
Malam pun tiba, anggota NSC sedang berpamitan dengan bu Nisa, Arora dan Steffan, karena waktu jadwal penerbangan mereka sebentar lagi akan berangkat.
“ bu kami pamit dulu ya, kalo ada kesempatan kami bakalan berkunjung secepatnya.” Ucao Dani dengan senyum merkah.
“ iyaa nak Dani.. sering-sering ya main kesini, temenin Steffan kasian juga gada temennya.” Balas bu Nisa sambil melirik Steffan yang awalnya berkuka datar setelah dilirik jadi salah tingkah.
“ ya om Dani, sering-sering yaa main kesini. Mainnya sama Arora aja, kakak kan udah gede jadi Arora yang seharusnya di ajak main.” Timpal Arora membuat semua orang terkekeh.
“ iyaaa gadis cilik, om bakal sering-sering main kesini buat ajak kamu main.” Balas Dani.
“ horeeeee... bener ya om.”
“ iyaa bener.” Balas Dani dan membuat Arora jingkrak jingkrak.
Bu Nisa yang melihat pun terkekeh sambil menggeleng.
Sungguh hal ini tak pernah ia bayangkan sebelumnya, hari ini dia benar-benar merasa bahagia.
…
Kini di ruang tamu sudah duduk Steffan, bu Nisa dan Arora dengan semua amplop dan semua barang pemberian hari ini di atas meja.
Barangnya sangat banyak sekali dan amploppun juga sama, sampai meja tamu mereka tidak muat menampung semuanya, seperti mereka diberikan kado pernikahan.
__ADS_1
Bu Nisa, Steffan dan Arora membuka semua isi amplop.
“ ya ampun.. apa ini sungguhan?” Tanya nya yang sudah menutup mulut tak percaya dengan apa yang di genggamnya.
“ apa bu?” Tanya Arora.
“ ini.. ini.. cek senilain 800jt? Ba.. banyak sekali.” Pekiknya pelan takut tetangga mendengar teriakannya.
Jika itu terjadi akan sangat berbahaya.
“ dari siapa bu?” Tanya Steffan.
“ dari komisaris jendral polisi itu..” balas bu Nisa.
“ bukan banyak nak, tapi sangat-sangat banyak. Bisa membiayaimu sampai SMA bahkan jika kita mengirit bisa membiyai kuliahmu beberapa semester.” Balas bu Nisa.
“ wahhh banyak sekali yaa bu.. syukurlah..” ucao Arora senang.
“ yaa maka dari itu kamu harus rajin belajar dek.” Timpal Steffan.
“ iyaa kakak itu pasti.. aku kan mau jadi dokter.” Balas Arora.
“ maka kamu harus lebih giat untuk mencapainya, kalo kamu giat kakak janji kakak akan membantumu meraihnya.” Ucao Steffan.
__ADS_1
“ benarkah kak?.” Balas Arora senang.
“ benarkah itu nak, tapi bukannya biaya pendidikan kedokteran itu sangat mahal?” Tanya bu Nisa.
“ bu... percayalah, aku akan melakukannya jika itu benar benar impian Arora, dengan syarat dia harus giat untuk mencapainya.” Balas Steffan dengan tatapan teduh ke arah bu Nisa membuat bu Nisa luluh dan sangat senang.
“ terima kasih tuhan, sudah menghadirkan kedua anakku dengan sangat sempurna. Mereka berdua sangat harmonis dan saling support. Sekali lagi terima kasih atas kebahagiaan yang selama ini hamba impikan tuhan.” Batin bu Nisa dengan setetes air mata tampa sadar.
“ ibu kenapa buk?” Tanya Steffan.
“ tidak ada nak, ayo kita lanjutkan.”
Merekapun melanjutkan menghitung dana dan membuka berbagai hadiah.
“Wahhh buk liat uang kita banyak sekali..” Arora sangat senang melihat uang yang belum pernah ia lihat sebelumnya.
“ berapa nak?” Tanya bu Nisa kepada Steffan.
“ 2,5M buk..”
“ a-a-apaaa kamu serius nak? Bagaimana bisa? Ini seriusan.” Bu Nisa tidak bisa mempercayainya, ini kali pertama dia mendapatkan uang sebanyak itu.
Dia berfikir kenapa orang-orang sangat mudah memberikan uang sebanyak itu, sedangkan yang ia tidak tau bahwa 1M itu dititipnya kepada Dani agar bisa membuat ibunya senang.
__ADS_1
Yang malah ibunya hampir jantungan mendengar jumlah uang yang sebegitu banyaknya.