Reinkarnasi Seorang Mayor Jendral

Reinkarnasi Seorang Mayor Jendral
Hari pertama masuk sekolah revisi


__ADS_3

Besoknya steffan sudah pergi ke sekolah, awalnya ibu nisa melarang karena baru kemarin steffan sakit dan kritis tetapi steffan terus bersikeras untuk sekolah, akhirnya dengan berat hati bu nisa mengizinkan anaknya kesekolah.


Baru saja sampai di gerbang steffan sudah di bicarakan oleh anak anak yang melihatnya. Ejekan dan tawaan yang di dengar oleh steffan sepanjang perjalanannya ke kelas.


Steffan sedikit pun tidak menggubris mereka yang menghinanya, dia terus berjalan dengan memasang muka yang datar dan dingin tentunya, berjalan lurus tampa memerdulikan sekitarnya.


Semua orang yang ada di sekolahnya itu menertawakan dirinya. Kepala sekolah nya saja terkadang juga ikut menghinanya bahkan sering mempersulit steffan selama sekolah, guru guru juga demikian, bahkan satpam di sekolahannya pun juga sering menghina dan mengganggu steffan.


Di sekolah ini steffan yang lama seperti mainan di sekolahnya. Tidak ada satupun yang peduli terhadapnya.


“ heh hanya sampah negara.” Ucapnya saat duduk di kursi nya.

__ADS_1


“ pantas saja anak ini ingin mengakhiri hidupnya.” Ucapnya lagi.


“ hei budak, kenapa kau masih hidup, bukankah kemarin kau sudah bunuh diri.” Ucap Dayat, teman satu kelasnya yang paling sering membuly steffan yang dia adalah anak seorang pengusaha yang cukup di segani di kota C ini. Jadi bisa dibilang dia juga anaknya populer di sekolahnya. Banyak sekali wanita yang mengagumi dayat ini, tidak hanya parasnya yang tampan tetapi juga karna status keluarganya yang cukup di segani di sekolahnya. Di tambah dia adalah anak yang paling pintar di sekolah SMA 1 kota c atau bisa dibilang SMANSA.


Adik kelas juga sangat mengaguminya, bahkan guru guru juga menyegani anak dari pengusaha tersebut. meskipun Dayat salah, tetapi dia tak pernah dihukum, dan bahkan guru dan termasuk kepala sekolah menutup mata dan telinga mereka.


“ Sepertinya budak seperti dia memang ditakdirkan menjadi mainan di sekolah ini hahahha.” Ucap Boy, dia juga termasuk orang yang cukup kaya namun masih kaya keluarga Dayat.


“ beraninya kau menghina sekolah yang sudah di bantu oleh keluargaku, apakah kau cari mati, sebegitu ingin matinya kau ha hahaha, tidak bisa bunuh diri, kini kau mencari mati. Kau lihat aku akan membuat kau mati tetapi itu tidak akan mudah bagimu hahahaha.” Ucap Dayat yang tertawa seperti orang kesetanan.


Keluarga Dayat emang sering menjadi donatur untuk sekolah ini karena itu juga sebab kepala sekolah dan para guru menutup mata dan telinga mereka jika Dayat membuat onar di sekolah.

__ADS_1


Seketika tawa Dayat memudar, dia seperti orang yang berbicara dengan patung, tidak ada jawaban dan sedikitpun di perhatikan.


Orang yang di ajak bicara ternyata tidak memedulikan ucapannya bahkan melirik saja tidak.


“ hei budak! Berani sekali kau mengacuhkanku?. Kau fikir aku main main hah!.” Dayat mulai ingin meninju wajah steffan namun siapa sangka, steffan lebih dulu menangkap tangannya dan menjatuhkan kepalan tangan tersebut ke meja kayu dengan kencang. Yang alhasil membuat tangan Dayat berdarah dan bengkak.


“ aghhhh kaparat, berani sekali kau agh.” Pekik Dayat yang membuat semua murid masuk dan mengerumbungi kelas 11B.


“ apa yang terjadi?” Batin seorang murid perempuan yang mengikuti wali kelas 11B.


“ apa yang terjadi ini.” Ucap pak yetno wali kelas 11B saat berada di pintu kelas.

__ADS_1


Tidak ada yang berani membuka mulut, karena pak yetno termasuk guru killer jadi mereka takut untuk berbicara takut mereka akan kena masalah juga.


__ADS_2