
“ ini biar steffan bikinkan ibu rekening yaa, agar memudahkan transaksi nantinya, biar ga keteteran juga.” Ucap steffan.
“ tapi ibu nanti tidak tau cara menggunakannya nak.”
“ tenang saja bu, nanti saat bg Dani dan yang lain berkunjunh lagi kita minta ajarkan. Yang steffan dengar si kita bisa transaksi melalui hp juga dari mobile mbangking jadi ibu ga repot-repot.” jelas Steffan membuat bu Nisa mengangguk tanda paham.
“ kebetulan uang kita banyak, ini untuk ibu gunakan terserah untuk apa aja, tentang biaya sekolah Arora dan aku ibu tak perlu khawatir, karena tadi steffan dapat pekerjaan dari agen NSC. Jadi nanti sering pergi ke ibu kota, tak apakan bu?” Sebelum bu nisa menjawab Steffan kembali membujuk.
“ ibu tenang saja bu, pekerjaan yang di berikan sangat mudah, bahkan nanti mereka menbelikan Steffan leptop saat stefan bekerja di rumah.”
Bu Nisa pun menghela nafas panjang dan akhirnya menyutujui keinginan anaknya ini.
“ alhamdulillah jika kamu sudah diberikan pekerjaan oleh Agen NSC, tapi nak bagaimana dengan sekolahmu?, apakah kamu nanti tidak lanjut perguruan tinggi? Dan ibu masi penasaran sebenarnya agen NSC ini siapa?” Tanya bu Nisa yang memang sebenarnya sangat penasaran dengan agen NSC itu, dan mengapa begitu baik dan royal kepada keluarganya.
__ADS_1
“ tentang sekolah ibu tak perlu khawatir, steffan janji akan berusaha agar mendapatkan beasiswa, Steffan akan lanjut ke perguruan tinggi kok bu, dan steffan janji steffan akan mempersingkat waktu untuk kelulusannya.
Untuk masalah agen NSC itu, mereka itu adalah agen National Security Community, Agen ini milik negara yang memprioritaskan keaman negara sesuai dengan namanya. Mungkin saja mereka sedang dalam misi, kebetulan karena selama ini kita tidak mendapatkan keadilan, ataupun karena mereka berterima kasih kepada kita karena mengungkapkan kejahatan besar di kota ini.” Jelas Steffan yang mencari alasan dengan kebaikan agen Nsc ini.
“ oo jadi begitu, alhamdulillah ya nak akhirnya kita keluar dari keterpurukan ini, oo ya sertifikat rumah ini, rumahnya dimana nak. Kapan kita bisa pindah?” Tanya bu Nisa.
Mendengar itu Arora ikut menimpali.
“ iya kak, kapan kita bisa pindah, aku udah ga sabar pengen liat rumah baru kita.”
“ nak apakah kita benar tidak sedang dalam mimpi, ini benar-benar di luar pikiran ibu.” Ucap bu Nisa yang masih sulit mempercayai dengan semua yang terjadi hari ini.
“ bu.. ini adalah kebahagiaan yang terlahir dari banyaknya air mata dan kesabaran dalam penderitaan ibu, ibu sudah banyak sekali menderita dan inilah bayaran yang ibu dapatkan saat ini. Bahkan ketulusan ibu pada kami tidak sebanding nilainya dengan semua ini. Teruslah menyayangi kami bu, maka Steffan yang akan berusaha membuat ibu bahagia sebagai imbalannya.” Balas Steffan dengan mata berkaca-kaca, sungguh kasih sayang tulus seperti ini yang sangat ia rindukan.
__ADS_1
Bu Nisa yang kendengar ucapan anaknya tersenyum lembut, sungguh hatinya seperti dihujani bunga bunga cantik.
“ nak tampa imbalanpun ibu tetap akan mencintai dan menyayangi kalian, kalianlah nyawa ibu, kalian lah semangat hidup ibu, dan kalian juga jantung ibu. Tampa kalian hidup ibu tidak ada artinya. Jadi jangan pernah tinggalkan ibu yaaa.” Ucap bu Nisa sambil merentangkan tangannya minta di peluk oleh anaknya itu.
Steffanpun langsung memeluk ibu dengan erat.
” Terima kasih sudah mencintai dan menyayangi kami bu, ibu adalah ibu terbaik di dunia ini.” Balas steffan dalam pelukan ibunya dengan deraian air mata.
Hanya dalam pelukan ibu barunya lah ia bisa mengeluarkan air mata tulus, selain itu takkan ada yang bisa membuatnya menjatuhkan air mata, terkecuali untuk sosok wanita yang akan menggantikan peran ibunya itu nanti.
“ haa ibu... masa cuman kakak yang dipeluk Arorakan juga anak ibu..” rengek Arora dan membuat Steffan dan ibu Nisa terkekeh.
“ kesinilah anak gadisku..”
__ADS_1
dan mereka pun berpelukan dengan saling bahagia