Reinkarnasi Istri Kontrak Presdir Kejam

Reinkarnasi Istri Kontrak Presdir Kejam
Tolakan Halus


__ADS_3

Areum merenggang otot-otot lengannya, rasannya tidurnya nyenyak sekali. Baru pertama kalinya ia tidur setenang ini.


"Sudah bangun." Sapa seseorang dengan senyum lembut seperti cahaya matahari yang bersinar terang.


Areum membulatkan kedua matanya, ia sejenak terpaku menatap Edward. "Kau di sini?"


Edward menaruh nampan yang berisi roti yang di isi selai dan segelas susu. "Ini sarapan mu. Apa mau aku suapi?" tawar Edward.


Areum menggeleng, ia menghela nafas. "Aku tidak berniat sarapan." Areum langsung turun dan hendak ke kamar mandi.


"Tunggu dulu, aku belum menyiapkan air hangat," ujar Edward sambil berlari menuju ke arah kamar mandi mendahului Areum.


Areum terus melangkah, ia menyandarkan tubuhnya ke beton pintu melihat Edward yang mengisi bathub. "Kenapa melakukannya?"


"Karena ingin." Edward tersenyum, ia mencelupkan tangannya ke dalam bathun merasakan air hangat itu. "Sudah."


"Apa perlu aku mandikan?" tanya Edward. Kalau mau memandikan pun ia sangat mau tidak perlu di minta.


"Semenjak kapan kau menjadi mesum?" tanya Areum. Dia mencibir Edward dan mendekik tajam. "O iya, bagaimana kabar mu dengan Helena?"

__ADS_1


"Dia, aku tidak tau." Edward berbicara jujur. Karena dia memang tidak mau tau dan tidak ingin tau sama sekali tentang Helena.


Edward melangkah, dia langsung memeluk Areum dari belakang kemudian menyandarkan dagunya di bahu Areum, rasanya sangat nyaman, aroma manis dari tubuh Areum menenangkan pikirannya.


"Aku hanya mencintai mu Areum, apa yang bisa aku buktikan demi meyakinkan cinta ku?"


Areum terdiam, entahlah ia tak bisa menjawab apa pun. "Edward aku mau mandi, tolong lepaskan." Areum merasa risih.


Edward melepaskan pelukannya. Dia memutar tubuh Areum menghadap ke arahnya. "Areum aku tau kau masih membatasi diriku. Tolong tetaplah berada di dekat ku, jangan pernah menjauh. Aku tidak ingin jaub dari dirimu lagi Areum."


"Kesalahan ku banyak, aku ingin memperbaikinya dan tidak akan pernah mengulanginya lagi. Kalau aku mengulanginya lagi kau boleh meninggalkan aku."


Edward bergegas keluar, bersama Areum sudah cukup baginya walaupun tidak bersamanya. Ia pun menghubungi Alika dan ibunya kalau Areum telah sampai. Dari seberang sana terdengar mommy Amber begitu senang dan hari ini akan ke rumah nenek Mely, mertuanya itu sekalian mengajak Alika.


Edward memutuskan panggilannya. Hari ini Areum akan ke perusahaannya untuk membahas pekerjaannya yang menjadi iklan produk minumannya. Ia akan memberikan gaji tinggi untuk istrinya itu.


"Sayang, kau sudah selesai." Edward menunggu Areum sampai Areum selesai mandi dan telah menyiapkan pakaiannya.


"Aku tidak tau cocok apa tidak dengan pilihan mu hari ini. Aku memilih dress warna navy."

__ADS_1


Areum melotot, ia sangat malu dengan perbuatan Edward. Disana terlihat pembungkus miliknya dan pakaian segitiga itu. "Edward, kau yang menyiapkannya?"


"Iya, aku tidak tau cocok untuk hari ini."


"Kau sungguh tidak tau malu ...." Edward langsung melangkah dan menarik dagu Areum mengecupnya dengan singkat. "Aku memang tidak tau malu jika sudah menyangkut istri ku."


"Edward! kau!"


Edward langsung kabur sebelum Areum mengomelinya. Di dalam kamar ia tersenyum senang dan menari-nari karena Areum sudah kembali.


Sedangkan Areum malah kesal karen Edward mencuri ciuman keduanya. Dia pria yang berbahaya. Dia pun bergegas memakai menuju meja rias dan menyalakan hair dryer.


"Areum sayang." Panggil Edward dengan penuh cinta. Dia mengambil alih hair dryer dari tangan Areum.


"Kau tidak menggunakan baju?" tanya Areum melihat Edward memperlihatkan dada dan otot perutnya. Matanya yang suci jadi ternodai.


"Istri melihat tubuh suami tidak masalah kan sayang. O iya hari ini mau berangkat bareng?"


"Tidak!" tolak Areum dengan tegas. "Aku tidak mau semua orang tau kalau aku memiliki hubungan dengan mu."

__ADS_1


__ADS_2