Reinkarnasi Seorang Mayor Jendral

Reinkarnasi Seorang Mayor Jendral
Kekhawatiran paman Fari


__ADS_3

“ aku ga tinggal disana lagi mas, aku sama anak-anakku sudah tinggal di pusat kota.” Balas bu Nisa.


“ apa kau pindah kontrak, kenapa? Bukannya disana malah bagus karena lebih dekat dengan sekolahnya Arora, jika kamu disana bagaimana nanti kamu mengantar Arora sekolah.”.


“ bukan mas.”


“ lalu apa karna kamu sudah tidak ada biaya untuk membayar kontrakan? Kan bisa kasi tau mas.”


“Bukan mas”


“ apa karna kamu takut meminta karena istriku? Nis, meskipun dia melarang tapi mas akan tetap cari cara buat bantu kamu tampa dia tau.”


“ masss bukan itu,apa mas tidak tau masalah Steffan?”


“ masalah apa nis, apa Stef mencoba bundir lagi?”


“ bukan itu juga mas?”


Belum menyelesaikan perkataannya paman Fari sudah memotong karena terlalu panik dengan anak dari adik kandung satu satunya itu.

__ADS_1


“Lalu apa, tolong yang jelas nis.”


“ mas ais, mas tenang dulu. Ini aku mau jelasin ga kelar kelar.”


“ iya cepat katakan apa yang terjadi.”


“ jadi begini, 3 hari lalu Steffan sudah di perbolehkan untuk keluar dari rumah sakit. Maaf tidak memberitahukan kepada mas takut masalah sepele ini nanti malah menjadi pertengkaran buat mas sama kakak.”


“ mas mengerti tapi bisa kamu sms nis, kamu tau kan kalo kamu gada kabar begini mas jadi khawatir.” ucap paman fari di balik telepon.


“ ya soal itu aku minta maaf mas, aku hanya tak ingin masalah sepele bisa menbuat kegaduhan antara mas dan kakak.”


“ lain kali jangan begini nis, kamu adik mas satu satunya. Jika ada masalah APAPUN. Kamu harus kabari mas, cuman hanya mas tempatmu bersandar sekarang nis. Kita sudah tidak ada keluarga lain lagi.” Ucap paman Fari yang menekankan kata apapun agar bu Nisa paham bahwa betapa khawatir dirinya jika adik kandung yang ia sayangi ini.


Paman fari pun menghela nafasnya, kini dia telah lega jika keluarga adiknya tidak dalam masalah yang serius.


“ lalu masalah Steffan yang kamu katakan tadi apa?”


tanya paman Fari teringat bahwa adiknya menyinggung masalah ini tadi.

__ADS_1


“ ya setelah pulang Steffan hanya libur satu hari dan besoknya dia masuk kesekolah, siang harinya sudah ramai datang orang kekontrakan.”


“ hah, apa terjadi sesuatu pada Steffan nis, ya ampun Nis masalah besar begini kamu tidak kasih tau mas. Apa yang terjadi cepat jelaskan” sekali lagi paman Fari khawatir hingga tidak mendengar penjelasan bu Nisa sampai selesai.


“ mas tenang dulu.”


“ yaya lanjutkan.”


“ jadi begini .........”


“ ooo jadi begitu, mas turut senang ya Nis, setelah penderitaan yang kalian hadapi dengan sabar, akhirnya terbalaskan. Semoga kebahagiaan ini tidak memudar, mas berharap kalian terus bahagia, tidak terus di injak-injak tampa mampu membalas.”


“ benar mas aku juga sangat bersyukur, tuhan sungguh adil kepada kami.”


“ tapi mas heran mengapa Agen NSC itu bisa ikut serta padahal mereka berada di pusat kota, bisa kesini bahkan menangani dan memberikan donasi besar kepada kalian.” Ucap paman Fari penasaran.


Agen NSC yang begitu populer yang terkenal akan semua tindakan mereka yang menyelesaikan semua masalah ilegal di negara. Mereka yang selama ini menerima tugas-tugas besar, tapi sekarang malah menangani masalah di kota kecil seperti kota C. Yang parahnya lagi, sampai memberikan donasi sebesar itu, sungguh di luar pemikirannya.


Dan lagi masalah yang selalu di tutupi selama ini, bisa langsung di urus oleh inspektur dari pusat, bahkan dia dinaikkan jabatan sebagai komesaris.

__ADS_1


Belum lagi pemecatan secara serempak semua guru bahkan kepala sekolah SMANSA, semua polisi juga di tangkap.


Semua hal itu sungguh membuat pusing kepala, semakin di pikir semakin tidak mungkin. tapi bagaimanapun menolak, kenyataannya tetap lah seperti itu.


__ADS_2