Reinkarnasi Seorang Mayor Jendral

Reinkarnasi Seorang Mayor Jendral
Kembali kerumah lama


__ADS_3

Dan benar saja bik ijah sedang tidak ada di rumah pada saat itu. Rumah itu hanya di huni oleh paman Rahmat tukang kebun steffan.


Melihat kedatangan dua pria kerumah tuannya langsung menyambutnya sopan.


“ selamat datang tuan-tuan ada yang bisa saya bantu.” Sebenarnya paman rahmat tak mengenali Dani keskipun sahabat steffan anggara, tentu saja di sebabkan steffan tidak pernah membawa siapapun kerumahnya.


“ Saya temannya steffan pak nama saya Dani. Dan ini kerabatnya steffan pak namanya steffan akbar, rumah dan semua kepemilikan steffan anggara di wariskan pada steffan akbar karena mereka bersaudara.” Ucap Dani sopan dan tentunya itu sudah di rencanakan oleh mereka langsung saat melihat paman Rahmat.


“ Tuan muda steffan selamat datang di rumah.” Pak Rahmat langsung percaya karena tidak ada yang tau pin rumah steffan kecuali steffan sendiri yang memberitahukan, yang tau hanya steffan, bik ijah dan dia sendiri. dia tentu berfikir bahwa bik ijah tidak mungkin akan memberitahukan pin tuannya dan dia juga tidak memberitahukan pin tersebut, jadi paman Rahmat langsung percaya karena dia juga tidak ingin berbuat kesalahan jika benar steffan akbar pewaris dari steffan anggara.


“ dan panggil saya paman Rahmat saja Tuan muda Steffan dan tuan Dani.” Tentu saja panggilan tersebut berdasarkan umur steffan yang masih 18 tahun dan terlihat masih muda.

__ADS_1


“ tentu paman Rahmat, jika begitu saya permisi masuk untuk memeriksa sesuatu.” Ucap steffan dan di persilahkan masuk oleh paman Rahmat.


Mereka berdua pun masuk kedalam rumah bak istana tersebut, interior dirumah steffan sangat mewah dan elegan, warna coksu di mix dengan warna hitam mewarnai tiap dinding rumahnya yang besar, bahkan di lantai atas juga terdapat kolam pribadi steffan karena dia malas untuk pergi kebawah saat dia ingin berenang.


“ rumah sebesar ini hanya kau saja penghuninya mayor? Sungguh sangat kesepian, pantas saja kau selalu tinggal di apartemen.” Ucap Dani yang masih melihat tiap sudut rumah steffan.


“ sudah lah ayo ke kamarku.”


Benar saja dompet dan handpone steffan tertinggal disana.


“ mayor apakah tampangku seperti meminta uangku kembali?” Balas Dani yang kesal dengan ucapan bosnya itu.

__ADS_1


“ terserahmu saja.”


Dani hanya memutar bolanya malas karena sikap dingin bosnya itu tak pernah berubah.


“ ooiya bos kau belum menjelaskan sesuatu. Bagaimana kau bisa masuk kedalam tubuh anak muda ini.” Dani benar benar penasaran dengan apa yang terjadi pada bosnya, dia sebelumnya tidak percaya bahwa manusia bisa bereinkarnasi, makanya dia sedikit tidak percaya.


“ aku juga tidak tahu, kemarin tiba-tiba saja aku masuk ketubuh anak ini di rumah sakit, tapi aku sedikit kasihan dengannya, dia ingin mengakhiri hidupnya karena selalu di kucilkan dan di buly secara mental dan fisik oleh teman-teman keluarga dan lingkungan sekitarnya.”


Mendengar penjelasan bosnya Dani juga sedikit simpati.


“ bos apakah kau berencana akan masuk kembali ke agent NSC?”

__ADS_1


“ untuk saat ini belum, oo ya bantu aku untuk mengatur surat perpindahan semua aset dan perushaanku ke nama anak ini. Dan jangan dulu beritahu siapapun katakan saja bahwa aku sudah mewariskan seluruh hartaku untuk diriku yang sekarang.” Tentu saja langsung di angguki oleh Dani.


“ aku bahagia kau kembali boss, jika kau ada waktu luang ajaklah aku bermain, atau ajak aku untuk berlatih bersamamu.” Lirih Dani yang sedikit mengeluarkan air mata harunya, dia tak menyangka bahwa bosnya kembali setelah kematiannya kemarin. Dia benar-benar bersyukur.


__ADS_2