Reinkarnasi Seorang Mayor Jendral

Reinkarnasi Seorang Mayor Jendral
Memanjakan


__ADS_3

Arora sangat senang sekali bisa naik mobil semewah ini, tentu saja ini kali pertamanya, biasanya dia hanya berjalan kaki saja, karena jarak rumah dan SD tidak terlalu jauh.


Untungnya Arora tidak mabuk saat naik mobil itu, meskipun ini kali pertamanya naik mobil dia tidak mabuk. Membuat Steffan merasa lega, setidaknya Arora tidak akan kesusahan jika nanti mereka akan sering naik mobil.


Simpang masuk rumah mereka di lewati begitu saja oleh Dani yang menyupir membuat Arora mengernyit.


“ kita mau kemana kak?” Tanya Arora ke Steffan.


“ om Dani mau pergi ke mall sebelum nanti pulang, apa kamu tidak mau belanja dulu atau beliin ibu oleh-oleh saat pulang nanti?” Ajak Dani.


“ wahhh mau om mau.” Balas Arora dia sangat-sangat bahagia. Dia belum pernah ke Mall, hanya mendengar teman sekelasnya saat bercerita ketemennya saja. Tentu dia iri tapi itu hal yang wajar selagi tidak dengki itu baru bahaya.


“ disana ada banyak permainan dan mainan loo..” goda Dani, kebetulan Steffan duduk di bangku depan dengan memangku Arora jadi Arora bisa mengobrol puas dengan Dani.


“ benarkah itu kak?” Tanyanya pada Steffan dengan mengadah, steffan pun menganggukan kepalanya tanda meng-iyakan pertanyaan sang adik.


“ wahhh aku tidak sabar, seharusnya kita ajak ibu kak.” Ucapnya mengingat ibunya sendiri di rumah.


“ iyaa next time oom bakal sering kesini ajak kamu main, nanti kita ajak ibu kamu juga oke?” Ucap Dani.

__ADS_1


“ oom bakal sering main kesini?” Tanya Arora dengan antusias.


“ iyaaa dong oom kan mau ketemu terus sama bidadari kecil oom yang satu ini.” Ucap Dani sambil mencolek hidung Arora membuat Arora tersipu malu.


“ okeee oom janji yaaa...”


“ iyaaa oom janji.”


“ yeeeeeeyyyy.....”


...


Merekapun sampai ke mall dan memasukinya.


“ kita mau kemana dulu om?” Tanya nya yang di dalam gendongan Dani.


“ tapi katanya mau main permainan, kita ke lantai paling atas dulu yaa..” ucap Dani dan di angguki oleh Arora dengan antusias.


Mereka pun naik kelantai 2 terus kelantai 3.

__ADS_1


dan membeli kartu bermain yang saldonya 1jt untuknya bermain dari Dani.


Macam-macam permainan yang mereka mainkan membuat Arora sangat senang hingga sore tiba mereka menyudahinya.


Kini mereka membawa banyak sekali tiket mungkin bisa 15 plastik besar, karena yang main ga cuman Arora tapi semua ikut main dan mengumpulkan tiketnya untuk Arora.


Bisa dibilang Arora lah yang terbanyak mendapatkan tiket Timezone.


Alhasil Revanza, Nanda, dan aril lah yang membawa semua barang tukaran Arora, mereka tidak di suruh tapi membawa sendiri barang Arora karena mereka juga sangat senang.


Mereka turun dan berenti ke toko pakaian, kini yang menggendong gantian Jack, dan Jack lah yang menbelanjakan pakaian untuk Arora.


Dan yang membawa giliran Aris, Wahyu, dan Dika.


mereka juga tidak lupa membeli pakaian untuk bu Nisa.


Steffan juga memilih pakaian yang casual untuk di pakainya sehari-hari tak terlihat mewah, tapi harganya hemm.


Lanjut mereka pun turun untuk pergi untuk membeli donat, buah buahan, kue-kue dan alat kosmetik untuk membeli ikat rambut gelak dan lainnya.

__ADS_1


Hingga mereka keluar dan ke sturback untuk makan disana.


Arora benar-benar dimajakan oleh mereka semua, dia sangat-sangat senang dengan semua ini, kebahagiaan yang tidak pernah berani dia bayangkan ataupun impilan kini datang sendiri dengan kedatangan Steffan.


__ADS_2