenapa kau melakukannya? Kau tidak perlu membahayakan nyawa mu demi diri ku."
"Apa aku salah?"
"Apa aku salah ingin melindungi istri ku sendiri?" tanya Edward kedua kalinya.
Areum tidak ingin Edward mengeluarkan tenaganya atau apapun padanya. "Kau tidak perlu melakukannya. Aku tidak membutuhkannya. Hiduplah dengan bahagia tanpa merusak dirimu sendiri."
"Aku akan bahagia jika merusak diriku sendiri demi dirimu."
__ADS_1
Areum tak bisa membuka suaranya lagi. "Aku tidak mengerti kanapa kau melakukannya."
"Karena aku tidak ingin kau tiada, biarkan aku saja yang tiada." Edward menatap dalam kedua netra Areum. Ia ingin bersama dengan Areum walaupun wanita di depannya tidak menerimanya, ia akan memaksa masuk ke dalam hatinya yang sudah tertutup itu. "Aku mencintai mu Areum. Kau tidak perlu menerima ku dan menjawab ku. Kau cukup diam dan menutup mata mu."